UNTITLED

UNTITLED
Bab 122 Cerita Sedih



Bee merapatkan kembali selimutnya rasa kantuk masih menyerangnya setelah beberapa jam lalu Bee meminum obat alerginya.Hujan deras sempat menghiasi pagi tadi yang menjadikan udara puncak menjadi lebih dingin.


Bee berusaha melawan rasa kantuknya lalu melihat arloji di tangannya.Sudah hampir jam 12.Sesuai kesepakatan awal yang telah di informasikan rombongan Maha Group akan kembali setelah makan siang.Bee bergegas mengemasi barang-barangnya juga mengumpulkan barang-barang Inggrit yang berantakan.


Inggrit pastinya sedang bahagia sekarang menghabiskan waktu bareng Tirta pacarnya,karena kesibukan Tirta yang menjadi panitia acara kemaren itu menjadikan kebersamaan mereka menjadi terbatas.


"di puas-puasi mumpung gratiss !"


pesan Bee ke Inggrit saat pagi tadi selesai sarapan,Inggrit berpamitan ke Bee.


Bee duduk disofa,lalu mengamati sofa yang di dudukinya.Sekelebat bayang Alby hadir disana,mengulang memori Bee ke 6 tahun yang lalu.


Apa yang salah sebenarnya dengan dirinya sekarang.Yang dulunya kekeh untuk menghilangkan sosok Alby dari hati juga hidupnya karena alasan Alby telah menyakitinya berkali-kali.Tapi belakangan ada rasa bersalah yang hadir di diri Bee yang Bee sendiri bingung kenapa bisa merasakan itu.Usianya akan menginjak 28 tahun,seharusnya Bee sudah bisa berpikir lebih bijak dan menahan egonya.Tapi Bee belum bisa melakukan itu.


----------------------------------------


Semua rombongan Maha Group telah bersiap untuk menaiki Bus.Semua mata pun beralih melihat sebuah bus pariwisata yang memasuki area parkir.


Atia,Indah dan Alby menyambut kedatangan pengunjung yang turun dari Bus tersebut dengan ramah.Bee melihat spanduk yang terpasang di bagian bus.Dan membacanya dalam hati.Lalu mulai melihat anak-anak dengan senyum bahagianya keluar dari dalam bus.


Bee mencoba menjawab sendiri pertanyaan yang ada di kepalanya.Sambil melihat anak-anak belia tersebut yang terlihat mulai tak sabar untuk memulai petualangan mereka di Maha Resort ini.


" Ada saran dari orang spesial di hidup saya dulu agar memberikan undangan gratis kepada anak-anak yang menurut kebanyakan orang hidup mereka kurang beruntung juga keluarga yang kurang mampu.Jadi dalam sebulan di akhir minggu,Maha Resort akan menggratiskan semua wahana yang ada bagi mereka.Saya sudah menjalankan ini setahun setelah orang itu pergi tanpa pamit.Berharap apa yang saya lakukan akan dapat segera membawanya kembali ke saya"


ucap Alby ke Bee yang Bee sendiri tidak tahu sejak kapan Alby telah berada di sampingnya.


Bee menatap Alby dan tanpa sadar ada senyum kecil tersungging di bibirnya yang memperlihatkan lesung pipinya.Angin yang meniup cukup kencang mampu membuat rambut kuncir kuda Bee terbang bermain hingga ke wajahnya.Dan itu membuat perasaan Alby menjadi campur aduk.


"terima kasih..


terima kasih karena sudah mau mengabulkan harapan aku "


ucap Bee dengan senyum simpulnya dan berlalu, berjalan menarik koper nya karena melihat Sandra yang datang menghampiri mereka.


Bee berjalan menuju arah bus yang akan di tumpanginya dan tubuhnya harus jatuh terguling menghantam batuan keras dan koper yang tadi ditariknya harus terlepas karena adanya dorongan keras dari belakang punggungnya.


"Maaf,


saya tidak melihat anda berjalan karena tadi saya buru-buru"


terdengar suara permintaan maaf dari wanita yang berdiri di samping Bee tapi Bee merasa permohonan itu sengaja di buat-buat dan matanya bisa melihat Alby yang langsung berlari ke arahnya juga orang-orang yang melihat kejadian itu.


Bee menepis tangan Alby yang mencoba membantunya untuk berdiri.Rambut yang tadi diikatnya pun sudah terlepas dan tergerai.Bee dengan menahan sakit mencoba untuk berdiri kembali.


Bee yang sudah berdiri,sudah tidak peduli lagi dengan keadaan sekitarnya lalu mendekatkan tubuhnya ke Sandra,yang telah mengundang amarahnya.Bee dengan kasar lalu menarik kuat rambut Sandra hingga kepalanya tertarik ke belakang.Terdengar juga suara erangan dari mulut Sandra.


