UNTITLED

UNTITLED
Bercanda yang membuat merinding



jam 5 sore.


Rio sudah selesai dengan pekerjaannya.


Ia berencana akan pulang setelah ini.


Ia membereskan berkas² penting yang akan dia bawa dan simpan dirumah,dia selalu khawatir jika berkasnya dicuri atau kantor ini kebakaran.


selesai berkemas,Rio berjalan menuju ruang sekertaris,dimana istri yang sedang menjelma sebagai sekertaris nya ada disana.


Cklek..


Rio membuka Pintu ruangan sekertaris.


Terlihat Bianca sedang menyembunyikan wajahnya di atas lengan yang ia lipat diatas meja.


Rio menghampiri Bianca.


"woii!" panggil Rio.


"Bianca!" panggil Rio lagi sambil menggoyangkan bahu Bianca.


Tak dapat jawaban apapun,akhirnya Rio mencoba melihat apa yang terjadi.


Ia mendongakkan kepala Bianca,dan menyenderkannya kepunggung Kursi.


Ternyata Bianca sedang tertidur.


"astaga ni orang!bukannya kerja malah tidur!" ucap Rio.


"Woiii bangunn Bianca!" ucap Rio nada tinggi yang berhasil membuat Bianca terbangun karena kaget.


Bianca langsung berdiri karena melihat bos nya itu Sedang menatap dia kesal.


"maaf pak saya ketiduran" ucap Bianca dengan wajah lesu nya sambil membungkukan badan.


"kita pulang sekarang!" ucap Rio dengan ekspresi datar.


Bianca menganggukinya,dia langsung mengambil tas selempangnya dan Membiarkan Tangannya ditarik Oleh Bos nya yang bisa dibilang suami sahnya itu.


Semua pandangan Karyawan tertuju pada Rio dan Bianca.


bukan karena penampilan atau apapun,melainkan Tangan Rio yang jelas² menggengam tangan Bianca.


Bianca yang menyadari akan Tatapan Karyawan suaminya itu,langsung melepaskan genggaman Rio dan berjalan cepat menuju mobil.


Rio mengerutkan kening melihat sikap Bianca barusan.


"perasaan tdi dia biasa aja gw tarik" batin Rio sambil berjalan santai dengan kedua tangan yang di masukan ke saku Celananya menuju Mobil.


diperjalanan.


"Lo kenapa bisa ketiduran di kantor!" ucap Rio masih menatap Jalanan sambil menyetir.


"gw juga gak tau.. gw lagi ngerjain berkas untuk meeting besok,terus tiba² ketiduran" ucap Bianca tak menoleh kearah Rio.


"Lo kecapean?perasaan Lo gak ngapa²in.. cuman duduk doang sambil ngerjain presentasi" ucap Rio Bingung.


"gw gak tau,tapi sebelum gw ketiduran,Agra tiba² Dateng bawa Secangkir teh.. katanya sih biar gw gak Kecapean,tapi setelah itu gw gak tau lagi ada apa karena gw udh ketiduran" ucap Bianca.


Rio langsung melirik Bianca penuh tanya.


Ckittt..


Mobil di rem Rio.


"astaga,Lo kok Rem Tiba² sih!" Omel Bianca.


"tunggu! maksud Lo tuh Agra masuk ke ruangan Lo bawa teh?" tanya Rio.


Bianca hanya menganggukinya.


"kenapa sih emangnya" ucap Bianca yang tak mengerti.


"gw curiga" ucap Rio menatap kosong pada Jalanan.


Bianca menoleh.


"curiga apaan?" tanya Bianca yang juga menjadi takut.


"gw curiga,Agra masukin obat tidur ke minuman Lo itu" ucap Rio langsung menatap Bianca.


"tapi buat apa?" tanya Bianca Masih kebingungan.


"siapa tau dia mau ngambil sesuatu di ruangan Lo!" ucap Rio.


"diruangan gw gak ada Berkas penting!" ucap Bianca.


Rio langsung terdiam bingung.


Rio langsung melongo disaat Dia terpikirkan sesuatu.


"atau jangan²...." ucap Rio digantung.


"jangan² apa?" tanya Bianca.


"jangan² dia mau ngapa²in lo!!" ucap Rio menutup mulutnya.


"gak gak! Lo gak usah ngada² deh!" ucap Bianca kesal.


"Lo masih perawan kan?gw gak mau klo Lo udh gak perawan" ucap Rio Yang membuat Bianca kesal dan langsung menggebug tangan Rio.


"ya masih lah ogeb" ucap Bianca sangat sangat kesal dengan dugaan Rio yang tak masuk akal.


"gw gak bakalan sentuh Lo,klo ternyata lu emang udh gak perawan!" ucap Rio.


"siapa juga yang mau disentuh sama Lo!" ucap Bianca membuang muka.


Rio melirik Bianca.


dia mendekatkan Wajahnya pada wajah Bianca.


Bianca memundurkan wajahnya.


saat sudah mentok,Bianca sudah tak bisa apa² lagi.


