
Perempuan itu mengenakan baju buntung dan celana pendek setengah paha. Sesekali mengusap keringat yang membasahi kening, pelipis dan lehernya. Minggu ini Indira di sibuk kan dengan kamarnya yang sangat berantakan, semua buku-buku ciptaannya maupun buku-buku yang dia beli di toko buku dan beberapa pakaian berserakan di hadapannya.
Dengan speaker bluetooth, Indira menyambungkan lagu dari handphonenya dan menyalakan lagu tersebut dengan volume kecil. Indira dengan sangat cermat membedakan genre dari buku-buku ciptaannya dengan buku-buku yang dia beli
Indira memang menyukai novel, maka dari itu dirinya sering membeli buku dan jika ada diskon Indira pasti akan membelinya. Perempuan itu mempunyai pemikiran, jika sewaktu-waktu dia tidak mempunyai uang maka novel tersebut bisa dia jual lagi tentunya dalam kondisi yang baik dan belum dibuka
Ketukan pintu tak terdengar olehnya, Dianna yang mana adalah mami Ian, Indira, dan Indy. Langsung membuka pintu kamar Indira
"Ra... Duh kamu nih, mami ngetuk pintu berkali-kali ga denger" Kata Dianna membuat Indira tersenyum "Maaf ma, Dira ga denger. Ini lagi beresin kamar berantakan banget, ada apa ma?"
Dianna mengangguk dan menepuk ranjang disebelahnya "Sini mami mau bicara sama kamu"
Indira mengikuti ucapan mami nya dan duduk disamping Dianna "Ra, Ini kan udah satu tahun papa ga ada. Mami mau ke keluarganya papa ya hitung-hitung sih silahturahmi aja"
Indira mengangguk "Lalu mama mau ngapain?"
"Mama mau liburan sendiri di daerahnya papa, satu tahun bukan waktu yang pendek Ra buat mami"
"Mami udah coba ngomong sama Ian?" Tanya Indira
Dianne terdiam dan mengubah arah pandangnya, Indira yang mengetahui apa yang terjadi antara mami nya dan Ian melanjutkan kegiatannya. Lagu yang diputarnya berubah menjadi lagu Dear Future Husband - Meghan Trainor
***You gotta know how to treat me like a lady even when I'm acting crazy tell me everything's alright
Dear future husband
Here's a few things you'll need to know if you wanna be my one and only all my life
Dear future husband
If you wanna get that special lovin'
Tell me I'm beautiful each and every night
After every fight just apologize
You know I'm never wrong
Why disagree? Why, why disagree***?
"Ra.." Panggil maminya
"Ya mi?"
"Tolong jaga saudara kamu ya, besok mami mau ke Semarang ketempat papa"
"Berapa lama Mi? Udah pesan tiket?" Dianne mengangguk mengiyakan jika dirinya sudah memesan tiketnya
"Untuk tiga minggu, mami pikir itu ga berat buat kamu Ra. Kerjaan kantor bisa kamu bawa pulang, kamu masih bisa pantau Indy di rumah"
"Mami masih kejar kenangan sama papa?" Tanya Indira yang melenceng dari ucapan mami nya
"Mami cuma melanjut silahturahmi aja kok Ra..."
Indira mengangguk, namun masih membersihkan kamarnya yang berantakan "Ra, semalam mama kebangun. Terus mami lihat kamu diantar pulang pakai mobil, tapi bukan pak Dodi. Itupun juga bukan mobil kita Ra"
"Teman, itu teman Dira sama Ian" Jawab Indira
"Ra, kamu anak perempuan mami yang paling besar dibanding Indy. Tolong jangan ngerusak nama Owen"
Indira tertawa dan menghentikan kegiatannya "Mami pikir aku kayak perempuan di luar sana?"
Dianne menggeleng dan mencoba memperjelas ucapannya namun Indira keluar dari kamarnya, Diannepun diam dan merasa bersalah karena ucapannya
❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄
Next?
Like