
Di ruangan Rio.
"hari ini kita bakal kedatangan klien penting,maka persiapkan diri kalian..jangan buat malu!" ucap Rio pada Sekretarisnya,yaitu Bianca,juga pada Tamara yang kini bekerja sebagai asisten Sekertaris.
Sedari tadi wajah Tamara begitu masam,karena dia tak terima jika posisinya digantikan oleh istri terpaksa pacarnya itu.
"Kalo begitu saya akan menyiapkan presentasinya" ucap Bianca membungkukkan badan dan langsung pergi. Bianca berusaha profesional Jika dia sedang bekerja.
Rio Tercengang saat Bianca melakukan itu.
Rio kembali duduk di kursinya.
dia akan mempersiapkan segalanya untuk Meeting Dengan Klien penting itu nanti.
Saat Rio sedang mengotak atik laptopnya,disisi lain Rio bingung mengapa Tamara masih berdiri mematung di Ruangannya.
"kenapa kamu masih disini?" tanya Rio tanpa memalingkan pandangannya dari laptopnya.
"aku gak Sudi posisi aku digantiin sama Bianca secara tiba²!" ucap Tamara.
Rio menghembuskan nafasnya dan menyender pada punggung Kursi.
"terus maunya gimana?" ucap Rio sembari menatap Tamara yang masih tetep mematung ditempat yang sama.
Tamara menghampiri Rio dan langsung duduk di paha Rio.
Rio yang kaget langsung duduk tegak.
"mar! ini kantor,jangan kaya gini!" ucap Rio.
"aku gak peduli!Toh gak akan ada yang nyelonong masuk juga!" ucap Tamara.
Tiba² ada seseorang yang menyelonong masuk tanpa mengetuk pintu.
seseorang itu menatap Rio dan Tamara.
"kecuali Dia?!" ucap Tamara menunjuk pada Bianca yang menyelonong masuk.
"Klien sudah berada di ruang meeting" ucap Bianca membungkukkan Badannya dan langsung pergi menuju Ruang meeting.
Rio dan Tamara pun bersiap² untuk meeting.
.
.
.
.
diruang meeting.
Bianca mempresentasikan semua yang telah didiskusikan dengan rio.
Rio Menatap Bianca kagum dengan kemampuan presentasinya yang bagus.
Tamara yang menyadari tatapan Rio pada Bianca menjadi kesal.
.
.
.
.
.
.
selesai meeting.
Meeting berjalan dengan lancar.. berkat Bianca,Kerja sama dengan klien itu akhirnya goal.
"Karena Meeting ini berjalan dengan lancar dan Kerja sama perusahaan kita diterima,saya ingin mengajak kalian untuk makan bersama di Restoran favorit saya" Ucap Rio mengajak Bianca dan Tamara.
"ah kamu sosweet banget sih ngajak aku Makan berdua sama kamu" ucap Tamara genit sambil mengikatkan lengannya pada Lengan Rio.
"saya mengajak Bianca juga dalam Lunch ini!" ucap Rio.
Senyuman Tamara memudar ketika mendengar perkataan Rio barusan.
"t-tapi kenapa harus sama dia?" tanya Tamara kesal.
"karena Bianca yang membuat Kerja sama ini Goal" ucap Rio.
Tamara menatap kesal Pada Bianca.
merekapun mulai berjalan untuk pergi menuju Restoran.
tetapi saat Bianca Berjalan,ada seseorang yang memanggil Bianca dan membuat Rio dan Tanara terhenti.
"Bianca!" panggil seseorang itu yang sedang berlari menghampiri Bianca.
"halo pa Agra" Ucap Bianca membungkukkan badannya pada seseorang itu yang ternyata Klien Mereka.
klien itu terlihat masih muda dan Berbeda 1 tahun diatas Bianca.
"ada apa ya pak?" Tanya Bianca yang heran karena Agra tiba² memanggilnya.
"apa ada sesuatu yang di Butuhkan soal kerjasama ini?" tanya Bianca.
Agra tersenyum.
"ini bukan soal Pekerjaan kok Bianca" ucap Agra.
Bianca mengerutkan Dahinya heran.
"lalu soal apa ya pak?" Tanya Bianca.
"jadi gini,apa kamu mau Menemani saya Lunch di restoran Favorit saya?" ucap Agra. sepertinya dia kagum pada Bianca.
"hah?maksud bapak bagaimana ya?" Ucap Bianca Bingung.
"iyaa.. saya ingin mengajak kamu Lunch bersama saya" ucap Agra memperjelas.
"o-oh..emm,gimana ya pak" ucap Bianca bingung.
"maaf pak Agra,tetapi saya sudah lebih dulu mengajak Bianca lunch bersama saya dan Tamara" ucap Rio Tiba² menyaut.
"apa benar begitu Bii?" tanya Agra pada Bianca.
"i-iya pak" Jawab Bianca.
"jadi kamu Gak Bisa temani sama Makan siang?" ucap Agra.
Bianca bingung harus bagaimana.
Dia bingung harus Pilih Makan dengan siapa.
"ayok bii!" ucap Rio menarik Bianca,tetapi sebelum melangkah,Tamara Tiba² menyaut.
"pa Agra,sepertinya Bianca akan menemani Bapak untuk makan siang.. kami tidak masalah jika Bianca ingin makan dengan bapak" ucap Tamara sambil menekan Bianca dengan kode matanya.
Bianca tak memedulikan Apapun tekanan Tamara,tetapi kali ini Bianca memutuskan untuk mengikuti perkataan Tamara.
Bukan karena tekanan Tamara,tetapi Bianca sedang ingin menghindari Rio dulu sebelum Bianca mendapat ide untuk membuktikan bahwa Tanara tak baik.
