
Bianca keluar dari Kamar Tamu.
Terlihat Rio yang sedang menikmati Kopi dengan hp ditangannya.
Rio terlihat senyum² sendiri.
Bianca yang penasaran,akhirnya menghampirinya dan duduk disebelah Rio.
Rio langsung melirik Bianca ketika mendapati Bianca duduk di pinggir nya.
"Ngapain Lo disini?" tanya Rio yang sudah berfokus lagi pada hp nya.
"Lo chatan sama siapa?" tanya Bianca kepo.
"Dih,kepo lu?!" Ucap Rio.
"Pengen tau aja,Lo dari tdi senyum² Mulu sih!" ucap Bianca.
Tak dijawab Oleh Rio.
"Chatan sama Tamara ya?" tanya Bianca melirik hp Rio.
"iya lah,siapa lagi.. gw gak punya cewe selain dia kli?!" ucap Rio yang membuat Bianca terdiam.
"dia gak nganggep gw?" batin Bianca.
"maksudnya, gw gak punya cewe selain Tamara dan lu" ucap Rio yang melihat Wajah Bianca memelas.
Bianca melirik Rio dan dia menahan senyumannya.
"a-apa kata dia?dia nganggep gw?" batin Bianca.
"Terserah lah,gw gak peduli soal itu.. gw pergi ke kamar aja" ucap Bianca yang berjalan menuju kamar sambil tersenyum.
Rio menatap Bianca pergi.
"cih.. gak peduli, tpi Tdi mukanya melas" ucap Rio yang langsung membuang mukanya dari Bianca dan Berfokus lagi pada hpnya.
.
.
.
.
Malam hari kemudian.
"Besok Meeting jamber? gw ada urusan sama mantan Lo soalnya" ucap Bianca yang sedang duduk menyender pada Punggung kasur,begitupun Rio,dan Rio masih berfokus pada hpnya.
"hah? Lo mau ngapain Sama Luna?" tanya Rio bingung melihat kedekatan istrinya dengan Mantan kekasihnya itu.
"gw ada keperluan,gak usah kepo!" ucap Bianca.
"besok Meeting jam 9 pagi.. Lo pergi setelah meeting aja jangan Sebelum,takutnya Lo kesiangan,ntar Agra gak Dateng lagi" ucap Rio.
"hah? apa hubungannya sama gw?" ucap Bianca bingung.
"dia kan suka sama Lo,otomatis dia gak bakal Dateng klo Lo gak Dateng" ucap Rio.
Bianca mengerutkan keningnya.
"Lo labil ya" ucap Bianca.
"labil apaan? gw gak labil!" ucap Rio.
"kemarin katanya Lo gak suka klo gw deket² sama tu orang,sekarang Lo malah Gak mau klo gw sama dia gak ketemu" ucap Bianca menjelaskan letak labil Rio.
"Dih.. kepedean Lo! gw gak peduli soal Lo mau Deket sama siapapun,waktu kemarin cuman.." ucap Rio menggantung kan kata²nya.
"cuman...?" Ucap Bianca.
"cuman.." ucap Rio masih menggantungkan.
"Cuman apa bego!" ucap Bianca kesal.
"lupain aja lah.. sekarang Lo ambilin gw minum,gw haus!" ucap Rio yang kembali berfokus pada Hpnya yang sedang ia mainkan game.
Bianca menuruti permintaan Rio.
ia mengambil Minum untuk Rio di dapur.
.
.
.
"nih" ucap Bianca menyodorkan Minuman pada Rio.
Rio pun meminumnya dengan cepat sampai habis.
Setelah itu Rio kembali memainkan game ditangannya.
"Tidur! game Mulu Lo!" tegur Bianca.
"Bentar,sebentar lagi" ucap Rio.
Bianca yang muak langsung merebut Hp Rio dari tangannya.
"ish! kembaliin!" ucap Rio berusaha mengambil Hpnya.
"Tidur!" ucap Bianca.
"gak!" jawab Rio.
"Tidur Rio!!" ucap Bianca memelototi Rio.
"bukan siapa² tpi ngatur!" Ucap Rio.
"Gw istri Lo!" ucap Bianca.
"cih.. istri terpaksa aja bangga" Ucap Rio.
"terserah lah,males gw ladenin Lo.. udh tidur!" Ucap Bianca.
"kembaliin dulu!" ucap Bianca.
"engga! tidur!" ucap Bianca.
"kembaliin sayangg" ucap Rio dengan senyuman terpaksa.
"engga sayangggg" ucap Bianca sambil mengecup pipi Rio.
Rio langsung mematung.