"BOCAH..!!


Anda ber urusan dengan orang yang salah.Anda harus tau diri dimana posisi anda sekarang.Ini peringatan pertama juga terakhir buat anda!!!"


Bee lalu melepaskan genggaman tangannya dan suasana tegang itu dilanjutkan dengan riuh suara tepuk tangan.


Bee menarik kembali kopernya dan meninggalkan keramaian akibat ulahnya.Sayup-sayup terdengar suara melengking Inggrit juga suara perempuan yang lain,yang menceramahi Sandra.Dan Bee tidak peduli dengan itu semua.


Langkah Bee kembali terhenti karena Alby yang sekarang berdiri menghalangi jalannya.Menatap tajam tapi dengan mata bersalahnya.


"Kamu baik-baik aja,Bee?"


tanya Alby dengan nada cemasnya.


"Bahkan, manusia seperti ini masih tetap kalian pelihara "


jawab Bee kasar dan berlalu meninggalkan Alby yang mematung menatap dirinya.


----------------------------------------


Bee merasakan tubuhnya sakit semua lalu berjalan ke kamar mandi karena merasakan sesak pipisnya.Melirik jam di dinding kamarnya setelah kembali dari kamar mandi Bee pun melihat handphone nya.


Jam sudah menunjukan jam 3 pagi lewat 10 menit.Bee tiba di rumahnya selesai magrib tadi dari Maha resort,berencana hanya baringan sebentar jadinya malah ketiduran.


Bee membulatkan matanya dan mencoba mengulang berkali-kali membaca chat group dari Whats App nya masih dengan rasa tidak percayanya.Bee lalu keluar dari kamarnya dan dengan hati-hati mengetuk pintu kamar Andra,adiknya.


----------------------------------------


Bee berjalan menyusuri koridor rumah sakit sesaat setelah Andra meninggalkan dirinya.Bee langsung berjalan menuju ruang operasi setelah mendapatkan informasi dari perawat yang sedang bertugas.


Ada beberapa orang yang sedang menunggu jalannya operasi yang sedang berjalan.Bee melihat orang-orang yang sedang cemas itu satu persatu.Lalu matany terhenti ke sosok lelaki yang terduduk menunduk menatap lantai.kedua tangan yang menopang di pangkuannya terlihat saling meremas menahan cemas.


Lampu ruangan operasi di salah satu ruangan telah padam,sontak semua orang langsung berjalan menuju sang dokter yang keluar dari ruang operasi.


"operasi berjalan lancar.tinggal menunggu masa kritis dari pasien saja.Dua orang pasien yang sedang mengalami masa kritisnya akan kita pantau terus,jadi mohon doa terbaiknya"


ucap sang dokter,lalu berlalu bersama beberapa perawatnya.


Beberapa orang di sana mulai membubarkan diri,apalagi terdengar perintah dari Alby untuk mereka kembali ke rumah masing-masing.


Bee menghentikan langkah lelaki yang Bee tahu adalah salah seorang karyawan kepercayaan Atia dan mencoba mendapatkan informasi darinya.


Mobil yang di membawa Atia juga Indah mengalami kecelakaan.Mobil mereka di tabrak dari belakang oleh truk yang rem nya mengalami masalah.Mobil itu pun terjun ke sebuah sungai.Kondisi supir sendiri sudah stabil.Indah dan Atia yang mengalami luka terparah dikepala mereka karena duduk dikursi belakang dan sekarang dalam kondisi kritis walau operasi telah sukses di lakukan.Mereka yang kuatir akan keadan Atia dan Indah malah di suruh istirahat dulu oleh anak Atia dan Indah karena tidak ingin juga mereka yang kuatir akan sakit karena kurang istirahat.Begitu informasi yang di terima Bee.


Bee menyalahkan kebodohan dirinya yang baru saja mengetahui kabar ini.Bagaimana kalau dirinya tadi tidak terbangun,pasti dia orang terakhir di Maha Group yang mengetahui keadaan serius ini.


Bee berjalan lagi menuju ruang operasi dan mencoba mencari tahu anak dari Atia dan Indah tapi tidak menemukan sosok lain selain Alby yang masih mematung.


"Mungkin paling lama 3 jam dari sekarang kedua pasien akan kita pindah ruangannya,pak.kita harus lihat kondisi pasien dulu sudah stabil atau belum"


informasi kembali perawat itu dan Alby hanya terdiam mendengarnya sambil melihat kepergian perawat itu.


Alby pun melihat Bee yang berdiri menatap dirinya.


Bee mencoba menjawab tanya hatinya tentang siapa Lelaki yang ada di hadapannya sekarang.