"iya pak,saya bisa kok Temani bapak Makan siang" ucap Bianca dengan senyum tipisnya.
Rio tak menyangka dengan jawaban Bianca.
sedangkan Tamara hanya tersenyum menang.
Agra tersenyum lalu yang membuat Bianca kaget,Agra tiba² menggandeng Tangan Bianca dan Membawanya berjalan.
Bianca yang risih langsung melepaskan Genggaman tangan Agra.
"maaf pak,tapi saya hanya ingin menemani Bapak makan,jdi jangan sentuh² saya" ucap Bianca agak menjauh dari Agra.
Agra hanya tersenyum.
Agra dan Bianca pun Langsung pergi menuju Restoran favorit Agra dengan menggunakan mobil mewah Agra.
.
.
.
.
.
.
Agra dan Bianca mencari tempat duduk,mereka mendapat tempat duduk di pinggir kolam ikan yang bersih.
Pemandangan Restoran Ini begitu indah dan asri,Bianca sangat menyukai nya.
"gimana?suka gak tempatnya?" tanya Agra.
"suka pak" ucap Bianca dengan senyum tipisnya yang manis.
"ini Bukan kantor,panggil aja Agra" ucap Agra.
"o-oh.. baik a-agra" ucap Bianca Canggung.
Agra tersenyum.
"kamu mau pesen apa?" tanya Agra.
"apa aja" ucap Bianca.
Agra pun memanggil pelayan dan memesan makanan dan minuman untuk nya dan Bianca.
.
.
.
.
Beberapa menit kemudian,Pesanan pun datang.
"silahkan dinikmati bii" ucap Agra.
"iya Pa,maksud nya Agra" ucap Bianca Yang belum terbiasa.
.
.
.
merekapun menikmati pesanannya masing².
Tapi saat ditengah² menikmati makanannya,Agra tiba² mendekatkan badannya pada Bianca dan langsung mengusap² ujung bibir Bianca menggunakan tissu.
"kamu kalo makan jangan buru²,liat berantakan gini" ucap Agra sambil menyusutkan Tissu pada ujung bibir Bianca.
"saya sendiri aja pak" ucap Bianca mengambil tissu dan mengelapnya.
"tuh kan!kan udh saya bilang,panggil aja Agra,gak ush pak" ucap Agra.
"i-iya pak,maksudnya Agra" ucap Bianca Canggung.
Agra tersenyum.
lalu Bianca dikagetkan dengan Perilaku Agra padanya.
Agra tiba² memegang kedua tangan Bianca.
"kamu cantik,mau gak Jadi pacar aku" ucap Agra yang berhasil membuat Bianca tersedak makanan Yang belum Habis dimulutnya.
Bianca langsung mengibas tangan Agra dan langsung berdiri.
"maaf pak,saya pulang dulu!" ucap Bianca yang langsung pergi.
Agra menatap kepergian Bianca.
"saya akan terus berusaha mendapatkan hati kamu Bianca!" ucap Agra sendiri dengan senyuman liciknya.
.
.
.
.
.
Bianca Pulang menggunakan Taksi.
untung saja saat itu ada taksi yang sedang mangkal di depan restoran itu,jadi Bianca tak harus lama² menunggu taksi lewat.
sesampainya dirumah,Bianca membuka pintu.
dan Bianca melihat Rio sedang duduk di sofa ruang santai dengan memandang Tajam pada Bianca yang baru saja Masuk.
Bianca tak memedulikan nya,dan pergi melewati Rio ingin menuju Kamarnya.
"kenapa Lo lebih milih makan Sama tu orang dari pada sama gw?" ucap Rio menatap Bianca tajam.
Bianca yang ingin menginjakan kakinya di Anak tangga langsung membalikan badannya.
"kenapa emangnya? kan Lo udh ditemenin Tamara,lagi pula ngapain juga gw jdi nyamuk diantara Lo sama Tamara!" ucap Bianca.
"Lo cemburu?" ucap Rio.
"pftt..cemburu? ya gak lah ngapain juga! gak ada kerjaan aja cemburuin Lo sama Tamara..GAK GUNA!" ucap Bianca menekan kata² nya.
Bianca langsung pergi dan tak menghiraukan Rio yang menatapnya tajam.
.
.
.
.
dikamar.
Bianca membersihkan dirinya,dan mengganti bajunya dengan baju Rumah.
saat Bianca sedang membereskan Baju² nya,Tiba² Rio masuk kamar dengan membanting pintu.
"apa² an sih!" ucap Bianca yang kaget dengan bantingan pintu Rio.
Rio menghampiri Bianca.
Rio memepet Bianca ke lemari dan mengunci semua pergerakan Bianca.
"ish apaan sih! lepasin! " ucap Bianca memberontak.
"DIEM!" bentak Rio.
sekejap Bianca terdiam.
"gw gak suka Lo Pergi² lagi sama Agra!bahkan Lo nolak ajakan Gw cuman karena Mau nemenin dia Makan!?" ucap Rio menatap Tajam Bianca.
"terus Lo maunya apa?gw temenin Lo makan gitu?bukannya Lo udh punya pacar yang selalu Lo bangga² kan itu?!" ucap Bianca dongak menatap Rio yang tingginya jauh dari nya.
Rio geram dengan Bianca.
dia langsung melepas cengkeramannya pada Bianca.
Dia langsung pergi tanpa berkata satu patah kata apapun.
Bianca hanya Mendiamkannya dan tak menghiraukannya.
Bianca kembali melakukan aktivitas nya.
.
.
.
.
.
.
(like,komen,vote yaa..biar author makin semangat upnya)