"Udh!TIDUR!" ucap Bianca dengan nada tinggi dan menekan setiap katanya.
Bianca menyelimuti Badannya dan tidur membelakangi Rio.
Rio pun begitu.
"tdi dia ngapain?" batin Rio.
"dia cium pipi gw?" batin Rio.
"gawat! ga ga gaboleh! gw gak boleh baper kaya gini!! aishh Tu anak kenapa harus gitu sih!" batin Rio menggerutu di dalam hatinya.
-flashback.
"Bii.. Lo harus segera bikin dia jatuh cinta Ama Lo!" ucap Luna.
"gw gak tau caranya!" ucap Bianca.
"Lo harus lakuin apapun yang menurut Lo bikin dia baper,setiap hari" ucap Luna.
"hmm.. nanti gw lakuin deh" ucap Bianca.
-flashback off.
"Arghh gw baper sendiri!" Batin Bianca mengusap kasar wajahnya.
.
.
.
.
Pagi Hari Kemudian.
Rio terbangun.
dia mendapati Bianca sudah tak ada di Pinggirnya.
Rio tak menghiraukannya dan langsung masuk ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap² ke kantor,karena hari ini ada meeting bersama Agra.
Setelah selesai bersiap²,Rio pergi kebawah.
terlihat Bianca yang sedang menata makanan² yang dia masak untuk Mereka berdua sarapan.
Bianca terlihat sudah rapi,tetapi dia tetap Memasakan untuk Rio,beda dengan Tamara.
Waktu itu,Rio pernah Menginap di rumah Tamara berdua dengan Tamara. mereka tidak berbuat apapun,mereka hanya Menyelesaikan Tugas kantor,saat itu,Rio tertidur tanpa sengaja,akhirnya Rio harus menginap disana.
Paginya,Rio Sedang kelaparan.. tetapi Tamara tak mau Memasakan ya,alasannya karena dia sudah Rapi dengan pakaian kerjanya.
.
.
.
Rio duduk dan langsung memakan Masakan Bianca.
Begitu pun Bianca.
setelah selesai sarapan,Bianca dan Rio bersiap untuk pergi.
Bianca mendapati Rio yang memakai dasi dengan berantakan.
Bianca pun menghampirinya dan Memakaikan Dasi nya dengan benar.
"Lo tuh CEO,tapi berantakan,gimana sih!" tegur Bianca sambil memakaikan Dasi.
Rio hanya mematung mendapat Perhatian dari istri terpaksa nya itu.
"dah tuh selesai! yuk pergi!" ucap Bianca.
.
.
.
di kantor.
Mereka berdua langsung pergi ke Ruangan meeting.
dan meeting pun langsung dimulai.
.
.
.
.
selesai meeting.
"Hai Bianca.. hari ini kamu ada waktu luang gak?" tanya Agra.
"Maaf pak sebelumnya,tpi saya sudah ada janji dengan seseorang" ucap Bianca.
"siapa?" Tanya Agra.
"Teman pak" jawab Bianca.
"kalo begitu saya langsung pergi ya,terimakasih" ucap Bianca membungkukan Badannya dan langsung pergi.
Agra menatap kepergian Bianca dengan Kesal.
"awas aja kamu Bianca,saya akan buat kamu tergila² sama saya" batin Agra dengan senyum mematikan.
lalu dia langsung pergi.
...****************...
Bianca pun sampai di tempat yang Ia janjikan dengan Luna.
.
.
setelah bertemu,Mereka mengobrol.
"gimana?" Tanya Luna.
"lumayang lah.. setiap akj Kasih perhatian ke dia,dia malah langsung matung" ucap Bianca.
"Itu artinya dia Baper" ucap Luna.
"terus kamu ngapain lagi yang bikin dia baper?" tanya Luna.
"tdi malem gw cium pipi dia" ucap Bianca membuat Luna menutup mulut.
"Lo beneran?" tanya Luna tak percaya.
"iya,emang kenapa sih? itu kan wajar!" ucap Bianca.
"tapi selama sama aku,dia gak pernah mau dicium Pipinya bahkan sama Tamara pun dia belum pernah!" ucap Luna.
"serius?" tanya Bianca kaget.
Luna mengangguk.
Bianca menepuk Kening.
"berarti berhasil dong?" Tanya Bianca
Luna mengangguk.
.
.
.
.
.
Sudah lama mereka mengobrol.
"Lun,aku pulang duluan ya.. kayanya Rio juga udh pulang" ucap Bianca.
"iya bii.. ati² ya" ucap Luna.
Bianca pun Pulang kerumah nya dan juga Rio.
...----------------...
(like,komen,vote yaa.. biar author makin semangat upnya)