UNTITLED

UNTITLED
Bab 110 tidak ada lagi harapan



Alby masuk kedalam kamarnya dengan menahan rasa sakit yang ada.Alby duduk di samping tempat tidurnya,lalu berlahan membuka laci nakas yang ada disamping tempat tidurnya.Alby mengambil selembar kertas disana dan melihatnya pilu.


Selembar kertas yang berisi foto dirinya juga Bee beberapa hari yang lalu.Hadiah ini yang lu kasih ke gue sebagai hadiah perpisahan.


Alby tertawa pilu menyadari kebodohannya.Kenapa tidak menyadari sama sekali,perubahan sikap manis juga romantis Bee yang tiba-tiba kepadanya.


Alby menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur empuknya.Matanya langsung terpejam untuk menahan denyut sakit di hatinya lagi.


Hukuman apa yang lu berikan ku gue,Bee.Hukuman ini sangat kejam Bee.Lu berikan kenangan yang sangat manis sesat sebelum lu benar-benar pergi menjauh dari gue.


Lu biarkan salah paham jadi kehancuran hubungan kita.Lu gak kasih kesempatan buat gue untuk jelasi masalah apa yang terjadi saat itu.Bukan kah itu sangat tidak adil buat gue Bee.Lu vonis gue dengan hukuman berat ini.


Alby membuka matanya,Sebelah tangannya melalui ibu jari juga jari telunjuknya menjepit hidungnya kuat berusaha untuk menahan laju nafasnya.


Alby melepaskan jepitan jarinya dari hidung setelah merasakan ketidaksanggupan lagi menghentikan tarikan nafasnya.


Alby melihat gelang yang dipakainya,matanya pun terlihat makin sayu begitu pandangan matanya beralih ke foto yang ada di satu tangan yang lain.


gue bahkan gak sanggup membayangkan hari- hari gue nantinya tanpa kehadiran lu,Bee.Bisakah kita merasakan kebahagian itu tanpa kehadiran yang mengisi satu sama lain.


Semua ruang hati gue sudah terisi dengan lu,Bee.Gue bahkan tidak merasakan rasa cinta,sayang,bahagia,kehilangan juga kesakitan yang sungguh besar ini dengan Flora,cewek yang membuat lu salah paham.


Hari-hari gue yang akan gue lalui tanpa tawa,canda dan amarah lu,Bee.Gak akan ada lagi perdebatan yang nantinya diantara kita.Sanggup kah kaki ini untuk melangkah Bee.


Lu anggap gue apa,Bee ? lu sengaja berpaling dari gue,tidak mengindahkan kehadiran gue,tidak peduli akan hati gue mungkin juga tidak mau tau akan keterpurukan hidup gue nantinya.


Lihatlah Bee,bahkan gue merasa udara mengejek senang melihat kesakitan yang gue rasakan karena udara yang gue hirup begitu berat yang gue rasakan hanya sesak di dada ini.Apalagi yang bisa gue banggakan saat ini,Bee ???


Apa semua yang gue rasakan ini,lu juga rasain Bee ? atau hanya gue yang merasakannya sendiri ?gue hanya ingin menggapai lu,menjadi tempat sandaran lu,menjadi tujuan lu pulang saat langkah lu tersesat,menggenggam erat tangan lu saat lu merasa ada beban yang menghimpit berat,Menghapus air mata lu saat ada kepedihan yang lu rasakan.Terlalu egois kah gue memimpikan ini semua,lalu membuatnya menjadi nyata ?


Gue benar -benar terpuruk sekarang,Bee.Gue ngerasa kehancuran hidup gue.Kalau saja di hidup gue tidak ada orang yang menyayangi gue dan berharap banyak ke gue.Gue pasti..,


Akhhhh,


Ayah..


Bunda..,


Alby langsung mengerjapkan matanya seperti tersentak dari lamunan panjangnya.


Ayah...???


Bisa jadi ayahnya mengetahui tentang hal ini.Alby langsung bangkit dari tidurnya,ada harapan yang bisa membuatnya jadi lebih sedikit bersemangat sekarang.Alby pun melangkahkan dengan cepat kakinya keluar kamar.


----------------------------------------


"yah ?"


teriak Alby parau begitu membuka pintu kamar kedua orang tuanya.Dan melihat sang ayah yang akan berbaring di atas tempat tidurnya.Ayahnya yang akan berbaring pun mengurungka niatnya lalu melihat Alby dengan mata sedikit memicing.


Alby langsung berjalan mendekati sang ayah yang berdiri menatapnya.


