UNTITLED

UNTITLED
guling



Pagi hari kemudian.


Bianca terbangun.


Ia dikagetkan dengan Posisinya yang sekarang sedang berpelukan Dengan Rio.


Rio seperti mendekap Bianca hingga Bianca tida bisa bernafas.


"Rioo.. bangunn, gw gak bisa nafass" ucap Bianca membangunkan Rio.


Rio sedikit tersadar karena telinganya menggelegar mendengar suara Bianca.


"Ck, berisik Lo.. diem kek gw mau tidur!" ucap Rio makin mempererat Pelukannya itu.


"rioo, gw gak bisa nafass!" ucap Bianca yang berhasil membuat Rio membuka matanya.


Rio Tak menyadari bahwa itu adalah Bianca, dia kira itu adalah guling.


Rio langsung melepas pelukannya.


"Gw kira guling" ucap Rio.


"makannya klo mau meluk liat liat! ck" ucap Bianca Kesal.


"yaudah man guling gw! gw gak bisa tidur tanpa guling Bii!" ucap Rio.


"gw cuci.. bangun banget guling Lo" ucap Bianca.


"terus gimana?! gw gak bisa tidur klo gak ada guling" ucap Rio.


Bianca hanya mengangkat bahunya tanda tak tahu.


"Lo aja jdi Guling gw sementara!" ucap Rio yang langsung kembali memeluk Erat Bianca.


"eh lepasin Rioo!" ucap Bianca memberontak.


"diem! gw mau tidur.. gw gak bisa tidur klo gak ada guling.. itu juga karena lo! karena Lo Cuci Guling gw! jdi Lo harus tanggung jawab" ucap Rio.


"Ck, yaudah iya, tpi jangan erat erat meluknya, gw gak bisa nafas" ucap Bianca.


"iya iya" ucap Rio yang langsung melonggarkan Pelukannya agar Bianca bisa Bernafas.


Rio akhirnya kembali tertidur nyenyak sampai siang, bahkan Bianca juga ikut terbawa Tidur dengan Rio sampai siang.


.


.


Siang hari kemudian.


Rio terbangun karena Bianca Mencubit lengannya.


"Apaan sih Bii, Lo ganggu tidur gw Mulu!!" ucap Rio yang baru saja bangun.


"udh siang, cepet bangun.. gw mau masak!!!" ucap Bianca.


"Ck, ntar aja masaknya, gw udh nyaman Tidur kek begini!" ucap Rio kembali menutup matanya.


"Bangun atau gw tendang punya Lo!" ucap Bianca mengancam.


"cih, iya iya bawel lu!" ucap Rio melepas dekapannya Pada Bianca agar Bianca bisa bangun dari posisi tidurannya.


"Lo juga bangun, mandi! jangan tidur Mulu!" ucap Bianca.


"tpi kan ini hari libur" ucap Rio.


"emng mandi harus hari Normal? cih" ucap Bianca.


"ya mandinya ntaran aja, gw mau tidur sampe puas" ucap Rio.


"terserah Lo deh, gw males ngatur Lo klo Lo Gak nurut!" ucap Bianca yang langsung pergi keluar Kamar menuju dapur untuk memasak.


"iya iya bii, ngambek Mulu cih!" ucap Rio sambil bangun dari posisi tidurannya dan langsung mengambil Handuk untuk ia mandi.


Rio pun masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi.


setelah mandi, ia pergi ke lantai satu.


di lantai satu.


Rio duduk di sofa Ruang santai sambil menatap Bianca yang sedang sibuk Mempersiapkan makan untuk Dirinya dan Bianca sendiri.


"butuh bantuan?" tanya Rio sambil menatap Punggung Bianca yang sedang memasak.


Bianca yang dari tdi tak menyadari bahwa Rio sudah ada disana, langsung menoleh ke arah suara itu.


"udh mandi?" tanya Bianca yang kembali Berfokus pada masakannya.


"udh" ucap Rio.


"sini bantu gw" ucap Bianca.


Rio pun menghampiri Bianca dan Berdiri di Samping Bianca sambil mengamati Bianca Memasak.


"Bantu apa?" tanya Rio.


"ambilin Piring sama gelas, terus simpen di meja makan.. tata ya, jangan berantakan" ucap Bianca yang masih berfokus pada masakannya.


