UNTITLED

UNTITLED
kabar bahagia atau kabar buruk?



melewati hari demi hari Masih di iringi dengan sakit perutnya itu.


Bianca berhasil melewati satu bulan Melawan rasa sakit perut nya yang semakin hari semakin Menyiksanya, bahkan ia semakin ragu bahwa Ini hanya sakit perut biasa. tamu bulanan nya pun belum kunjung datang.


ia tak berniat memberitahu Rio karena ia tak mau Rio khawatir dan membawanya ke rumah sakit.


"besok Lo ke kantor?" tanya Bianca.


Rio mengangguk.


"iya. ada meeting jam satu siang" ucap Rio.


"pergi jam berapa?" tanya bianca.


"pagi kayanya, soalnya ada yang harus disiapin juga" ucap Rio dibalas anggukan Bianca.


"habis meeting pulang kan?" tanya Bianca.


"iya. tapi mampir sebentar ke resto buat cek keadaan aja. udah lama juga ga cek resto, takutnya ada masalah disana" ucap Rio.


Bianca mengangguk.


"kenapa emangnya?" tanya Rio.


"gapapa. gw nanya doang" ucap Bianca.


..


Pukul dua siang tepat, Ponsel Rio berdering.


Rio mengangkatnya.


"halo"


[ ......]


"harus sekarang?"


[.......]


"yaudah saya kesana"


Rio langsung memutus sambungan telfon itu.


"siapa?" tanya Bianca yang sedari tadi memerhatikan Rio.


"dari kantor. katanya ada yang penting gitu, tapi gw ga tau apa" ucap Rio.


"mau pergi sekarang?" tanya Bianca.


Rio mengangguk, Bianca menatap lesu.


"kenapa?" tanya Rio menyadari tatapan lesu Bianca.


"ga tau kenapa perasaan gw ga enak" ucap Bianca.


Rio mengelus kepala Bianca.


"ga usah khawatir ya. biasanya juga gapapa kan?" ucap Rio.


Bianca mengangguk tipis.


"gw pergi ke kantor sekarang gapapa kan? gw ga bakal lama kok. liat, gw aja cuman pake kaos sama jeans doang" ucap Rio.


"yaudah. jangan lama lama ya" ucap Bianca.


Rio mengangguk.


ia mengelus kepala Bianca dan mencium keningnya.


"hati hati ya" ucap Rio.


"lah, harusnya gw yang bilang hati hati" ucap Bianca.


"ya gapapa. hati hati di rumah yaa" ucap Rio.


"Lo juga hati hati ya Rio" ucap Bianca.


Rio keluar Dari pintu Utama dan pergi meninggalkan sang istri.


Bianca menghela nafasnya.


ia melamun sebentar hingga tiba tiba tubuhnya kembali dalam keadaan yang aneh. Kali ini Mual juga Datang.


Ia berlari menuju kamar mandi karena mual.


Selama sepuluh menit, akhirnya ia keluar.


Bianca mengambil air mineral hangat untuk minum.


ia duduk di sofa Dan Menyenderkan kepalanya pada Punggung sofa.


"gw kenapa sih belakangan ini" ucap Bianca lesu.


"gw kira gw cuman sakit perut karena belum datang bulan, tapi sampai sekarang gw belum datang bulan juga.. terus kenapa makin hari sakit perut gw ini makin sakit.. dan baru hari ini gw mual mual" ucap Bianca.


"gw juga belakangan ini aneh banget. banyak mau, selalu pengen Deket sama Rio" ucap Bianca


Setelah Perkataan panjang lebarnya itu, ia duduk tegak menyadari sesuatu.


"tunggu"


"belakangan ini gw sakit perut, hari ini gw mual mual, gw telat datang bulan, belakangan ini banyak mau" ucap Bianca melongo kaget.


"apa jangan jangan gw-" ucap Bianca memotong perkataan nya.


Ia membuka ponselnya.


Di internet Bianca melihat tanda tanda Kehamilan, dan semua itu terjadi pada Bianca.


Bianca menutup mulutnya tak percaya.


"gw harus cek" ucap Bianca.


Ia membawa Ponsel dan Tas kecil nya, lalu keluar rumah.


Selama dua puluh menit, ia menunggu Taksi lewat dan akhirnya satu taksi pun lewat.


"tujuan nya kemana mba?" tanya Supir taksi itu.


"ke supermarket terdekat ya pak" ucap Bianca dengan wajah bahagia.


