
Bee memberikan senyum dan sedikit membukukkan badannya kepada sejumlah orang lelaki yang berada di depan ruang rawat Indah ,Atia juga dan ruang inap Alby.Beberapa orang lelaki itu memang sengaja di tugaskan untuk berjaga disana.
Ketika tangannya hendak mengetuk pintu kamar Alby,bersamaan dengan itu pintu kamar terbuka dan keluar Ibu Sofi yang akan kembali pulang diantar oleh pak Dedy.
"Alby sudah tidur,bu ?"
tanya Bee langsung dengan suara pelannya
"Ibu gak pernah lihat Alby tidur,malah.Sekarang aja itu masih melamun.
Tolong bilangi Alby,biar tidur dulu.Kasian juga badannya.Ibu gak tega lihatnya begitu "
jawab Bu Sofi,air matanya bahkan jatuh.Lalu menepuk bahu Bee pelan dan berlalu meninggalkan Bee.
Bee membuka dan menutup pintu kamar dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan suara.Bee bisa melihat Alby yang sedang duduk di sofa panjang sambil memegang gelas minuman di tangannya.Ruangan kamar yang temaram menambah kesan sedih yang makin kentara.
Bee lalu duduk di samping Alby.Alby sedikit terkejut melihat Bee dengan mata menyipitnya yang kini ada disampingnya.Alby lalu melihat arloji yang ada di tangannya.
"ini hampir jam 1 pagi,Bee "
ucap Alby bingung
"Mmmmm MMmmm"
jawab Bee sambil tersenyum
"udah ijin kesini kan ?"
Bee menjawab pertanyaan Alby dengan menggelengkan kepalanya takut-takut.
"tapi,Andra tau aku nginap di sini.Andra udah janji juga tadi akan kasih penjelasan ke mama juga papa.
Andra juga titip salam buat kamu"
ucap Bee cepat karena melihat mata merah Alby membulat seperti tidak suka.
Alby tersenyum,lalu mengacak rambut Bee gemas.Bee yang dari tadi menekan rasa sedihnya langsung merangkul Alby dalam dekapnya.Meletakan dagunya diatas pundak Alby,berusaha menarik lebih banyak rasa sedih Alby dari tubuhnya.
Alby terdiam,seperti menikmati energi baru di dirinya.Perasaan takut juga sedih yang menghantuinya sedikit dirasakannya berkurang.
"udah malem banget.gih tidur sana..!"
seru Alby sambil melepas dekapan Bee dan memandang Bee dengan rasa sayangnya,satu tangannya juga mengelus lembut pipi yang berlubang itu.
"aku datang kesini bukan untuk tidur,By"
balas Bee,lalu mengambil posisi duduk di ujung sofa.Menepuk-nepuk paha nya,meng isyaratkan agar Alby merebahkan kepalanya di pangkuan Bee.Alby tersenyum dan tanpa ragu mengikuti keinginan Bee yang sebelumnya meletakkan terlebih dahulu gelas yang di pegangnya di atas meja.
Alby yang sudah berbaring di atas pangkuan Bee,melihat keatas memperhatikan wajah Bee.Alby bisa merasakan kedamaian di sana.
"matanya gak pegel tu,pak..!!
pejemin bentar ya"
pinta Bee lembut lalu menutup mata Alby dengan telapak tangan kanannya.
Alby mengambil tangan kanan Bee lalu menautkan jari-jari mereka,memberikan satu ciuman di punggung tangan Bee.
"Perasaan aku gak enak banget,Bee.Aku juga gak bisa ngerti dengan perasaan aku sekarang.Semakin aku mencoba mencari tahu,aku merasakan ketakutan.
Aku takut banget,Bee.
Aku takut apa yang aku takutkan akan terjadi.Aku belum siap Bee ngadapi itu"
ucap Alby dengan suara paraunya.
"Ijini aku temani kamu melewati semua ini,By "
pinta Bee,lalu mendekatkan tangan yang saling bertautan ke wajahnya.Dan memberikan ciuman lembut di punggung tangan Alby.
Alby lalu memiringkan tubuhnya,yang kali ini wajahnya tepat mengarah ke perut Bee.kedua Tangan Alby lalu melingkar di pinggang Alby.Berlahan tubuh itu terlihat mengguncang dan sayup-sayup terdengar suara isakan tangis diruangan itu.
Bee mengusap-ngusap lembut rambut Alby.Membiarkan Alby menumpahkan rasa sedihnya yang juga Bee rasakan.Air matanya juga di rasakan mulai membanjiri pipinya.
----------------------------------------
"Maaf,Ibu..
ditunggu segera di ruang meeting "
informasi seorang mahasiswi magang yang tadi memasuki ruang kerja Bee.
