UNTITLED

UNTITLED
Lo cantik, tpi gw belum bisa buka hati buat lo



Bianca terbangun pada pukul 12 siang, entah mengapa dia begitu siang bangunnya.


Bianca pergi menuju lantai satu.


Terlihat, sangat sepi keadaan disana.


"oh iya, Rio kan tdi pergi ke kantor ya?!" ucap Bianca menyadarinya.


Bianca tak menghiraukan dan Langsung duduk di sofa ruang santai.


.


.


.


.


1 jam Bianca terduduk disana.


"Bosen banget! gak ada hiburan apa²" ucap Bianca mengeluh.


"apa gw samperin Rio aja ke kantor ya? tpi kan semua karyawan gak tau klo gw istrinya Rio"


"ah bodo amat, gw kan pinter.. tinggal bilang aja klo gw disuruh Rio buat anterin berkas" ucap Bianca yang langsung berjalan menuju kamarnya untuk bersiap².


setelah bersiap², Bianca langsung keluar dan mengunci pintu Utama.


Tetapi..


BRUK..


Bianca menubruk tubuh tinggi milik seseorang yang sedang Berdiri di belakangnya.


"Sorry gw gak seng-" ucap Bianca terpotong ketika melihat Siapa seseorang itu.


"Rio? bukannya Lo di Kantor?" ucap Bianca.


"Lo mau kemana?" tanya Rio dengan Wajah Datar sambil menunduk Menatap Bianca yang pendek itu.


"gw nanya, kok lu nanya balik!" ucap Bianca.


"jawab dulu pertanyaan gw!" ucap Rio.


"gw mau pergi.. kenapa emngnya?!" ucap Bianca.


"kemana?" tanya Rio lagi.


"kepo lu" ucap Bianca.


"gw gak izinin! udh masuk!" ucap Rio sambil mendorong tubuh mungil Bianca dengan badan tingginya untuk masuk kembali ke rumah.


.


.


didalam.


Bianca duduk di sofa, sedangkan Rio sedang berjalan menuju Kamar nya untuk mengganti baju.


.


.


.


Bianca terlihat bosan jika hanya duduk di sana.


akhirnya Bianca memutuskan untuk pergi ke kamar nya.


di depan kamar.


Bianca membuka Pintu nya.


Cklek..


Bianca yang sedari tdi diam, kini langsung berteriak ketika melihat seseorang didalam kamar itu sedang bertelanjang sambil mencari baju.


"AAAAAAAAAAAA" teriak Bianca yang langsung menutup matanya.


Seseorang yang ada di kamar Itu pun juga kaget mendengar suara teriakan dan langsung menoleh Kearah suara teriakan itu.


"astagaa, Lo ngapain sih teriak teriak!" ucap Rio.


"L-lo ngapain telanjang!" ucap Bianca masih menutup matanya.


"yaelah, Lo istri gw kli, ngapain nutup mata" ucap Rio santai.


"udh sana pake baju!" ucap Bianca.


"gw juga lagi nyari bajuu" ucap Rio.


"Cepetannn" ucap Bianca.


Rio pun langsung cepat cepat mengambil bajunya dan pergi ke Kamar mandi.


Bianca pun membuka Matanya dan berjalan ke kasur.


lalu ia duduk di kasur dan memainkan Hpnya.


.


.


.


Tak lama kemudian, Rio keluar dengan pakaian santai yang ia pakai.


Rio merebahkan dirinya di kasur pinggir Bianca.


"bikinin gw makanan dong" ucap Rio dengan matanya yang ia pejamkan.


Rio langsung membuka matanya dan langsung menatap Bianca.


"kok lu tau?!" ucap Rio heran.


Bianca tak lagi berfokus pada Hp, tetapi dia langsung menatap Rio yang sedang menatap dia.


"beneran? haha, gw kira gw salah" ucap Bianca santai dan langsung berfokus lagi dengan hpnya.


Rio bangun dari posisinya dan Dia duduk menyender kepada punggung Kasur.


"ya tapi gw gak makan" ucap Rio.


"kenapa?" ucap Bianca tak menoleh.


"karena gw maunya makan masakan Lo!" ucap Rio yang berhasil membuat pandangan Bianca beralih dan membuat Bianca menatap nya.


Rio juga menatap Bianca.


"h-haha.. gak ush bercanda, gak lucu" ucap Bianca.


"gw gak bercanda bii.. udh sana masakin gw, gw laper, ntar klo gw kenapa Napa Lo khawatir gimana?!" ucap Rio membercandai Bianca.


"iya iya" ucap Bianca mengiyakan saja.


lalu Bianca langsung pergi ke dapur.


Di dapur.


"di bilang apa tdi? pengen makan masakan gw? sedangkan dia gak makan masakan pacar nya?.. apa apaan! dia mau bikin gw baper apa gimana?! Ck sialan tu anak!! gak boleh gak boleh! gw gak boleh baper! " ucap Bianca sendiri.


"udh udh! gw gak ush pikirin itu! gw mending masak aja" ucap Bianca.


Bianca pun memulai memasak untuk Rio.


Ia memasak makanan kesukaan Rio.


Belakangan ini Bianca sudah mulai Hafal makanan makanan favorit Rio.


Dia belajar dari Luna, karena Luna adalah Mantan Pacar Rio.


setelah memasak, Bianca membawa makanannya ke kamar.


.


.


.


dikamar.


"nih!" menyodorkan Piring berisi makanan pada Rio.


"suapin!" ucap Rio.


"Cih! Lo punya tangan rioo.. mau gw potong tangan Lo?!" ucap Bianca.


"gw cape bii" ucap Rio.


"emng nya Lo habis ngapain di kantor?! Lo duduk doang kan sambil ngetik!" ucap Bianca.


Rio diam.


"ohh.. apa jangan jangan, Lo habis-" ucap Bianca terpotong.


"gak ush ngomong macem macem! gw gak ngapa ngapain disana sama Tamara bii.. gw masih suci elah!" ucap Rio.


"masasih?!" ucap Bianca meragukan Kata kata Rio barusan.


"cih.. Gak percaya Lo? mau coba?" ucap Rio kesal.


"engga!! udh makan cepet!" ucap Bianca sambil menyimpan piring berisi makanan buatannya itu di meja kecil pinggir kasur.


"gw kira Lo mau nyoba" ucap Rio membercandai Bianca.


"Cepetann makan rioo!!!!" ucap Bianca kesal dan langsung duduk menyender pada Punggung Kasur, lalu dia memfokuskan Pandangannya pada Hpnya.


Sedangkan Rio berfokus pada makanan yang sedang ia makan sekarang.


.


.


.


selesai makan, Rio menyimpan piringnya sendiri di Dapur.


sedangkan Bianca sedang tertidur.


Mungkin dia bosan karena dia hanya bermain hp saja.


Rio kembali ke Kamar dan melihat Bianca tertidur pulas.


Rio pun ikut merebahkan Badannya di pinggir Bianca.


Rio memposisikan badannya menghadap Bianca yang sedang tertidur itu.


Ia menatap Bianca.


"Lo cantik, tpi gw belum bisa buka hati buat Lo" ucap Rio.


Rio mengelus kepala Bianca, lalu ia menidurkan dirinya.


Rio pun tertidur dengan posisi Bianca dan Rio saling berhadapan.


...----------------...


(like, komen, vote yaa.. biar author makin semangat upnya)