Sekarang,jarak wajah Rio dan Bianca sangat lah dekat.


Hanya 5 cm.


Rio menempatkan kedua tangannya di pintu Mobil yang sekarang Bianca senderkan.


"Lo istri gw,dan Lo harus mau!" ucap Rio tersenyum mematikan.


Bianca yang mendengar kata² Rio langsung merinding.


Ia langsung menendang perut Rio,dan Rio pun langsung tersungkur.


"Lo gak usah macem² ya!" ucap Bianca Takut.


Rio menatap Bianca sambil tersenyum mematikan.


"malem ini" ucap Rio yang langsung menancap gas.


sesampainya dirumah.


Bianca Cepat² keluar dari mobil dan langsung berlari masuk ke dalam rumah.


Rio Menatap Kepergian Bianca yang sepertinya ketakutan dengan Omongannya barusan.


"elah,cuman bercanda doang dia seriusin.. gimana klo nanti gw serius.. blom masuk, udh ditendang kli punya gw" ucap Rio menggelengkan kepala.


Rio pun masuk kedalam Rumah.


Ia melirik setiap sudut rumah itu.


"dia dimana?" batin Rio.


Tak menghiraukan Bianca,dan langsung pergi ke kamar.


dia pikir Bianca sudah berada dikamar dan mengumpet di dalam selimut.


dikamar.


Rio tak melihat Keberadaan Bianca.


"tu anak kemana?" batin Rio.


Rio menghampiri Lemarinya dan mengambil bajunya.


Ia mengganti bajunya dengan baju santai rumah.


Setelah itu dia mencari Bianca.


"tu anak nyusahin aja bisanya" ucap Rio yang sedang berjalan keluar kamar.


Rio mencari Bianca ke dapur,tetapi tak ada.


Lalu Ia ke halaman Belakang,biasanya Bianca suka menyiram tanaman,tetapi tak ada juga.


"dih,tu anak kemana sih!" ucap Rio.


Rio Tersadar ketika Ada Suara dari kamar Tamu dilantai 2,dekat Kamarnya.


"gw blom cek kamar tamu" Jaco Rio yang langsung pergi ke kamar tamu.


didepan pintu kamar tamu.


Rio membuka Pintunya.


Cklek...


ternyata Bianca ada di disana.


Ia sedang menyumput di dalam Selimut.


Rio menghampiri Bianca.


"Lo kenapa sih!dasar aneh!" ucap Rio.


"Lo pergi dari sini.. jangan apa²in gw!" ucap Bianca dari dalam selimut.


"gw mau ngapa²in Lo sekarang!" ucap Rio sambil membuka selimut Yang Bianca pake untuk menyumput.


Bianca yang kaget langsung terbangun dari posisi tidurnya,dan Ingin berdiri.


tetapi Sebelum berdiri,Rio dengan cepat Menarik Bianca.


kini posisi Bianca berada di pangkuan Rio.


Mereka saling bertatapan syok.


Dengan cepat,Bianca menonjok Perut Rio dengan sekuat tenaga.


Mustahil!


Rio tak merasakan apapun setelah perutnya di tonjok oleh Bianca.


Rio langsung mengubah posisi.


Rio berada di atas Bianca saat Bianca sudah terlentang di Kasur.


"Lo jangan macem² ya!" ucap Bianca menunjuk Wajah Rio yang sedang tersenyum mematikan.


Rio membuka satu per satu Kancing bajunya sambil menatap Bianca mematikan.


kebetulan sekarang dia sedang menggunakan Kemeja santai untuk dirumah.


"ish Lo apa²an sih!" ucap Bianca memberontak.


Tangan satu Rio,dia pakai untuk menahan Berontakan Bianca,dan tangan satunya lagi dia pakai untuk membuka kancing kemejanya.


Rio kini tak memakai Baju.


Ia sudah melempar kemejanya kesembarang arah.


Rio menatap Bianca.


Ia mendekatkan Wajah nya pada Bianca.


dan....


Bibir mereka tinggal 1 cm lagi.


Bianca sudah tak Bisa apa².


dia hanya memejamkan matanya takut.


Rio berhenti ketika bibir bawah nya dan bibir bawah Bianca sudah bersentuhan sedikit.


Rio bangun dari posisinya dan mengambil Kemeja yang Ia lempar tdi.


"gw gak bakal Ngapa²in Lo! gak ada untungnya buat gw! gw masih punya pacar!" ucap Rio sambil memakai Kemejanya tanpa menoleh Ke Bianca yang masih terlentang dengan ketakutan.


Bianca yang mendengar kata² Rio langsung tenang.


"gw gak suka Lo Kaya begitu lagi!" ucap Bianca.


"apaan sih loh,orang gak kena" ucap Rio yang langsung keluar dari Kamar tamu itu.


"Lo gak ngapa²in gw,tapi Lo bikin gw serangan jantung!" batin Bianca sambil menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya dan mengusapnya.


(like,komen,vote yaaa.. biar author makin semangat upnya)