Bee menganggukan kepalanya lalu tersenyum.Melihat mahasiswi magang yang meninggalkan ruangannya dengan pikiran yang mulai bercabang.
"ini sekarang mau meeting dalam rangka apa ?
siapa penyelenggara meeting ?
ada informasi penting apa yang di berikan"
Dan banyak pertanyaan lain yang berdatangan di kepala Bee sampai kakinya mencapai pintu ruang rapat dan melihat ruang rapat sudah di penuhi banyak orang.
Bee melihat lagi isi ruangan rapat yang sedikit riuh dan hanya menemukan satu kursi tertinggal.Berarti rapat kali ini hanya tinggal menunggu kehadiran dirinya saja.Bee berjalan menghampiri posisi duduk nya.
"MOHON PERHATIANNYA..!!
BAPAK-BAPAK
IBU-IBU..
RAPAT AKAN KITA MULAI"
Teriak Neta selaku sekretaris Atia dan semua mata pun tertuju ke depan.
Bee melipat bibirnya kuat seperti menahan sengatan listrik yang tiba-tiba merasukinya.Alby telah berada disana,dengan wajah dingin tapi terlihat sangat berwibawa dan di mata yang tajam tapi sayu itu Bee bisa melihat kesedihan.Mendengarkan setiap laporan dengan sangat hati-hati.
Apa ini sekarang ? Bee bingung sendiri dengan hatinya sekarang karena perasaan senang dan sedih sama -sama di rasakannya sekarang.
----------------------------------------
Bee memasuki ruang kerja Atia setelah di persilahkan oleh Neta sekretaris Atia.Bee menghentikan kakinya begitu melihat pemandangan yang membuatnya jengah sendiri.Alby sedang duduk di kursi kerja Atia dan di sampingnya berdiri Sandra dengan wajah yang menurut Bee sangat memuakkan.
Alby melihat Bee tajam yang berdiri dengan membawa setumpuk map di dalam pelukan tangannya.Sandra yang sadar perhatian Alby telah beralih dari nya mencoba mengikuti arah pandangan Alby,dan spontan menarik nafas ngeri begitu tau siapa yang hadir di sana.
"Mas,Sandra keluar dulu ya.
Ingat pesan Sandra,Mas harus jaga kesehatan.Sandra selalu siap nemani mas"
Kata Sandra,satu tangannya ingin mengelus lembut pundak Alby tapi niat itu batal karena melihat sorot mata kejam Bee yang terarah kepadanya.Sandra dengan perasaan takutnya pun pergi meninggalkan ruangan kerja Atia.
Mata kejam Bee terus mengekor setiap gerakan Sandra tanpa berkedip sekalipun sampai wanita itu hilang di balik pintu baru Bee busa melemaskan otot syaraf matanya.Lalu berjalan menuju meja di mana Alby duduk dan meletakkan laporan yang dari tadi didekapnya.
"Semua ini sudah di setujui kerjasamanya oleh pak Atia sebelumnya.Dan ini hanya tinggal tanda tangan Pak Atia saja.Aku kira kamu bisa mewakilinya "
Bee menatap tajam mata Alby yang juga menatap tajam dirinya.
"Kamu cemburu ya Bee "
ucap alby mencoba menyelidiki wajah yang ada di hadapannya
"Ccihhhhhh,
cemburu...???
NNOOO..!!!"
Mendadak muka Bee langsung berubah kesal apalagi mengingat wanita itu memanggil Alby dengan sebutan Mas
"Mas...
aisshhhh"
ucap Bee lirih sambil menggeleng-gelengkan kepalanya frustasi
Alby tersenyum melihat Bee lalu mulai memeriksa dan membaca file yang di berikan Bee satu persatu.
"Sandra bahkan hampir tiap hari mengunjungi aku di rumah sakit"
lapor Alby tanpa mengalihkan pandangannya dari file yang ada di tangannya
Bee hampir tidak percaya mendengar laporan Alby.Sudah senekat itu kah wanita itu bertindak.Sialnya,Bee tidak pernah memikirkan ada wanita bisa bertindak senekat itu.
"jadi hal yang wajar juga kalau panggilan berubah dari Bapak ke MMM AAAASSSS"
ucap Bee mencoba menyindir panggilan Sandra ke Alby.
Alby terkekeh mendengar kata Mas yang terdengar sangat lucu keluar dari mulut Bee.
"apa susahnya se bilang iya aku cemburu"
ledek Alby
"gila apa aku..!!! harus nambah dosa dengan pura-pura ngakui hal yang gak aku rasai"
jawab Bee sewot lalu mengambil map -map kembali setelah di tanda tangani Alby.
