
malam hari kemudian.
"bii" panggil Luna.
"hmm? " Jawab Bianca.
"kamu gak nyariin Rio apa? ini udh malem, dia belum pulang, mana Rio pergi berdua sama manusia jadi²an itu lagi.. kamu gak khawatir mereka ngapa²in gitu? gak takut mereka berbuat yang gak sewajarnya?! " ucap Luna yang Heran dengan Perilaku Bianca yang Begitu santai.
Bianca langsung terdiam.
"Biarin aja lah.. mungkin lagi bnyak kerjaan, mungkin ada proyek besar yang bikin dia sibuk" ucap Bianca.
"ya kamu gak bisa gitu aja dan biarin Rio terlalu lepas.. dia kan udh punya istri, ya mau gimana pun dia punya tanggung jawab dan kewajiban dengan istrinya, gak bisa diem²man gini doang" ucap Luna.
"dan apa yang harus dia lakuin sama aku? pernikahan ini tuh terpaksa! gak ada tanggung jawab dan kewajiban diantara kita.. kita hidup sendiri², gak ada kepedulian diantara kita.. kita cuman orang asing yang dipertemukan oleh perjodohan yang gak jelas ini! " ucap Bianca.
"perjodohan ini emang gak jelas, tapi pernikahan itu ibadah yang harus dilalui oleh pasangan yang mengikatkan dirinya dengan janji pernikahan.. kalo kalian ngejalanin pernikahan dengan cara tak memedulikan satu sama lain, buat apa pernikahan ini? " ucap Luna.
"aku tau itu, tapi diantara kita gak ada cinta lun.. lagi pula aku juga gak mau ngeganggu hubungan dia sama Tamara" ucap Bianca.
"kamu gak ganggu hubungan mereka bii.. kamu harus terus berusaha misahin mereka! Tamara itu gak baik! " ucap Luna.
"ya kalo aku berusaha misahin mereka, itu namanya ganggu hubungan mereka:" ucap Bianca.
"engga! ini beda bii.. kamu misahin mereka karena niat baik, bukan niat buruk" ucap Luna.
"susah! Rio udh terlalu percaya sama tamara" ucap Bianca.
"aku bakal terus bantu kamu bii!" ucap Luna sambil mengelus bahu Bianca.
Bianca terdiam dan menanggukan ucapan Luna.
.
.
.
.
.
jam 10 malam.
Rio belum juga pulang.
"bii.. jam segini Rio belum pulang, dia kemana bii? " tanya Luna.
"gak tau juga" ucap Bianca.
"kamu gak nelfon dia dan tanya dia dimana? " Usul Luna.
"aku gak punya nomor dia" ucap Bianca.
"Hah? gak punya nomor Rio? " ucap Luna kaget.
Bianca mengangguk.
"t-tapi kan kalian itu suami istri, mas gak tukeran nomor? " ucap Luna.
"Gak tau, lagi pula gak ad yang penting dan gak ada yang harus di obrolin juga di telfon" ucap Bianca.
"bukan gituu! kalo seandainya ada sesuatu yang penting atau darurat, kamu harus hubungin Rio kan?.. makannya itu, kamu perlu punya nomor Rio! " ucap Luna.
"yaudah nanti aku minta" ucap Bianca.
Luna hanya menggelengkan Kepalanya mendengar semua cerita yang tak wajar Di dalam pernikahan Rio dan Bianca.
.
.
.
.
.
1 jam kemudian.
Terdengar suara Mobil Rio sedang masuk garasi.
.
.
.
cklek..
Pintu dibuka oleh Rio.
"dari mana aja lo! " ucap Bianca.
"loh? Luna? kok ad Luna disini? " ucap Rio yang kaget dengan adanya Luna.
"gw tanya sama lo! lo dari mana aja! " ucap Bianca menghampiri Rio.
"bukan urusan lo! " ucap Rio yang langsung berjalan tanpa melirik Bianca.
Bianca mengejar Rio dan menahannya.
"itu urusan gw, karena gw istri lo! " ucap Bianca.
mendengar perkataan Bianca, Rio terhenti dan melirik Bianca.
Rio mendekatkan wajahnya pada Bianca.
"gw gak peduli! lo cuman Istri terpaksa gw! " ucap Rio yang langsung mengibas tangan Bianca dan membuat Bianca terjatuh.
"RIO! " ucap Luna meneriaki Rio.
Rio menoleh.
"lo itu apaan sih! Bianca itu istri lo! lo gak boleh kasar sama dia! " ucap Luna menghampiri Bianca dan membantu Bianca berdiri.
