UNTITLED

UNTITLED
memastikan perasaan



Rio dan Bianca Duduk di sofa yang sama, tetapi tak ada percakapan sedikitpun.


Rio dari tdi hanya berfokus pada Tv nya.


sedangkan Bianca hanya duduk sambil melamun.


"Bener kata kak Rey.. Mungkin aku Udh mulai suka sama Rio.. Ck Tugas ini bikin aku Pusing!" Batin Bianca sambil mengacak acak rambutnya.


"Lo kenapa sih?" tanya Rio tanpa menoleh.


"gak" jawab Bianca datar.


"Boong, Lo lagi mikirin apa?" tanya Rio sekali lagi.


"gak mikirin apa apa!" jawab Bianca Lagi.


"yaudah Temenin gw ke kamar" ucap Rio Sambil memencet Tombol Remote off.


Rio berjalan sambil menarik Bianca.


"Ck, dia ngapain sih!" batin Bianca.


"jangan tarik tarik gw bisa gak?! gw punya jalan, punya mata, gw bisa jalan sendiri" ucap Bianca sambil melepaskan Tangannya dari Genggaman Rio.


"yaudah cepetan, gw mau ngomong sesuatu sama Lo" ucap Rio sambil berlalu pergi.


"ngomong sesuatu?" tanya Bianca pada dirinya sendiri.


Bianca pun berjalan menuju Kamar Untuk menyusul Rio yang telah dulu Pergi.


di kamar.


Bianca duduk di Kasur samping kanan, sedangkan Rio di pinggirnya.


Mereka berdua tak saling bertatapan.


"mau ngomong apa?" tanya Bianca tanpa menatap Rio.


"Lo suka sama gw?" tanya Rio to the point.


pertanyaan Rio barusan membuat Bianca cegukan saking kagetnya.


"kok lu cegukan?" tanya Rio heran.


"g-gapapa gapapa" ucap Bianca mengatur nafasnya agar cegukannya berhenti.


Setelah berhenti, Rio bertanya kembali.


"Lo suka sama gw?" tanya Rio menatap intens Bianca.


Bianca hanya mematung dan tak berani menatap Rio.


"Heh, gw ngomong sama Lo, tatap gw kek!" ucap Rio menghadapkan wajah Bianca pada wajahnya.


Bianca tetap tak mau Menatapnya.


Walau jarak wajahnya dengan wajah Rio sekarang sangat dekat.


"e-emang apa untung nya buat Lo klo gw jawab pertanyaan bodoh Lo?!" ucap Bianca tanpa menatap Rio.


Rio menarik Dagu Bianca agar Wajahnya lebih dekat.


"gw bakal lakuin apa yang seharusnya kita lakuin di malam pertama Hari pernikahan kita" ucap Rio menatap Intens setiap titik wajah Bianca.


Bianca ingin menjauhkan wajahnya, tetapi Rio malah menahan tekuk leher Bianca.


"jadi... apa jawaban Lo?" tanya Rio dengan senyuman Mematikan.


Bianca menjadi merinding ketika melihat Senyuman mematikan Rio timbul di depan matanya.


"Lo gak ush Deket Deket deh" ucap Bianca mendorong dada bidang Rio.


Tetapi dorongan itu tak sebanding dengan kekuatan Rio, Rio masih ditempat yang sama tanpa terdorong kebelakang sedikitpun.


"Rioo, jangan gini kek!!" ucap Bianca memberontak.


"sayang, klo Lo Gak suka sama gw, sampe kapan Kita bakal punya anak?!" ucap Rio lembut tapi membuat Bianca Merinding.


"Lo gak waras ya! gw telefon mamah ya!" ucap Bianca mengancam.


Rio tertawa Kecil.


"yaudah telefon aja.. paling Kalimat pertama yang Keluar dari mulut mamah Lo itu, minta cucu" ucap Rio.


Bianca belum terfikir sampai sana


Rio benar, Bahkan Pernikahannya dengan Rio pun itu adalah Perjodohan Mamah nya sendiri, pasti Mamah akan Mendukung Rio lebih lebih ini tentang cucu.


