
Pagi hari pukul delapan, matahari sudah begitu terik. Rio terbangun tanpa Sang istri di pelukannya.
Ia mencari Bianca sekitar Kamar, namun tak ada.
ia memutuskan untuk mencuci mukanya dan menggosok giginya terlebih dahulu.
"sayang" panggil Rio sembari keluar dari kamar dan berjalan menuju lantai bawah.
"sayang"
Rio melihat Wanita cantik sedang duduk di kursi sofa Sembari memainkan ponselnya.
ia tersenyum dan menghampirinya.
Rio duduk disamping Bianca sembari merangkulnya.
"lagi apa pagi pagi gini?"
Bianca menoleh.
"ini. gw mau pesen makanan, cuman gw gak tau Lo mau makan apa"
"loh, kok pesen makanan? kita kan bisa ke resto villa ini sayang" ucap Rio.
Bianca terdiam sejenak.
"oh iya juga. gw lupa"
Rio tersenyum.
"yaudah ayo"
Ia menggandeng tangan Bianca keluar villa mereka menuju resto villa.
Bianca membelalak saat baru saja keluar villa. begitu banyak orang luar yang sedang berjalan di sekitaran sana hanya memakai bikini.
Ia menutupi pandangan Rio dengan telapak tangannya.
"kita masuk lagi" ucap Bianca.
"kenapa?" tanya Rio yang memang belum sempat melihat apapun yang ada disekitar sana.
Bianca menarik Rio kembali masuk ke dalam villa tanpa mengatakan satu patah kata pun.
Rio menatap bingung Bianca.
"kenapa?"
Bianca menatap Rio sembari cemberut kesal. Rio Menggandeng Bianca duduk di sofa.
"kalo Lo gak mau makan Di resto villa, gw pesenin Lo makanan lewat online aja ya" ucap Rio.
"gw lagi ga mau makan apa apa" ucap Bianca yang masih cemberut sembari melipat lengannya di perut.
Rio heran dan bingung. entah apa yang Bianca fikirkan hingga ia menjadi badmood.
"kenapa? kok tiba tiba badmood?"
Bianca tak menjawabnya dan memalingkan mukanya.
"hey, kenapa sayang?" tanya Rio menarik dagu Bianca agar pandangan Bianca kembali beralih padanya.
"Lo, tadi liat ya" ucap Bianca.
Rio terdiam karena tak mengerti apa yang dimaksudkan sang istri.
"liat? liat apa?"
"itulohh, tadi di luar. Lo liat kan?!" ucap Bianca.
"liat apa sih sayang, gw gak ngerti" ucap Rio.
"boong" ucap Bianca.
Rio menghela nafasnya.
"liat apa sih? beneran ga ngerti gw bii. emngnya ada apa diluar?"
Bianca tak menjawabnya.
Rio yang bingung, heran dan penasaran pun menghampiri jendela untuk melihat ada apa di luar.
Ia membelalak saat Melihat kondisi di luar.
Tangannya menutup pandangannya dan langsung berlari menghampiri Bianca.
"bii sumpah gw ga liat" ucap Rio.
"boong" ucap Bianca.
"bii, beneran deh. Lo gak percaya sama gw?" tanya Rio.
"gak" jawab Bianca singkat.
Rio menghela nafasnya.
"yaudah maaf. tapi beneran, gw gak liat bii" jelas Rio.
Bianca berdiri dan pergi meninggalkan Rio menuju kamarnya.
Rio menghela nafasnya dan cemberut.
..
sudah siang, namun Bianca belum mau keluar kamar. ia belum makan sejak pagi.
Rio sudah Mengetuk Pintu Kamar Nya berkali kali, namun Bianca menghiraukannya.
"sayangg, buka pintu nya dong. Pliss. Lo boleh marah sama gw, tapi Lo harus makan" ucap Rio sambil mengetuk pintu kamar Itu dengan sabar sejak tadi.
"sayang, keluar dong. Masa ga mau keluar. ga kangen sama gw?"
"gak mau manja manja lagi kaya tadi malem? padahal kan gw pengen"
"keluar ya sayang. Makan duluu. kalo masih ngambek sama gw, habis makan langsung kekamar lagi deh. yang penting makan dulu ya" ucap Rio dengan kesabaran dan ketulusan penuh, namun Bianca masih belum mau Keluar.
"sayang, gw harus gimana Biar Lo Percaya?"
