
Rio memarkirkan Mobilnya di parkiran penginapan.
Ia menatap Bianca yang tidur terlelap, mungkin terlalu kecapean.
"bii" ucap Rio sambil mengelus lengan Bianca untuk berusaha Membangunkannya.
Bianca bergerak, namun tak terbangun.
Rio kembali mencoba membangunkan Bianca.
beberapa menit kemudian, Bianca terbangun.
"kita dimana?" tanya Bianca yang masih dalam keadaan Baru membuka matanya.
"kita di penginapan. sekarang kita Masuk dulu, habis itu kita pesen kamar, biar Lo bisa tidur sepuasnya.. kayanya Lo cape banget yaa" ucap Rio.
"siapa juga yang cape, gw cuman ngantuk aja.. itu Lo kali yang cape, Lo kan Nyetir dari Jakarta ke Bandung, terus nyari penginapan juga Lo yang nyetir" ucap Bianca.
"tu tau, yaudah Lo yang pesen kamar" ucap Rio.
"iyaa, yuk" ucap Bianca.
Rio dan Bianca keluar dari Mobil, lalu berjalan masuk ke penginapan.
Rio duduk di sofa yang sudah disediakan di lobby, sedangkan Bianca berjalan ke tempat reservasi untuk memesan Kamar.
setelah selesai, Bianca berjalan menghampiri Rio.
"yuk, udh" ucap Bianca pada Rio.
Rio berdiri dari posisi duduknya dan Berjalan Sambil menggandeng tangan Bianca.
Bianca menatap tangan Rio yang sedang menggengam tangannya itu.
dan Rio menyadarinya.
"gw capek, gw harus pegangan. kalo engga, ntar Gw jatuh" ucap Rio beralasan.
tiba tiba seorang resepsionis pria datang menghampiri mereka.
"permisi, maaf menggangu.. apa kalian kesini memesan Kamar?" tanya Resepsionis itu.
"iya, ada apa ya mas?" jawab Bianca.
"o-ohh. kalian ini ...." ucap Resepsionis itu tak melanjutkan Kata katanya.
Rio mengerti apa yang dipikirkan Oleh resepsionis itu.
Rio menunjukkan Cincin Yang melekat di jari nya dan jari Bianca.
"kita udh nikah" ucap Rio.
Resepsionis itu melongo tak percaya.
"o-oh maaf mba, mas. saya tidak tau" ucap resepsionis itu. lalu ia pun pergi.
Rio menatap Bianca yang sedang menatap kepergian resepsionis itu.
"Lo belum ubah ktp Lo ya?" tanya Rio.
Bianca mengangguk.
"gw lupa" ucap Bianca.
Rio menghela nafas.
"pulang dari sini gw Bakal urus ktp Lo" ucap Rio.
Bianca mengangguk mengerti.
Rio pun kembali menggandeng tangan Bianca menuju kamar penginapan yang sudah mereka pesan.
sesampainya di depan Kamar itu, Bianca membuka pintu nya menggunakan kartu scan yang telah di berikan oleh resepsionis yang mengurus pemesanan kamar Bianca tadi.
Mereka berdua masuk.
kamar itu lumayan besar, memiliki 1 kasur berukuran besar, ada juga tempat duduk di dekat Kaca besar yang langsung terarah pada keindahan pemandangan disana.
"gw mau tidur.. gw udh suruh pekerja kenalan gw untuk beli baju buat kita.. klo nanti ada yang ketok, buka aja" ucap Rio yabg sudah terbaring di kasur.
"iya" jawab Bianca yang sedang duduk di kursi sambil menatap pemandangan luar lewat kaca besar itu.
..
Sore hari.
Rio terbangun dari tidurnya.
Ia menatap Bianca disekitar, tetapi tak ada.
tiba tiba, pintu Kamar mandi terbuka.
Bianca keluar hanya menggunakan Handuk yang ia lilitkan di dada nya.
Bianca tak melihat ada Rio didepannya.
tapi saat ia sadari itu, ia langsung teriak kaget dan berlari masuk kekamar mandi.
Rio tertawa kecil.
Bianca membuka sedikit pintunya.
"Lo ngapain disitu" ucap Bianca malu.
"gw tadi nyari Lo, ternyata Lo di kamar mandi" ucap Rio.
"oh" ucap Bianca.
"oh iya, ambilin baju di lemari" ucap Bianca menunjuk pada lemari yang tersedia dari hotel.
"orang suruhan gw udh nganterin bajunya?" tanya Rio.
"udah" ucap Bianca.
Rio mengangguk mengerti.
lalu ia berjalan menghampiri Lemari yang Bianca tunjuk itu.
"baju nya aja" ucap Bianca.
"iya iya bawel" ucap Rio.
Anehnya, tak ada Baju untuk Bianca disitu.