Alby Mahardika Maulana..


Atia Nugraha Mahardika..


Maha Group..


Maha Resort..


Alby yang dia tau adalah anak satu-satunya..


Atia dan Indah memiliki anak laki-laki tunggal..


Pikiran Bee pun terbawa ke beberapa tahun silam saat bertemu dengan wanita cantik di salon,saat Bee akan memangkas pendek rambutnya.Wanita itu mengatakan bahwa Bee adalah teman anaknya dan itu diketahuinya dari handphone milik anaknya yang menyimpan foto dirinya.Bukannya wanita itu adalah Indah.


Jadi..,


Alby adalah anak mereka.Bee pun kembali mengingat profil Alby pada sebuah katalog yang di bacanya bahwa Alby juga merupakan penerus dari perusahaan besar.Keyakinan Bee pun semakin besar kalau Alby adalah anak dari Atia dan Indah.


Bee berjalan pelan mendekati Alby yang sudah dalam posisi duduk.Enah kenapa ada rasa sedih yang dirasakan Bee melihat kondisi Alby sekarang.


Tubuh Bee kini berada tepat di hadapan Alby.Tapi Bee tidak tahu harus berkata dan bersikap apa sekarang.


Tanpa direncanakan,Bee memegang pundak Alby.Alby mengangkat wajahnya dan melihat Bee dengan mata merahnya.Bee pun menepuk-nepuk pelan pundak Alby.


Alby langsung merengkuh kuat pinggang Bee.Dan terlihat tubuhnya sudah terguncang.Mengeluarkan tangis yang dari tadi ditahannya.


"Begini rasanya Bee menghadapi ketakutan akan ditinggalkan orang-orang yang kita sayangi.Maaf,


Aku minta maaf karena dulu aku membuat kamu salah paham.Kejadian di bandara itu,aku emang sengaja menjemput Flora atas permintaan Ferry teman aku yang juga kakak Flora.Waktu itu papa mereka meninggal dunia dan Ferry meminta bantuan aku untuk menjemput adiknya di bandara.Saat itu aku membiarkan Flora menumpahkan rasa sedihnya dibahu aku,karena aku tau pasti saat itu dia sangat terguncang.


Aku merasakan itu sekarang Bee.Aku mencoba untuk mencari pegangan aku sekarang"


dengan terbata-bata Alby mencoba menjelaskan salah paham yang terlalu lama ada diantara mereka.


Bee pun meneteskan air matanya.Lalu menyumpahi keangkuhannya.


Bee membungkukkan tubuhnya dan merapatkan kepalanya dengan kepala Alby.Mengusap lembut kepala Alby.


"Maafkan aku,By..


karena ke angkuhan aku,


karena alasan aku yang tersakiti aku juga membuat kesakitan diantara kita..


aku tau ini gak adil buat kamu.


Aku.."


Bee pun semakin deras menumpahkan air matanya dan tidak tau lagi harus berbicara apa ke Alby.


"udah hampir pagi,kamu tidur aja dulu.Biar aku yang nunggu disini"


ucap Bee akhirnya di sela-sela tangisnya.


"aku gak akan pergi dari sini sampai tau keadaan orang tua ku"


jawab Alby sambil melepaskan rengkuhan tangannya.


Bee lalu duduk di ujung kursi yang.menepuk-nepuk pelan pangkuannya dan tersenyum kepada Alby.Alby membaca isyarat dari Bee,lalu merebahkan tubuhnya di kursi panjang itu dan meletakkan kepalanya di pangkuan Bee


"tidur la..!"


perintah Bee sambil tangannya mengusap lembut rambut Alby dan satu tangannya mengapus air mata yang masih tersisa di mata juga wajah Alby.


"gitu sampai rumah,aku langsung tidur tadi.Terbangun jam 3 pagi,begitu tau kabar ini aku langsung kesini.jadi jam tidurku sudah cukup "


ucap Bee mencoba menjawab rasa cemas Alby akan dirinya.


"aku yang akan jagain kamu,aku juga yang akan tunggui kabar Orang tua kamu.Kamu gak boleh sakit.jadi aku mohon tidur sekarang "


ucap Bee lagi pelan dan penuh permohonan.


Bee lalu mengambil tangan kanan Alby,menautkan jemari mereka erat.


"Maafkan aku,By...


aku mohon..


percaya sama aku.."


ucap Bee lagi sambil mencium lembut punggung tangan Alby yang ada di genggamannya.


Ada haru yang Alby rasakan,menatap Bee dan memberikan senyum kecilnya.Alby pun menutupkan kedua matanya yang sudah terasa perih.Dan membalas lebih kuat lagi genggaman tangan Bee.