Rio pun Berjalan menuju Rak piring dan gelas.


Ia mengambil 2 piring dan dua gelas, dan langsung berjalan menuju Meja makan Untuk menatanya.


Tapi tiba tiba..


PRANG...


kedua piring dan Gelas yang Dibawa Rio pecah terjatuh karena ia tersandung Kaki meja.


Bianca mendudukkan Rio di Kursi Meja makan.


lalu ia bergegas mengambil P3K yang tersedia dirumah ini.


setelah itu, Bianca duduk di kursi pinggir Rio, lalu pelan pelan mengobati Luka Rio.


"aww.. sakit" rengek Rio.


"Stt.. Lo sih! ngapain bawa 2 piring sama 2 gelas sekaligus, kan jdi luka kaya gini.. Lo bisa gak sih buat gw gak kesel sama Lo sehari aja! Lo buat gw panik Terus! lu rusuh banget jdi orang!" omel Bianca Sambil fokus pada Luka Ditangan Rio.


Rio hanya menatap Bianca yang Sedang mengomelinya sambil Mengobati lukanya.


"iya Biancaa.. maaf gw gak tau, tdi itu kecelakaan! Gw gak tau klo gw bakal jatoh karena kesandung" ucap Rio.


"Hm" ucap Bianca singkat dan Berfokus pada luka Rio.


Rio hanya diam saja sambil menahan perihnya luka yang sedang Bianca Obati.


setelah mengobati Luka Rio, Bianca mencoba membereskan Pecahan pecahan piring dan gelas.


Saat Bianca Ingin mengambil pecahan itu, Rio menahan tangan Bianca dan menarik Bianca menjauh dari tempat Pecahan piring itu.


Bianca menatap Rio.


"gw aja!" ucap Rio yang langsung Mengambil satu persatu pecahan piring.


"apa apaan sih! gak ush so bantuin gw, tangan Lo lgi luka" ucap Bianca mengambil pecahan piring itu dari Tangan Rio.


"Biiii!" ucap Rio.


"diem!" ucap Bianca berfokus pada Pecahan piring yang sedang ia Bereskan.


.


.


.


setelah selesai membereskan Pecahan piring, Bianca pergi ke ruang santai dan duduk di Sofa.


Rio mengikutinya.


Bianca mengeluarkan hp nya dan Memainkannya dengan Muka datar.


Rio melihat Ekspresi Wajah Bianca seperti sedang marah.


"Lo marah?" tanya Rio.


"gak" ucap Bianca berfokus pada hp nya.


"kenapa Lo datar sama gw?" tanya Rio lagi.


"engga kok" ucap Bianca masih berfokus pada hpnya.


"klo gak marah, kenapa Lo gak mau natap gw?!" ucap Rio.


Bianca mengangkat wajahnya dan menatap Rio.


"apa!" ucap Bianca yang jengkel dengan Rio yang dari tdi berbicara padanya terus menerus.


Dengan cepat..


Cup..


Rio langsung mencium pipi Bianca.


Bianca langsung mematung.


"jangan marah lagi ya bii" ucap Rio.


Rio tersenyum lalu dia memfokuskan pandangannya pada tv Yang tersedia di ruang santai itu.


Perasaan Bianca kini tak karuan.


Dia tak berani menatap Rio sedikit pun.


Dia seperti terjebak di dua perasaan, antara kesal dan Baper.


"Apa apaan sih! kenapa dia bikin gw salah tingkah terus!" batin Bianca.


Rio menatap Bianca yang seperti salah tingkah.


"Lo kenapa sih?" tanya Rio.


"gak kenapa Napa" ucap Bianca tanpa menatap Rio.


Rio tersenyum mengejek.


"Lo baper yaaa!" ucap Rio menebak.


"apaansih engga!" ucap Bianca.


"ngaku aja kli, gw gak bakal marah" ucap Rio.


"gw bilang gw gak Baper!" ucap Bianca yang masih Tak mau menoleh pada Rio.


"cih, terus kenapa Lo gak Natap gw ngomongnya?" tanya Rio.


"terserah gw lah!" ucap Bianca.


"ya ya ya.. terserah Lo aja" ucap Rio yang kembali berfokus pada Tv.


...----------------...


(like, komen, vote yaa.. Biar author makin semangat upnya)