
Pintu kamar yang sudah tertutup rapat setelah Navy meninggalkan kamar Alby.Bee melangkah pelan mendekati pembaringan Alby,bukan rasa takut yang dirasakannya sekarang tapi cemas yang menumpuk karena ketidak inginan Alby untuk bertemu dengannya.
Tepat seperti dugaannya,Alby sangat enggan menanggapi kehadirannya terbukti dengan posisi tubuhnya yang masih membelakangi Bee.Bee tau akan seperti ini nantinya,mental yang telah disipakannya setelah yakin akan keputusannya benar-benar akan diuji sebentar lagi.
Bee akhirnya mengambil keputusan untuk duduk di pinggiran kasur yang searah dengan kepala Alby.Sungguh,keinginan yang luar biasa harus ditahannya untuk bisa membelai rambut lelaki yang sangat dicintainya ini.Bee saling menautkan kedua tangannya untuk menahan hasrat dirinya membelai kepala Alby dan matanya masih terus menatap tubuh Alby yang berbaring memunggungi dirinya.
Bee menarik nafas panjang mencoba mencari kekuatan di sana.
"Aku,Queen Bee Cantika.
Cewek single yang sekarang berusia 28 tahun,yang menurut kebanyakan orang aku cewek cantik,baik hati,nyenengi juga ngangeni.Aku juga sekarang bekerja di Perusahaan besar dengan gaji yang lebih dari cukup untuk kehidupan aku "Bee mencoba melihat reaksi Alby,tapi sepertinya belum berhasil membuat Alby bergeming sedikitpun dari posisinya.
"Usia 28 tahun kalau bisa dibilang normalnya pasti udah ngerasai yang namanya cinta pertama dilanjutkan dengan cinta lainnya yang menghampiri apalagi pacaran.
Aku Queen Bee Cantika,merasakan cinta pertama aku saat aku berusia 17 tahun ketika aku duduk di kelas 3 SMA dengan cowok pindahan ke sekolahku.Saat itu,aku mencoba menahan juga menghentikan perasaan ini karena begitu banyak cewek yang lebih cantik juga populer yang jadi saingan aku.Tapi,inilah pilihan hatiku.Aku tidak bisa berbuat apa-apa dengan perasaan ini,walau mulut aku bilang tidak tapi hatiku terus saja berjalan bahkan berlari mencari cinta lelaki itu.
Secara bersamaan aku jatuh cinta,aku juga merasakan sakit karena cinta,aku merasakan rindu yang sangat,aku juga harus menahan amarah karena cemburu,harus menerima malu karena sikap aneh ku,juga harus kehilangan teman terbaikku.
Tapi aku tidak menyesal menerima semua itu.
Hal yang sangat membuat ku harus bersahabat dengan yang namanya kesakitan adalah saat lelaki itu tiba-tiba menjauhi aku tanpa aku tau salah ku.Membiarkan aku dalam kesendirian aku pada saat aku tidak punya teman selain dirinya,
Memupuk rasa benci di hatiku untuk nya karena harus melihatnya berbagi cerita juga menikmati bahagia dengan gadis lain.Tega,aku bisa menyimpulkan kata itu saat itu."
Bee terdiam sejenak menunggu reaksi Alby kembali tapi belum juga Alby keluar dari dunia diamnya.
"aku pernah merasakan wanita paaaaaaaling beruntung karena lelaki itu akhirnya mengajak aku menikah !
Bisa dibilang undang-undang dasar dalam hidup yang kuciptakan adalah cinta pertama aku akan jadi pacar pertama aku dan kelak akan jadi suami aku.
Dan saat itu,cinta pertama aku langsung mengajak aku menikah jadi ada fase yang aku lewati,itu yang membuat aku menjadi sangat wanita sangat beruntung.
Saat itu aku berfikir sangat keras untuk bisa menerima ajakan itu karena usia kami yang terbilang masih muda,tapi akhirnya aku meng iyakan ajakan itu walau akhirnya..,
pernikahan itu gagal kami langsungkan karena..
Salah paham.
Salah paham karena saat itu emosi yang menggulung hatiku,akhirnya..
karena kebodohan aku,aku mengambil keputusan yang salah.Aku menjalani hari-hari itu dengan tersiksa sebenarnya karena harus berperang dengan hatiku melawan cintaku,meredam rindu yang siap meledak,melenyapkan segala pikiran aku tentang lelaki itu yang terus saja menghampiri otakku.Munafik kalau aku bilang aku baik - baik saja saat itu.Aku sadar ternyata itu salah karena aku merasa menyesal setelah mengetahui kebenarannya.