"lo gak usah ikut campur ! lo bukan siapa²! " ucap Rio.
"gw orang suruhan Tante risa,mamah lo! mau apa lo?! " ucap Luna.
"terserah! gw gak perduli!" ucap Rio yang langsung melangkah pergi meninggalkan Luna dan Bianca.
.
.
.
.
.
.
.
pagi hari kemudian.
Rio turun dari kamarnya dengan pakaian rapi dan bersiap pergi.
Saat Rio sudah sampai dibawah, Rio melihat Bianca Tertidur di sofa.
"ngapain dia tidur disana?! " ucap Rio yang langsung menghampiri Bianca.
Bianca terbangun.
"ngapain lo tidur disini? " tanya Rio.
Bianca terdiam dan mengingat kejadian tadi malam.
Tiba² Bianca teringat.
flashback.
malam itu Luna pamit pulang karena sudah larut malam.
Bianca mengantar Luna dan memesankan taksi online untuk Luna.
setelah Luna sudah pulang, Bianca menutup pagar.
tetapi saat sedang menutup pagar, ada seseorang yang membekap Bianca, dan membuat Bianca pingsan.
.
.
.
Bianca dibawa ke sofa dan di tidurkan disitu.
setelah itu, Bianca tak tau apa² lagi.
flashback off.
Bianca memegang keningnya karena dia merasa pusing.
"lo kenapa? " ucap Rio karena melihat Bianca memegangi keningnya.
Bianca memilih untuk tak menceritakan kejadian tadi malam, karena Bianca tau, Rio tak akan peduli soal itu.
"gapapa.. lo mau kemana? " tanya Bianca yang melihat Rio sudah rapi.
"ya mau ke kantor lah, mau kemana lagi! " ucap Rio.
"hari ini dan seterusnya gw bakal ikut ke kantor.. ini permintaan Mamah Risa" ucap Bianca.
"hah? gak gak! gw gak mau ya pergi ke kantor sma lo!" ucap Rio.
"mamah Risa gak ngomong ke lo? gak nelfon ke lo? " tanya Bianca.
"kemarin sih Nelfon, tapi gak keangkat" ucap Rio.
"mamah Risa itu mau ngasih tau lo itu! " Ucap Bianca.
"sekarang lo telfon Mamah Risa untuk mastiin, klo emang lo masih gak percaya" ucap Bianca.
"oke gw percaya, tapi gw mau semua karyawan gak tau kalo gw sama lo ada hubungan! " ucap Rio.
"gw pastiin semua orang gak tau klo kita udh nikah.. gw bakal kerja di kantor lo sebagai Sekertaris lo, pengganti Tamara" ucap Bianca.
"hah? tapi Sekertaris gw tamara, dan tamara juga masih bisa jdi Sekertaris gw! " ucap Rio.
"ini perintah Mamah Risa! " ucap Bianca.
"ish oke! " ucap Rio.
Bianca pun bersiap² untuk pergi ke kantor.
Rio menunggu Bianca didalam mobil.
.
.
.
.
.
selesai bersiap², Bianca langsung pergi ke mobil, dan masuk.
.
.
.
.
diperjalanan.
"Gw turun di deket² kantor aja, biar gak ada orang yang Curiga" ucap Bianca.
.
.
.
.
didekar kantor, Rio menurunkan Bianca dan Rio langsung pergi menuju Kantor.
.
.
.
Sesampainya Bianca di kantor, Bianca melihat Tamara menganggandeng erat Rio didepan Karyawan² yang sedang dikumpulkan oleh Rio.
Bianca pun langsung berdiri di pinggir Rio.
"saya akan mengganti posisi Tamara dengan Dia, dia adalah Bianca" ucap Rio.
Tamara yang mendengarnya kaget dan tak setuju.
"apa²an ini! kok kamu tiba² ganti posisi aku sama dia sih? " ucap Tamara kesal.
"maafin aku ya tamara, tapi ini keputusan aku" ucap Rio.
"tapi kenapa? " ucap Tamara dengan wajah sedihnya.
"maafin aku ya" ucap Rio.
"terimakasih semuanya.. hari ini saya akan resmi menjadi Sekertaris pa Rio, kalo begitu kalian boleh kembali bekerja" ucap Bianca.
semua pun bubar dan kembali bekerja.
"saya pergi ke ruangan dulu ya pa" ucap Bianca menundukan badannya dan langsung pergi menuju ruangan Sekertaris.
.
.
.
.
.
.
(like,komen, vote yaa.. biar author makin semangat up nya)