"Terima Kasih,karena udah mau mendengar bahkan lakuin apa yang aku omongi tadi malam.Aku juga minta maaf kalau belum bisa mengerti dengan posisi kamu sekarang"
ucap Bee lirih
Alby menarik nafasnya panjang lalu menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi yang di dudukinya.
"gak capek,dari tadi berdiri terus !"
tanya Alby yang membuat dahi Bee berkerut mendengar pertanyaan yang menurutnya aneh disaat seperti ini.
"waktu ku gak banyak,karena aku harus segera bertemu dengan perusahaan lain lagi "
"Jadi...??
emang cemburu kan..???
selidik Alby lagi
"Hahahahh...!!!
cemburu...???
YA NGGAAK LA..!"teriak Bee kesel
"Tapi sepertinya Bapak Alby merespon kehadiran wanita itu di dekat bapak .."
tanya Bee dengan tatapan menyelidik
"Ya jelas...
Sandra itu cewek cantik,perhatian banget ma aku,suka ma aku,Body nya...????
WUISSSSSH"
Jawab Alby dengan mata menggodanya
Bee membesarkan matanya,mendengar ucapan Alby yang di luar dugaannya.Untuk body,Bee memang harus akui dirinya kalah dari Sandra.Untuk kulit putih dan mulus,oke Bee bisa unggul jauh.Cantik ..?itu relatif.Tapi soal ukuran bokong dan dada juga seksi,Bee harus mengakui keunggulan dari Sandra.
"Ck..,
ternyata isi otaknya mesum"
sungut Bee kesal lalu mengambil seluruh map yang selesai di tanda tangani Alby
"Apa ???"
teriak Alby dengan terkejut
"nggak,
kamu harus mulai mempersiapkan mental kamu.Aku pikir Saat ini,semua perhatian tertuju pada kamu secara publik kan baru tahu tu anak pak Atia juga ibu Indah kamu.Terutama perhatian para cewek-cewek di perusahaan ini"
"wkwkwk...,
makin banyak saingan dong Queen Bee Cantika jadinya"
sungut Alby sambil menyilangkan kedua tangannya di dada dan menatap penuh kemenangan.
Bee menatap Alby dengan kesal.Sifat devil yang ada di depannya sepertinya akan kambuh dan Bee tidak mau untuk memancing sifat itu keluar.
"Saya pamit diri dulu pak"
ucap Bee akhirnya dengan sopan dan tersenyum.Lalu membalikan badannya menuju pintu keluar
"Handphone Ibu Bee dari tadi tidak aktif.Saya coba hubungi dari tadi tidak bisa "
Alby mengingatkan Bee dengan formal sebelum Bee keluar dari ruangan
"O,
Kehabisan batrai sepertinya.Saya akan mencharger nya pak agar Bapak bisa menghubungi saya nanti"
Jawab Bee dengan penuh makna tanpa menolah ke arah Alby.
----------------------------------------
Bee memasuki pintu mobil yang sudah menunggunya dengan nafas lega.Waktu sudah menunjukan angka hampir jam 10 malam.Melalui perdebatan yang panjang akhirnya Bee dapat meyakinkan perusahaan Steel Co untuk melanjutkan kerjasamanya dengan Maha Group.
"kita langsung ke rumah sakit aja,Pak"
perintah Bee langsung begitu tubuhnya terduduk di kursi penumpang
"Bu..
Maaf .."
ucap Pak Irwan selaku supir Bee
"kenapa ,Pak ?"
tanya Bee sedikit takut-takut untuk mendengar informasi dari pak Irwan.
"Handphone Ibu tertinggal di mobil.Saya lupa juga mengingatkan ibu tadi untuk membawanya saat dicharger.Dari tadi banyak panggilan yang masuk dan saya tidak berani menerima panggilan itu.Tapi tadi saya terima telpon Bu, kalau Pak Atia meninggal dunia siang tadi.Mereka minta saya untuk segera antar ibu ke rumah pak Atia tapi saya gak tahu posisi pertemuan ibu "
Tubuh Bee lemas mendadak mendengar ucapan pak Irwan,air matanya pun jatuh tanpa disadarinya.Bee memaki-maki kebodohannya yang lupa membawa handphone.Bagaimana keadaan Alby sekarang.Bagaimana Alby menghadapi kenyataan yang ada.Seharusnya Bee berada di samping Alby saat itu...
"Kita langsung ke rumah Pak Atia,bu "
tanya Pak Irwan yang di iyakan dengan anggukan lemah Bee.Bee merasakan hatinya hancur sekarang.Bagaimana dengan hati Alby sekarang..