"sayang, buka pintunya ya. Gw takut Lo kenapa Napa" Rio masih terus membujuk Bianca, namun bianca tak mau keluar.
sebenarnya Bianca Terharu dengan Kesabaran dan ketulusan Rio untuk menghadapin sikapnya itu, namun ia yang masih salah paham pada sang suami tak mau berkata apapun dulu pada Rio yang sedari tadi bersuara di balik pintu kamar.
"gw pamit, gw harus ketemu sama Klien kemarin malem. di pantai" ucap Rio.
Bianca terdiam sejenak
Lalu setelah itu ia berlari keluar kamar.
saat berlari keluar Kamar, Bianca langsung di peluk oleh Rio yang ternyata masih ada disana.
Bianca belum membalas Pelukannya dan membiarkan Rio berbicara.
"Lo tuh ya. bikin gw khawatir aja! Lo belum makan loh dari tadi Pagi. gw gak suka Lo kaya gitu. kalo Lo kenapa Napa gimana? gw takut" ucap Rio panjang lebar sangat mengkhawatirkan Bianca.
Bianca menghela nafasnya pelan. ia membalas pelukan Rio.
"maafin gw"
Rio melepasnya.
"kok minta maaf"
"ya maaf karena gw gak percaya sama Lo. tapi sekarang gw percaya kok sama Lo" ucap Bianca.
Rio tersenyum.
"iya sayang. ga udah di di pikirin lagi ya. kita makan oke?"
di balas anggukan Kepala Bianca.
Rio menggandeng Bianca menuju meja makan. ternyata disana sudah ada berbagai macam makanan.
"Lo tadi keluar buat beli makanan?" tanya Bianca.
Rio yang masih tersenyum itu menggelengkan kepalanya.
"gw minta makanan dari resto itu di Anter ke sini"
"tapi bukannya ga boleh ya? ada peraturannya gw baca kemarin" ucap Bianca.
Rio tersenyum.
"apa sih yang gak bisa buat Rio Rafael. apa lagi ini buat istri nya"
Rio mengelus kepala Bianca.
Bianca tersenyum.
"makasih ya Rio"
Rio mengangguk.
"sama sama sayang. udah ayo makan"
mereka pun duduk di kursi meja makan dan mulai memakan makanan yang tersedia di meja makan.
"oh iya Rio-" ucap Bianca sembari mengunyah makanannya.
"abisin dulu makanan di mulut, baru ngomong" ucap Rio memotong ucapan Bianca.
Bianca mengunyah dan menelannya, setelah itu ia meminum air mineral di sampingnya.
ia melanjutkan ucapannya.
"Lo beneran mau ke pantai?"
Rio mengangguk karena ia masih Mengunyah makanan nya di Mulut.
"iya" ucap Rio setelah Mulutnya bersih dari makan.
"ngapain kesana? Lo ga liat apa kondisi di luar? Lo ga mikir, di pantai bakal lebih banyak!!" ucap Bianca.
Rio mengangguk.
"gw tau. tapi ini permintaan klien gw. gw harus gimana"
"ga ada tempat lain?" tanya Bianca.
"kan udah gw bilang sayang, ini permintaan klien" ucap Rio.
Bianca cemberut.
"kalo gitu gw ikut!"
Rio menatap Bianca.
"iya boleh sayang. boleh banget"
..
selesai makan, mereka bersiap siap menuju pantai, dimana itu adalah tempat yang klien Rio inginkan.
entah mengapa sang klien memilih tempat seperti itu. apa tak ada tempat lain?.
"gw harus pake baju apa?" tanya Bianca yang sedang mencari bajunya.
"bikini" ucap Rio bercanda.
"Lo suka cowo cowo liat body gw?" ucap Bianca.
"eh, ya engga lah. cuman gw yang boleh liat. lagi pula gw bercanda. gak bakal gw ngebolehin Lo pake bikini keluar" ucap Rio.
"yaudah, terus gw harus pake baju apa?. pantai itu tempat Bersantai, tapi ini sama klien Lo. pakaian kita harus rapi lah" ucap Bianca.
"klien gw ngajak gw kesana cuman buat main aja, gak ada pekerjaan kok. jadi pake baju santai aja" ucap Rio.
Bianca melipat lengannya.
"terus kalo gitu kenapa Lo terima?! Lo tau kan pantai kaya apa? apa lagi pantai Bali"
" gw harus bilang apa ke klien gw" ucap Rio.
"lo bisa jadiin gw alesan. itu yang Lo bilang tadi malem kan?!" ucap Bianca.
Rio menghela nafasnya.
"yaudah maaf. tapi gw udah janji"
"yaudah, ga ada untungnya Saling nyalahin. kita siap siap aja" ucap Bianca.
...----------------...