
Bee terus mengeluarkan air matanya disepanjang perjalanan menuju bandara.Penjelasan Navy tadi mampu membuat dunianya terasa berhenti sejenak.Pikiran Bee benar-benar menjadi lebih kacau begitu nomor telpon Alby tidak bisa dihubungi.
Setelah menempuh perjalanan lebih dari tiga jam,Bee sampai juga di Bandara dan rasa kecewa bercampur marah kembali dirasakannya karena pesawat yang akan di tumpanginya delay.Mencoba mencari maskapai penerbangan yang lain,hasil nya tetap sama.Seluruh maskapai menunda jadwal keberangkatan karena cuaca yang tidak mendukung.
Bee terduduk lemas dengan pandangan kosongnya.penampilan Bee juga sangat memprihatinkan,mau tidak mau mengundang seluruh mata pengunjung yang ada dibandara.Matanya memerah dan terlihat sangat sembab,hidungnya juga sudah memerah di tambah rambut panjangnya yang di gulung asal dan terlihat berantakan.Bee yang masih menggenggam handphone lalu mulai menghubungi nomor yang beberpa jam lalu ditelponnya dengan air mata yang masih saja mengalir dari pipinya.
"Nav,pesawat gue delay.."
dengan suara berat Bee mengucapkan itu dan menghapus air matanya dengan punggung tangan kirinya asal.
"gue mohooon banget,cegah Alby melakukan hal konyol itu ya Nav ..!"
lanjut Bee dengan suara terbata-bata karena menahan tangisnya yang akan lebih pecah lagi saat mengatakan hal itu.
"Maaf Bee.Bahkan sekarang gue udah gak tau lagi keberadaan Alby dimana.Alby sepertinya sengaja ngindar.Handphone nya juga udah gak aktif"
lapor Alby dengan suara kesalnya dan satu tangannya juga mulai menarik kuat rambutnya karena frustasi.
"Gue cuma bisa berharap ma lu Nav..
gue mohon banget Nav.."
Mohon Bee dengan sangat dan terasa sekali hatinya mendenyut merasakan sakit
"tanpa lu minta juga gue pasti bakalan ngelakuin hal yang seharusnya gue lakuin.Gue putus dulu telpon ini ya,karena gue harus segera nemui keberadaan Alby sekarang"
Dan tanpa menunggu jawaban dari Bee,Navy langsung memutus sambungan telpon dan berjalan mencari keberadaan Alby di rumah sakit.
----------------------------------------
*flashback
Navy membuka pintu kamar dengan rasa emosi lalu menatap tajam ke arah Alby yang terbaring dengan selang infus yang tertanam di tangannya.
"Apa yang ada di otak lu,By..?"
teriak Navy emosi sambil berjalan menuju pembaringan Alby yang menatapnya acuh
"gue gak perlu nasehat dari lu atas apa yang gue lakui"
jawab Alby ketus lalu mengalihkan kepalanya kearah yang berbeda dari posisi keberadaan Navy.
"BY...,
YANG LU LAKUI ITU NEKAT..!!!
KEADAAN TANTE INDAH GAK AKAN BERUBAH LEBIH BAIK"
"Gue tahu,itu gak akan buat bunda gue sembuh itu hanya akan menambah perpanjang hidupnya.Gue udah kehilangan Ayah gue dan gue gak mau harus kehilangan bunda gue lagi"
"dan lu mempertaruhkan nyawa lu,By.
lu udah tau sendiri kan kalau keberhasilan operasi ini gak sampe 70% untuk nyawa lu dan untuk tante Indah malah kurang dari 10 %"
"kalaupun itu hanya 1% untuk memperpanjang hidup bunda gue,gue akan lakui"
Jawab Alby sambil mengalihkan kembali kepalanya dan menatap Navy tajam
"Bee..,
lu gak mikiri keadaan Bee"
Navy mencoba mengingatkan dengan suara mulai melunak
"kalau pun sekarang posisi Bee yang ada di posisi bunda,gue pasti akan lakui hal yang sama"
"By,lu harus mikiri lagi keputusan lu.Ini gak bener By.Gue tau betul akibat dari tindakan bodoh ini.Kalau lu gak mikiri keadaan lu,pikiri keadaan Bee.Gue mohoon.."
Suara Navy sudah sangat memelas terdengar lalu berjalan untuk lebih dekat lagi ke Alby
"Gue titip Bee ma lu kalau terjadi apa-apa ke gue "
pinta Alby dengan senyumnya
"Gue percaya ma lu..!!"
lanjut Alby lagi dan satu tangannya memegang pergelangan tangan Navy.Navy lalu menepis tangan Alby pelan
"gue uda jagain Bee tujuh tahun selama di swiss.Dan itu udah cukup bagi gue ngejaga in cewek yang paling berharga di hidup lu selain tante Indah.Udah saatnya juga sekarang lu yang jagain Bee.Dan gue gak mau ngelakui hal itu lagi karena gue juga bakalan punya cewek yang nantinya gue jaga seumur hidup gue"
ucapan Navy membuat Alby terkejut hebat.Rahasia besar yang menjadi tanda tanya bertahun-tahun di hidupnya terjawab sudah.