6 tahun bukanlah waktu yang sebentar yang harus ku habiskan dengan sia-sia.Aku marah dengan diriku saat itu karena ternyata bukan aku saja yang tersiksa menjalani hari-hari itu,lelaki yang sangat aku cintai itu juga merasakan yang sama denganku.
Alby Mahardika Maulana,
Itu nama lelaki yang merupakan cinta pertama aku.Lelaki yang membuat hidupku bewarna,lelaki yang akan menjadi tujuan akhir bahagiaku.Lelaki itu yang menjadi alasan terbesar aku sekarang semangat menjalani kehidupan ini.
Lelaki itu aku tau,sekarang sedang berada dalam keterpurukan.
Aku juga tidak akan mengatakan akan lebih mudah bersamaku menjalani hidup ini tapi aku yakin dengan kita bersama,dan kita mau berbagi merasakan kesakitan ini,kita isi dengan tawa kita,aku yakin kita bisa melupakan sejenak kesakitan itu sampai waktunya nanti kita bisa dengan ikhlas menerima kenyataan yang cukup menyakitkan ini.
Bukan tanpa alasan aku melakukan ini.Aku sudah melakukan satu kesalahan besar dalam hidupku dan akau tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi.Alasan lainnya,karena aku yakin cinta yang aku rasakan juga dirasakan juga olehnya.Alasan lainnya lagi,keadaan dirinya yang mungkin menurut penilaiannya sangat memprihatinkan dan itu sama sekali bukan mejadi beban buat aku.
Kalau semua alasan itu belum juga cukup untuk membuatnya menerima kehadiranku dalam hidupnya maka akan aku buat lagi alasan-alasan lain yang akan bisa diterimanya yang gak akan bisa nantinya menolak kehadiran aku.
Demi apa pun dalam hidupku,aku merendahkan diriku sekarang di depan lelaki yang sangat aku cintai.Aku mohon,jangan diamkan aku seperti ini.Aku lebih memilih dia menghardik ku,mencaci maki aku,aku lebih memilih.."
akhirnya pertahanan Bee rubuh juga.Air mata itu akhirnya tumpah.Sekuat tenaga Bee tidak mengeluarakan suara tangisnya tapi malah terdengar suara isakan yang membuat pilu ruangan.
Satu gerakan yang begitu ditunggu-tunggu Bee akhirnya terjadi.Alby akhirnya merubah posisi tubuhnya dengan susah payah dan berhadapan dengan Alby.Bee langsung melihat wajah Alby yang telah penuh dengan air matanya.
"kamu layak bahagia,Bee "dengan suara bergetar Alby mengatakan itu.
"bahagia aku ada di kamu,By"jawab Bee dengan isakannya
"selain bahagia,kamu juga harus mencari pasangan yang bisa melindungi kamu "
"hidup aku hanya terasa sangat terancam bila Alby Mahardika Maulana tidak ada di sampingku"
"aku cacat,Bee.Bahkan dokter sudah memvonis aku tidak akan bisa berjalan lagi seumur hidup aku "
"Itu seharusnya yang jadi alasan kamu terima aku,By.Kamu seharusnya tau diri gak akan ada cewek lain yang dengan rela menghabiskan sisa hidupnya bersama kamu.Cuma aku ! hanya aku !Queen Bee Cantika saja cewek tersisa yang ada di bumi ini yang dengan rela mengemis cinta dari Alby Mahardika Maulana "
Dengan suara sedikit meninggi Bee mengatakan itu sambil tubuhnya telah bersimpuh di lantai dan tangannya erat memegang pergelangan tangan Alby.
Alby melihat Bee yang sedang menatapnya.Keduanya saling tatap dengan tumpukan air mata yang masih terus mengalir dari mata keduanya.Masing-masing mencari kebenaran di mata yang mereka tatap,mencari celah kebohongan dari binar mata itu.
"gadis bodoh !"
rutuk Alby akhirnya sambil satu tangannya menarik leher Bee ke dalam dekapannya.Bee merasakan bahagia luar biasa karena bisa meruntuhkan tembok kokoh itu akhirnya.
"ini takdir ku,By.
Takdir kita !
dan aku tidak menyesal menerima semua ini"
ucap Bee pelan yang masih dalam dekapan Alby.
"aku jadi lelaki yang sangat beruntung,Bee"
Alby membisikan kalimat itu tepat ditelinga Bee.Bee berlahan pun menatap wajah Alby dengan wajah seriusnya.
"merasa beruntung karena mendapatkan gadis bodoh maksudnya ?"sedikit ketus Bee mengucapkan itu yang langsung membuat tawa keras Alby dan Bee juga ikut tertawa senang karena akhirnya bisa membuat tawa lelaki yang dicintainya itu.