"ayah,


Bee yah.Ayah tau Bee lanjuti kuliah ke luar negri.Apa ini ada hubungannya dengan ayah ?"


tanya Alby dengan suara terdengar putus asa.


Atia melihat anaknya dengan tatapan tidak percaya.Alby terlihat sangat kusut,mukanya juga terlihat pucat.


tanya Atia sambil menempelkan punggung tangan kanan nya ke dahi Alby.


Alby menatap ayahnya dengan pandangan memelas.


"yah.."


ucapnya lemah tapi penuh permohonan.


"kamu kan pacarnya kok tanya ke ayah "


"yah,bukan saat nya untuk becanda sekarang.Bee ngelanjuti kuliah dimana ?


pandangan Atia dan Alby langsung tertuju ke pintu kamar yang terbuka,masuk Indah dengan membawa nampan dengan gelas berisi air.Indah memandang kedua pria yang sangat dicintai nya itu dengan tatapan penuh tanda tanya.


Karena pemandangan yang sedikit aneh melihat Alby yang berada di kamar mereka.


"ada apa ?"


tanya Indah lalu meletakan nampan di atas nakas.


"Bee pergi bun.


Bee pergi tanpa permisi ke Alby,bun.


Alby gak tau sekarang Bee lagi dimana "


"bunda gak ngerti ne.


jelasi ke bunda dari awal dong "


ucap Indah lalu menarik tangan Alby dan membawanya duduk disofa dekat tempat tidurnya.


"bunda tolong bujuk ayah ya.tanya dimana Bee kuliah sekarang.Alby janji,Alby segera menamatkan kuliah S1 Alby terus ngelanjut S2 ke negara tempat Bee lanjut kuliah.Biar bisa ntar masuk nya barengan ma "


ucap Alby dengan terbata -bata menahan tangisnya.


Indah tertegun menatap anaknya yang terlihat sangat rapuh sekarang lalu beralih menatap suaminya yang menatap Alby dengan pandangan tidak percayanya.


"ada apa sebenarnya ayah ?"


tanya Indah tegas


Atia menekan-nekan ujung pelipis kanannya dengan jari telunjuk tangan kanannya.Sungguh,ini juga di luar perkiraannya.Dirinya bahkan tidak mengira perjanjian yang telah disepakati antara dirinya dan Bee membuat kondisi anaknya sekarang sangat memprihatinkan.


Atia lalu mengambil posisi duduk di sambing Alby dan sebelah tangannya memegang cukup kuat paha kiri Alby.


"Maafi ayah,nak.


Ayah sungguh tidak tau akibatnya malah seperti ini.Sekitar sebulan yang lalu,Bee menemui ayah di kantor membahas masalah beasiswa yang telah perusahaan tawarkan kepada anak magang pada umumnya.Saat itu memang Bee meminta ayah untuk merahasiakan keberangkatannya,juga keberadaannya tanpa terkecuali.Hanya ayah,Bee dan seorang pegawai yang mengurus keperluan Bee yang mengetahui ini semua.Ayah berpikir saat itu,Bee tidak mau keberadaannya diketahui oleh lelaki-lelaki di perusahaan ayah yang Alby tau sendiri berapa banyak lelaki yang mengejar Bee.Seandainya saja ayah tau,Bee meminta itu semua untuk menghindari Alby,ayah bakalan tolak permintaan itu.Sebagai seorang pimpinan juga sebagai seorang lelaki,pantang bagi ayah untuk melanggar janji yang sudah ayah ucapkan.Alby bisa mengerti kan posisi ayah sekarang ?"


ucapan ayahnya yang lembut membuat tubuh Alby langsung lemas.Benar-benar sudah tidak ada harapan lagi sekarang.batin Alby pasrah.


Melihat anaknya yang terkulai lemas,Atia segera menarik Alby kedalam pelukannya.Atia memeluk Alby kuat berusaha memberikan semangat baru kepada anaknya.Atia menahan sedihnya,begitu merasakan ada guncangan ditubuh Alby yang di rasakannya bahkan Atia bisa merasakan baju yang dikenakannya mulai basah dibahunya.


Alby menangis menumpahkan segala perih yang tadi di tahannya.Alby merasakan sudah diujung rasa sabarnya menahan kesakitan yang diterimanya.Air mata yang keluar itu bahkan tidak mau lagi berhenti mengalir dari mata itu.Ayah yang selama ini jadi pelindungnya pun ternyata tidak mampu mengurangi sedikit saja rasa sakit yang dirasakannya.