
pagi hari.
Bianca, Rio dan Reygan sedang Bersiap.
"Rio, Gw aja yang bawain Barang barang ke mobil, Lo nyalain mobilnya aja" ucap Bianca.
"eh, enak aja! mana bisa gw biarin Lo bawa Barang barang ini ke mobil sendiri. udah gw aja" ucap Rio.
"ihh! gw aja sih Rioo! Tugas Lo kan nanti nyetir" ucap Bianca.
"ya tetep aja, masa Istri gw bawa barang barang berat kaya gini sendiri?! udah gw aja" ucap Rio.
"gw aja Rioo" ucap Bianca.
"udah sihh gw ajaa" ucap Rio.
"heh udah! berantem Mulu kalian!! Rio, Lo mending langsung ke mobil, biar Barang barang Lo sama Bianca gw yang bawa" ucap Reygan.
"beneran Lo yang bawa? Lo ga pake bantuan Bianca lagi kan?!" ucap Rio.
"engga elah!" ucap Reygan.
"yaudah bagus deh kalo gitu" ucap Rio pergi meninggalkan Bianca dan Reygan menuju Garasi mobil.
"kak" panggil Bianca.
"apa bii?" tanya Reygan.
"mau Bianca bantu gak?" tawar Bianca.
"engga deh, nanti suami kamu marah. ga usah " ucap Reygan.
"kalo dia marah, ya Bianca marahin balik" ucap Bianca.
Reygan tertawa kecil.
"kamu kaya ga tau marah Rio kaya gimana aja" ucap Reygan.
"iya sih. Rio kalo marah tuh mesum" ucap Bianca nada kecil.
Reygan semakin tertawa dengan Ucapan Bianca itu.
"udah-udah, mendingan kamu langsung ke mobil aja. kaka masih ada yang harus di bawa di kamar " ucap Reygan.
"terus barang barang aku gimana? mending Aku aja yang bawa sendiri" ucap Bianca.
"nanti Kaka bawa ke mobil kok, kamu mendingan susul suami kamu itu" ucap Reygan.
"tapi Kaka beneran gapapa?" tanya Bianca.
"iya bii, Kaka Suka kok bantu kamu. kan selama Kaka disini, selalu kamu yang bantu Kaka" ucap Reygan.
Bianca tersenyum dan mengangguk.
"yaudah Bianca Langsung ke mobil ya. kalo butuh bantuan apa apa, bilang Bianca aja" ucap Bianca.
Reygan mengangguk.
Bianca pun meninggalkan Reygan menuju Mobil.
Tak lama kemudian, Reygan keluar rumah dengan membawa barang barang Bianca dan Rio.
Bianca menatap Rio.
"Rio" ucap Bianca.
"iya iya, gw bantu" ucap Rio yang langsung pergi menghampiri Reygan.
Saat Rio ingin merebut koper yang Reygan bawa, Reygan langsung menghindar.
"gw udah tau Lo pasti rebut yang udah gw bawa. sana bawa yang masih di dalem" ucap Reygan yang lanjut berjalan.
Rio menghela nafas kasar.
Ia berjalan masuk ke dalam rumah dan mengambil barang barang Yang masih berada di sana.
1 koper lagi, dan Ada 2 tas berukuran tak besar namun tak kecil juga, yang masih tersisa.
Rio membawanya serempak.
Saat Rio keluar rumah menuju Mobil, Bianca dari arah samping pintu tiba tiba merebut 2 tas yang dibawa Rio, dan membawanya untuk membantu Rio.
"eh, Kok bawanya dua sih! kan berat!" ucap Rio mengejar Bianca yang sudah berlari terlebih dahulu menghampiri mobil.
Bianca dan Rio memasukan koper dan kedua tas itu, sedangkan Reygan sedang membuka pagar Rumah.
Rio masuk ke dalam Mobil itu, yang mana itu adalah Mobil Reygan. Rio masuk ke dalam jok tempat mengemudi. Rio yang menyetir, karena Bianca menyuruhnya.
Bianca menutup Dan mengunci rumah, lalu membawa kuncinya itu padanya.
saat Mobil sudah dikeluarkan oleh Rio, Bianca juga mengunci pagar rumah.
Semua telah terkunci, Bianca dan Reygan pun masuk ke dalam Mobil.
Bianca duduk di depan, samping Rio. karena itu perintah Reygan.
Mobil pun berjalan.
..
masih di perjalanan.
Rio menghentikan Mobil nya di pinggir jalan.
"kenapa?" tanya Bianca.
"sekarang jam berapa?" tanya Rio.