"kok gak ada baju buat Lo ya" ucap Rio heran.
"kayanya Suruhan Lo beliin baju buat Lo doang" ucap Bianca.
"oh iya, gw baru inget.. tadi gw ngomong beliin baju buat gw, gw gak bilang sama buat Lo" ucap Rio.
"terus sekarang gimana?" tanya Bianca.
Rio mengambil kaosnya dan celana pendek yang dibelikan suruhannya itu, dan memberikan pada Bianca.
Bianca keluar menggunakan baju Rio itu.
Baju Rio kelihatan kebesaran Di Bianca, namun Bianca tetap nyaman.
setelah Bianca keluar dari kamar mandi, Rio akhirnya masuk kekamar mandi untuk mandi.
..
malam hari kemudian.
mereka berdua sedang duduk santai di kursi dekat Kaca besar sambil menikmati teh hangat yang Bianca buat tadi.
"Rio" ucap Bianca.
"Hm?" jawab Rio.
"gw mau nanya" ucap Bianca lagi.
"apa?" tanya Rio.
"kemarin, Lo sama kak Reygan ngapain sih? ngomongin apa? kok Setelah itu Lo jadi ngelamun" tanya Bianca.
Rio terdiam sejenak.
"gak ngomongin apa apa" ucap Rio.
"cih, boong" ucap Bianca.
Rio menghela nafas.
"Kaka Lo minta gw jaga Lo dan jangan sampe nyakitin Lo" ucap Rio berbohong.
"masasih? terus kenapa Lo ngelamun?" tanya Bianca.
"karena gw lagi mikirin cara biar bisa bahagiain Lo dan gak nyakitin Lo" ucap Rio kembali berbohong.
Bianca senyum tersipu.
"maafin gw boong sama Lo, gw cuman gak mau hubungan Lo sama Kaka Lo renggang karena gw " batin Rio.
"oh iya bii" ucap Rio.
"hm?" jawab Bianca.
"hidup Lo dari kecil kaya gimana sih?" tanya Rio.
"emm.. dari kecil, gw di manja sama seluruh keluarga gw, karena gw anak perempuan satu satu nya didalam keluarga" ucap Bianca.
Rio terdiam.
"jadi ini alesannya Kenapa keluarga Bianca selalu hati hati sama perasaan Bianca "
"apa gw bisa jaga perasaan dia sama kaya keluarganya? apa gw bisa perlakuin dia sama kaya keluarganya? apa gw bisa bahagiain dia sama kaya keluarganya yang dari dulu selalu lakuin itu "
"terus gimana sama Perjanjian Gw dan Reygan.. dulu gw bener bener bodoh! "
batin Rio.
Dulu saat Hari pertama Bianca dan Rio menikah, Reygan menelfon Rio dan memberi penawaran.
- Pov saat itu -
sore hari.
Rio sedang berada di kantornya.
suara dering telfon nya mengalihkan kefokusannya saat bekerja.
Rio mengangkatnya.
"kenapa sih Lo?"
[ gw punya penawaran buat Lo! ]
"maksud Lo ?"
[ Lo gak mau kan hidup berdua dan ngabisin hidup sama Bianca? ]
[ gw punya rencana buat misahin kalian berdua ]
"apa?"
[ deketin Bianca dan buat dia jatuh cinta dan nyaman sama Lo, setelah itu gw bakal kasih tau rencana selanjutnya yang bisa misahin Lo dan Bianca ]
tut -
sambungan telfon di matikan oleh Reygan.
Rio berfikir.
Akhirnya Rio memutuskan untuk melakukan apa yang dikatakan Reygan.
...•••...
"Rio! Lo kenapa ngelamun?" tanya Bianca.
Rio terbangun dari lamunannya.
"engga, gw cape, mau tidur" ucap Rio berjalan menuju kasur dan merebahkan dirinya.
"hah? tapi kan tdi siang Lo tidur? kok jam segini udah Ngantuk" ucap Rio.
"iya, tapi tadi Siang gw gak meluk Lo, jdi gak nyaman dan ada yang kurang" ucap Rio.
Bianca tertawa kecil.
"sini, gak ush ketawa² " ucap Rio.
Bianca pun berjalan menuju kasur dan ikut merebahkan dirinya.
Rio memeluknya dan menyeludupkan wajah Bianca di dada bidang Nya itu.
lalu ia Mengelus lembut rambut Bianca.
"kayanya gw udh beneran sayang sama lo "
"gw juga tau, Lo sayang sama gw "
"gw bakal jaga perasaan lo.. semoga Lo bahagia hidup sama gw dan Masalah ini biar gw yang selesain sendiri "
Rio mencium kening Bianca yang sudah tertidur karena Elusan lembut Rio.
tak lama kemudian, Rio tertidur.
mungkin nyaman dengan yang ia peluk sekarang.
...----------------...