"jadi gimana sayang? Mau hari ini?" tanya Rio membuat Bianca makin merinding.


"gw bakal telefon Kak Rey klo Lo berani lakuin itu!" ucap Bianca mengancam kembali.


"silahkan.. Gw yakin, segimana pun Dia benci sama gw, dia gak akan bisa Larang gw karena gw dan Lo udh halal" ucap Rio.


"ck.. sekarang gw tanya sama Lo.. Lo suka sama gw?" tanya Bianca.


"karena gw yang pertama nanya, jdi Lo yang pertama jawab!" ucap Bianca.


"gak! gw gak suka sama Lo!" ucap Bianca.


Rio tersenyum, lalu ia menjauhkan Wajahnya Dari wajah Bianca.


"oke, gw juga ga ada rasa kok sama Lo, tenang aja, gw gak bakal Nyentuh Lo" ucap Rio.


Rio merebahkan dirinya dan membelakangi Bianca.


"gak bakal Nyentuh gw? kok rasanya sesek ya dada gw" batin Bianca sambil memegang dadanya.


"gak gak gak, gw Gak boleh nyesek kaya gini.. gw harus lupain Perasaan gw! sekarang gw harus kerjain Misi Dengan baik!" batin Bianca menarik nafas dan membuangnya Lembut.


Bianca pun ikut merebahkan dirinya, tetapi dia menghadap pada Punggung Rio.


"kayanya gw bener bener udah sayang sama Rio" Batin Bianca sambil menatap Punggung Rio.


Bianca tak menyadari, bahwa Air matanya menetes Entah karena apa.


Akhirnya Bianca memutuskan untuk melupakan suara hatinya dan memejamkan matanya Untuk menidurkan dan menenangkan Raga dan pikirannya.


tak beberapa lama kemudian, Bianca Tertidur lelap.


Rio membalikan posisinya menjadi menghadap Bianca.


Rio melihat ada tetesan air mata di seprai, dan juga melihat sisa air mata di Pipi Bianca.


"dia nangis?"


"kenapa?"


"apa ada omongan gw yang nyakitin?" batin Rio bertanya tanya sendiri.


Rio membasuh sisa air mata di pipi Bianca itu dengan Telapak tangannya.


Rio menatap Bianca yang sedang tertidur terus menerus.


"maafin gw klo ada kata kata yang nyakitin Lo" batin Rio masih menatap Bianca.


Rio mengelus kepala Bianca dengan hati hati agar Bianca tak terbangun.


"makasih buat setiap harinya.. hari hari gw jadi lebih berwarna karna ada Lo disamping gw.. tpi gw juga masih bingung sama Perasaan gw" batin Rio.


"rasanya gw bener bener nyaman ada di samping Lo, tpi gw gak mau kehilangan Tamara" batin Rio.


"bantuin gw buat Mastiin perasaan gw Sama Lo sampe 2 bulan, Klo emang ternyata 2 bulan itu gw gak bisa ninggalin Tamara buat Lo, gw bakal ceraiin Lo, karena gw gak mau Lo menderita hidup sama Suami yang gak bisa lepas dari kekasihnya ini.. Lo butuh seseorang yang mencintai Lo dengan tulus.. dan klo sampai 2 bulan itu gw gak bisa lepasin Tamara, gw emang gak pantes buat jadi Suami terbaik lo" batin Rio masih dengan Tatapan lembutnya pada wajah cantik Bianca yang sedang tertidur itu.


Rio kembali membalikan posisinya seperti semula.


ia membelakangi Bianca kembali.


Rio memejamkan matanya dan menidurkan Raganya.


...----------------...


Guys.. buat hari jum'at, kayanya author gak bisa up.. author bakal up lagi mulai hari Senin depan.


selamat Idul Fitri buat kalian yang merayakan.


mohon maaf lahir dan batin


(like, komen, vote yaa.. Biar author makin semangat upnya)