Bianca mengeluarkan Ponsel nya. ia melihat jam yang ada di ponselnya.
"jam 11" ucap Bianca.
"Lo belum makan Pagi kan?! astagaa kenapa gw baru inget!" ucap Rio menepuk Dahi nya.
"Lo juga belum makan" ucap Bianca.
Rio mengangguk.
"tapi gw gapapa. gw khawatir sama lo" ucap Rio.
Lalu Rio menoleh kebelakang tempat Reygan duduk.
"Lo udah makan?" tanya Rio.
"yaudah mendingan Kita mampir tempat makan dulu, biar sekalian makan siang juga" ucap Rio.
Reygan dan Bianca menyetujui.
Rio pun Mengendarai mobil itu membawa Mereka ke salah satu tempat makan terdekat disana.
Rio membawa Bianca dan Reygan masuk ke dalam tempat makan ini.
"gw kalo Dari Jakarta ke bandung, atau dari Bandung ke Jakarta, suka makan disini. tempat makannya Sederhana sih, tapi Makanan nya enak kok" ucap Rio.
Bianca Tersenyum.
"gw malah lebih percaya Makanan di tempat makan sederhana, dari pada makanan di restoran mewah" ucap Bianca.
"yaudah ayo masuk" ucap Reygan yang mendahului Masuk ke dalam tempat makan itu.
Rio menggandeng Bianca menuju dalam Tempat makan itu.
Di dalam, mereka memilih tempat duduk Di dekat kolam ikan.
walaupun Tempat makan Sederhana, namun Tempatnya begitu nyaman.
"kalian pesen aja dulu ya, gw mau ke toilet" ucap Reygan yang telah berlalu pergi.
Bianca mengambil menu yang tersedia di meja itu.
" Lo mau makan apa?" tanya Bianca.
Rio tersenyum namun tak menjawab pertanyaan Bianca.
Rio melambaikan tangannya pada Seorang pelayan.
"mba" ucap Rio
Pelayan itu menghampiri mereka.
"ada yang bisa saya bantu?" tanya Pelayan itu ramah.
"kaya biasa ya. tapi 3 porsi" ucap Rio.
"oh ini pa Rio yang sering mampir di tempat makan kami ya"
"selamat datang kembali pa Rio. saya akan cepat datang kembali membawa pesanan anda" ucap Pelayan itu membungkuk hormat lalu pergi meninggalkan Rio dan Bianca.
Bianca menatap heran.
"Lo kenal sama cewe itu?" tanya Bianca.
"Iya. dia Anak nya pemilik tempat makan ini, tapi dia gak mau kerja sebagai bos disini. dia mau nya kerja sebagai pelayan. hebat ya dia" ucap Rio.
Bianca cemberut.
"udah deh, gw mau ke toilet dulu nyusul Kak Rey" ucap Bianca.
Sebelum Bianca melangkah, Rio langsung menariknya kembali duduk. ia tersenyum.
"cie cemburuu" ucap Rio.
"cih apaaa. engga ya!" ucap Bianca membuang muka.
"cemburu. keliatan tuh dari mukanya" ucap Rio.
Bianca memegang wajahnya.
"kenapa emangnya?" tanya Bianca.
Rio tertawa kecil.
"cantik" ucap Rio.
Bianca menghela nafasnya.
"gak usah gombal, gw lagi kesel" ucap Bianca.
"itu bukan kesel namanya, itu cemburu sayang" ucap Rio.
Bianca menutup matanya sekilas "terserah Lo" ucap Bianca.
Tak lama kemudian, Reygan datang dan duduk.
"jangan bercandain Ade gw Mulu" ucap Reygan.
"gw gak bercandain kak. dia lagi cemburu tadi" ucap Rio.
"apasih, engga" ucap Bianca.
Rio tertawa kecil.
..
Pesanan mereka datang.
Seperti yang di pesan Rio, 3 porsi.
"bii, ini kamu yang pesen? tau aja Kaka Suka banget sama ini" ucap Reygan.
"tapi bukan Bianca yang pesen. itu Rio" ucap Bianca.
"ini makanan kesukaan gw juga" ucap Rio.
"Lo ikut ikutan gw terus ya?!" ucap Reygan.
"dih, orang gw emang suka ini dari dulu" ucap Rio.
"gw juga suka ini dari dulu" ucap Reygan.
"Lo kali yang ngikut ngikut gw" ucap Rio.
"Lo" ucap Reygan.
"Lo!" ucap Rio.
"eh udah! jangan berantem terus!" ucap Bianca.
mereka berhenti berbicara.
setelah itu, mereka langsung melahap makanannya hingga habis.
...----------------...