"lu terkejut..?
tapi ini faktanya.Gue cowok yang ditugaskan om Atia selaku ayah lu untuk ngejaga Bee selama menempuh pendidikan di Swiss karena gue yakin itu pasti permintaan lu.Selain ngejain kesehatannya,gue juga harus jagain Bee dari cowok-cowok yang terus saja mendekatinya.Yang harus lu tau juga,Bee gak nyelesaikan S3 nya karena Om Atia langsung memerintahkan Bee untuk kembali saat Bee sedang menyelesaikan disertasinya.Kenapa...?
karena ada bule dengan gelar bangsawan yang terus mengejar Bee.Om Atia gak mau ambil resiko.Om Atia sangat sayang juga peduli akan kebahagiaan lu,By.Bee emang sengaja dipilihkan om Atia untuk mendampingi hidup lu.Semua sudah dipersiapkan buat lu,jadi jangan buat semuanya sia-sia"
ucap Navy panjang lebar dan penuh penekanan
"Gue semakin yakin untuk titipi kembali Bee ama lu kalau hal terburuk terjadi ke gue"
Satu tangan Navy yang mengepal sudah bergerak kearah wajah Alby lalu tertahan dengan jarak hanya kurang dari 10cm dengan tangan yang gemetar.Alby menatap tangan itu lalu beralih ke Navy yang wajah dan mata itu sama memerahnya tanpa ada rasa takut disana.
"Bee bukan barang yang dengan mudahnya lu titipi.Bee punya perasaan.Lu tau gimana hancurnya dia kalau harus kehilangan lu.Yang lu donori itu sum-sum tulang belakang lu yang nota bene nya keadaan lu juga gak fit 100%.
90% gue yakin operasi ini akan gagal dan bodohnya prof Glenn kenapa mau ngelakui ini,entah apa yang jadi ancaman lu sampe prof Glenn menyetujui hal bodoh ini."
hardik Navy geram dengan tangan mengepal masih berada didepan wajah Alby.
Alby menyingkirkan tangan Navy dari hadapannya sambil tersenyum.
"kalu gitu ijini gue istirahat jadi saat operasi itu tiba keadaan gue bisa fit 100%.
Gue juga mau minta tolong ma lu u tuk sampaikan pesan gue buat Bee.."
"Lu ngomong aja sendiri ma orangnya.Lu juga belum mati sekarang lu bisa telpon dia sekarang.Gue gak mau lu kasih wasiat pesan untuk Bee saat lu mati nanti"
potong Navy cepat sebelum Alby mengucapkan keinginannya lalu cepat berlalu meninggalkan Alby dengan perasaannya yang kacau balau.
Navy langsung mengingat Bee.Pasti Bee tidak mengetahui keputusan bodoh yang talah diambil Alby.Hanya Bee yang bisa merubah keputusan gila Alby ini,pikir Navy dan dengan cepat segera menghubungi nomor Bee dari handphone nya.
----------------------------------------
Bee tiba di rumah sakit dengan perasaan yang sudah hancur keesokan harinya.Turun dari pesawat mendapatkan kabar dari Navy kalau operasi sedang berlangsung saat ini karena permintaan Alby mengingat keadaan bundanya yang sudah sangat memprihatinkan.
Air mata Bee bahkan sudah tidak bisa lagi mengalir karena sejak kemarin dan sepanjang malam Bee menghabiskannya dengan menangis.Bee melihat Navy yang berdiri bersandar di dinding di depan ruang opersi sangat terlihat sangat kuatir.
Bee sudah tidak sanggup lagi mengeluarkan suaranya karena tiba-tiba merasakan ketakutan yang sangat begitu melihat lampu yang menyala didepan ruang operasi.Navy yang melihat kehadiran Bee pun tidak tahu harus bersikap apa ke Bee.Keduanya lalu saling menatap satu sama lain dengan tatapan mata cemas dan takut.
Kedatangan seorang dokter bersama dua orang perawat yang terburu-buru sambil membawa peralatan medis menuju ruang operasi membuat jantung Bee serasa melompat dari porosnya.Tanpa bertanya Bee tau pasti ada hal yang menakutkan yang pasti sedang terjadi sekarang.
Mata Bee dan Navy membesar menatap kearah ruang operasi dengan rasa takut yang luar biasa mereka rasakan.Navy dan Bee bahkan saling menggenggam tangan satu sama lain untuk saling memberikan kekuatan diantara mereka.Satu perawat keluar dengan wajah tegangnya dengan baju operasi yang di penuhi oleh darah dan menambah tempo pacu jantung Bee naik berkali-kali lipat.
"tolongi Alby,Nav.."
mohon Bee dengan suara yang nyaris berbisik karena merasakan nyeri dihatinya.
Bee melepaskan genggaman tangan Navy,lalu mencoba melihat keruangan operasi yang terlihat tidak terkunci itu.