"baik mba" ucap Supir itu.


lalu langsung menancap gas nya menuju supermarket terdekat.


hanya butuh sepuluh menit untuk sampai di lokasi.


ia mencari Test pack di supermarket itu.


setelah menemukannya, ia membawanya ke kasir dan membayarnya.


"mba, kalo toilet dimana ya?" tanya Bianca setelah menerima test pack itu.


Karyawan itu pun menunjukan lokasi toilet supermarket itu.


Bianca langsung pergi ke toilet.


Ia mencoba Test pack yang telah ia beli.


selama beberapa menit menunggu, akhirnya hasil nya pun keluar.


dua garis terpampang jelas di test pack itu.


Bianca menutup mulutnya tak percaya. bahagia.


ia langsung keluar toilet dan berjalan sembari membuka ponselnya.


Ia memencet kontak Rio dan mengirimi pesan.


"Rio, cepet pulang. gw punya kabar bahagia"


itu isi pesan nya.


telah terkirim, namun belum terbaca.


di sisi jalan besar itu, bianca berdiri dan mencoba menyebrangi jalan untuk menemukan Taksi Yang searah jalan pulang.


Saat Ia menyebrangi Jalan, ia tak fokus.


Dari arah samping, Truk besar berjalan ugal ugalan tanpa Berusaha Menancap rem.


..


"baik pa Rio. terima kasih atas waktunya" ucap Klien Rio yang baru saja meeting dengan nya.


"terima kasih kembali, semoga kita bisa bekerja sama" ucap Rio berjabat tangan dengan klien nya.


klien Rio keluar ruangan, dan Rio menuju Ruangan nya.


Di ruangannya, ia mengambil ponselnya.


Ia kaget karena mendapat beberapa Misscall dari nomor tak dikenal.


"ini nomor siapa?" ucap Rio bingung.


Ia beralih pada pesan yang Bianca kirim pada nya.


"Rio, cepet pulang. gw punya kabar bahagia"


Rio tersenyum.


ia tak membalasnya, namun langsung pergi dari kantor untuk menemui Sang istri.


Saat sedang berjalan Menghampiri mobil nya, Ponsel Rio Berdering.


dari nomor tak di kenal.


Rio bingung, namun ia menjawabnya.


"halo"


[ halo selamat siang pak, saya dari rumah sakit cempaka ingin memberi kabar bahwa .....]


"APAA?!!"


"saya kesana sekarang"


Rio memutuskan sambungan telfon nya, dan berlari menuju mobilnya.


ia menancap gas menuju lokasi yang ia tuju.


membutuhkan selama dua puluh menit untuk sampai di rumah sakit yang ia tuju.


Setelah memarkirkan mobilnya di basement, ia Langsung berlari menuju lobby rumah sakit.


ia menghampiri tempat reseps Di lobby.


"mba, istri saya Dimana?" ucap Rio dengan wajah khawatir.


"nama nya siapa pak?" tanya resepsionis itu.


"Bianca. Bianca agatta" ucap Rio.


"pasien bernama Bianca agatta sedang dilarikan ke UGD akibat kecelakaan di tabrak Truk" ucap Resepsionis Rumah sakit itu.


Jantung Rio seperti berhenti berdetak.


nafas nya tiba tiba berhenti.


satu tetes air mata berhasil jatuh dari mata nya.


ia berlari menuju UGD di rumah sakit itu.


Ada dua penjaga di depan Pintu UGD.


Rio ingin masuk, namun kedua penjaga itu menahannya.


"itu istri saya! saya harus masuk!!" ucap Rio terus berusaha masuk.


"bapak belum bisa masuk, karena Pasien sedang di tindak oleh dokter" ucap salah satu penjaga itu.


"tapi itu Istri sayaa!!!" ucap Rio.


"iya pak kami mengerti, tapi bapak harus tenang dan sabar. bapak duduk dulu ya pak" ucap Salah satu penjaga lain nya.


Rio yang tadinya Terus mencoba Masuk, kini ia berdiri lemas. salah satu penjaga Membawa nya duduk di kursi tunggu UGD.


"bapak tunggu disini ya pak. setelah dokter keluar, bapak bisa mengobrol dengan dokter" ucap penjaga itu.


Penjaga itu kembali berdiri di depan pintu, meninggalkan Rio duduk sendiri.


Rio sudah tak bisa menahan air matanya.


Ia menangis dan Memukul dinding hingga Jari jari nya berdarah.


Perasaan nya campur aduk.


ia tak bisa apa apa.


...----------------...