Bee membuka sedikit daun pintu dan tanpa sadar memasuki ruang itu lalu bisa melihat satu tubuh yang terlihat dibantu dengan memasang pacu jantung oleh dokter sementara satu tubuh lainnya terlihat kejang dan terlihat beberapa perawat yang menahan tubuh yang kejang itu.
kegiatan yang yang sangat menyakitkan yang langsung dilihat Bee berlahan terhenti dan Bee melihat wajah-wajah disana seperti lelah lalu saling tatap satu sama lain dan kecewa karena tidak mendapatkan hal yang mereka inginkan.
Bee merasakan seluruh tulangnya hancur tanpa dapat menopang tubuhnya.Tubuhnya bergetar menolak semua kenyataan yang ada di matanya.
"ALBYYYYYYYYY..???"
Teriak Bee sebelum tubuhnya benar-benar terkulai lemas dan pandangannya juga mulai menghitam.
----------------------------------------*Alby
Siapa yang bilang aku tidak takut melakukan hal gila yang tentu saja membahayakan nyawa ku ?
tentu saja aku sangat takut,tapi menurutku inilah satu-satunya cara untuk memperpanjang hidup bunda ku.
Ya..,hanya memperpanjang hidupnya tapi tidak membuatnya sadar apalagi memberikan kesembuhan bagi bundaku.
Hanya ini yang dapat ku lakukan sebagai bukti bakti aku terhadap bundaku selain aku juga gak mau kehilangan orang berharga di hidupku lagi.Ada opsi lain yaitu menunggu donor sum-sum tulang belakang dari orang lain,tapi sampai kapan dan kalaupun ada belum tentu cocok buat bunda sementara keadaan bunda aku sudah hampir tidak tertolong lagi.
Aku yakin juga operasi ini tidak akan terjadi kalau sampai Bee memohon kepadaku.Maka kuputuskan untuk mempercepat operasi sebelum Navy memberitahu keadaan ini kepada Bee.
Queen Bee Cantika,sosok gadis ini yang membuatku merasakan sedih yang luar biasa mengingat kalau kelak hal terburuk akan terjadi padaku nanti.Sungguh demi apapun hanya dia la sosok yang ku harapkan untuk selalu bersama ku,yang kelak akan kuberikan kebahagiaanku kepadanya,ku titip beberapa keturunan kepadanya,merenda hari senang dan susah hingga kami menua bersama.
Dan karena dia juga aku akan berusaha kuat dan bertahan untuk hidup melewati operasi ini.
suasana dingin sudah menyerang tubuhku yang sudah tidak terbalut sehelai benang pun hanya tubuhku yang berselimut kain tipis dan tidak mampu menepis rasa dingin diruangan ini.Sinar lampu yang menyala terang,seterang itu juga perasaan takut yang kurasakan.
Berlahan aku merasakan kesadaran ku telah hilang tapi entah kenapa aku masih bisa berpikir tentang keadaan aku yang sekarang sedang dihujani oleh banyak darah, sayatan juga suntikan.Aku terus mencoba untuk berpikir untuk terus kuat untuk terus tetap hidup.
Aku bisa melihat tubuhku mengejang kuat padahal aku sudah berusaha keras untuk menahannya,aku juga bisa merasakan ada pertolongan yang coba diberikan ke tubuhku.Dan aku bisa melihat darah segar yang kian banyak keluar dari tubuhku tanpa bisa di hentikan.Aku juga bisa melihat darah itu keluar dari hidung,telinga juga mataku.Melihatnya saja aku sudah merasa ngeri.
Dari kejahuan aku bisa melihat Bee gadisku berdiri menyaksikan tubuhku yang mengejang dengan tatapan yang aku juga sulit mengartikannya.Diwajah itu aku melihat keputus asaan,ketakutan juga kesedihan.
Rasa takutku naik berkali-kali lipat.Sungguh aku tidak ingin berada diposisi ini sekarang.Berlahan aku membayangkan masa-masa kecil bahagia aku bersama kedua orang tua aku,beranjak aku dewasa saat bertemu Bee saat acara perpisahan sekolah SMA yang aku yakin itu awal mula aku mencintainya,Lalu saat pertama aku mencium keningnya saat dia wisuda,kesedihan wajahnya saat aku bersama flora lalu beralih ke tawa bahagianya dan berlahan terlihat wajah sedihnya yang tadi aku lihat di ruangan ini.
Sungguh aku tidak mau melihat ini diujung hidupku.Aku ingin merubahnya wajah sedih itu menjadi tawa bahagianya.Tapi wajah itu tidak juga berubah walau aku berusaha keras menghadirkan wajah bahagia itu dipikiran aku.Navy...???
Bisakah Navy merubah wajah sedih itu ?
Aku terlalu dalam mencintaimu Bee,sungguh aku ingin kamu hidup bahagia dengan atau tanpa aku.Ya Rabb,Buat Bee dengan cepat melupakan kejadian hari ini,melupakan kehadiran aku,melupakan..
Aku mulai melihat sekelilingku putih yang tentu saja jadi melupakan harapan ku tadi dan putih itu mulai bercahaya.Dan aku tidak mampu melihat apa-apa lagi selain cahaya.Cahaya yang kian terang bahkan sekarang aku tidak mampu melihat cahaya itu lagi karena silaunya.
Ada apa dengan duniaku sekarang..?