UNTITLED

UNTITLED
Seharian dibuat kesal



sesampainya di rumah.


"Biancaa! Lo dari mana aja sih!" Teriak Rio yang sedang Duduk Di Sofa ruang santai sambil Menonton.


"udh gw bilang, gw habis ketemuan sama mantan Lo!" ucap Bianca.


"lama amat.. ngobrolin apa Lo sama dia?!" Tanya Rio melirik Bianca dengan tatapan Tajam.


"kepo lu!" jawab Bianca yang langsung berjalan menuju anak tangga untuk naik ke kamarnya.


"mau kemana Lo!" Ucap Rio.


"gw mau Ke kamar lah! mau bersih² sama ganti baju" ucap Bianca.


"nanti aja.. gw laper, masakin makanan sana!" Ucap Rio fokus pada Tv.


"dih, siapa Lo!" ucap Bianca.


"gw suami Lo! nurut sama suami! jangan ngebantah!" ucap Rio.


"dih.. Lo punya tangan kan? masak sendiri lah" ucap Bianca.


"Lo gak ush ngebantah ya bii! gak sopan banget Lo sama suami Lo!" ucap Rio.


"Lo Terlalu seenaknya sama gw tau gak! emang gw babu apa!" ucap Bianca.


"cih.. itu emang Kewajiban istri kali! mau gw bacain Buku kewajiban² istri?" ucap Rio.


"ish serah deh" ucap Bianca tak mau meladeni Rio lagi. dia langsung pergi ke dapur untuk membuatkan Rio makanan walau dirinya sangat kesal dengan Rio.


selesai memasak.


Bianca menyajikan makanannya di meja makan.


"bawa sini kek.. males kesana!" ucap Rio dengan santainya.


"cih.. pemalesan!" ucap Bianca sambil membawakan Piring Yang berisi masakan Nya untuk Rio.


Bianca menaruh Piring yang dia bawa itu di Meja depan Rio.


Rio masih Berfokus pada tv.


Bianca tak menghiraukannya dan ingin pergi ke kamarnya.


tetapi sebelum itu, Rio langsung menarik Bianca membuat Bianca kembali terduduk di sofa.


"apaan sih!" Ucap Bianca kesal.


"suapin gw" ucap Rio menatap Bianca.


"dih! kaga kaga! gw kaga mau!" ucap Bianca.


"cepetannn!" Ucap Rio memaksa.


"Lo punya tangan kan! Lo bukan bayi yang harus gw suapin!" ucap Bianca.


"ya Lo harus belajar buat bayi kita nanti" ucap Rio.


"cih.. jijik, gw gak Sudi ngasih diri gw ke Lo!" ucap Bianca.


"gw juga gak Sudi kali Buat nyentuh Lo! udh cepet suapin!" ucap Rio menyodorkan Piring itu.


Bianca mengepalkan Tangannya ingin menonjok Muka Rio.


"jangan dikepal gitu tangannya! kesel? gak suka? Lo istri gw, gw suami Lo dan Lo harus nurutin apapun permintaan gw!" ucap Rio.


"Ck" ucap Bianca kesal dan langsung mengambil Piring yang ada di Tangan Rio itu.


Ia terpaksa Menyuapi Rio karena ia Tak mau terus²an mendengar Ocehan Rio yang membuat Gendang telinganya rusak.


Rio disuapi Bianca sambil memainkan Game di Hpnya.


Rio bermain game itu dengan rusuh, membuat Bianca kesal.


"Lo Diem atau gw gak suapin!" ucap Bianca.


"ish" ucap Rio yang langsung berhenti Dari kegiatannya bermain Game.


"Aaaaa" Rio membuka Mulutnya dengan lebar.


"cih.. gak ush besar² bukanya, bau!" ucap Bianca.


"yaelah ngomel Mulu Lo!" ucap Rio yang langsung memasukan Sendok yang sudah Bianca isi makanan itu kedalam Mulutnya, lalu memakan Makanan Buatan Istrinya itu.


"Lo mau?" tanya Rio.


"gak" ucap Bianca.


Rio menyendok makanan Yang ada dipiring yang sedang dipegang Bianca.


"Aaaaaaa" Rio Mengode Bianca untuk membuka mulutnya sambil menyodorkan Sendok itu pada Mulut Bianca.


"gw gak mau!" ucap Bianca.


"nurut sayang" ucap Rio yang membuat Bianca menonjok Perut Rio, walaupun tak terasa oleh Rio.


"jijik, apaan sih sayang² an!" ucap Bianca.


"yaudah buka mulutnya" ucap Rio.


Bianca malah menutup rapat mulutnya.


Rio menghembuskan Nafasnya.


"Nurut, atau lusa Lo hamil!" ancam Rio.


"katanya Lo gak sudi Nyentuh gw" ucap Bianca.


Rio mendekatkan wajah nya pada Wajah Bianca.


"atau.. malem ini Lo hamil! mau?" ucap Rio kembali mengancam membuat Bianca Merinding.


"ck.. iya iya" ucap Bianca yang lansung membuka mulutnya.


Rio pun menyuapi Bianca.


selesai makan dan Saling suap²an atas permintaan Rio, Bianca langsung mencuci piring nya dan pergi ke kamar untuk Membersihkan Dirinya dan mengganti bajunya.


Cklek..


Rio masuk Ke kamar pada saat Bianca Akan masuk ke dalam kamar mandi.


Bianca tak menghiraukannya dan langsung masuk Ke kamar mandi. ia Langsung mengunci pintunya dan Membersihkan Dirinya.


"gw kenapa? tdi gw ngapain? kenapa gw Bisa manja kaya gitu ke Dia? bahkan sampai Ancem bakal Buat dia hamil.. ck, apa apaan gw!" batin Rio sambil menepuk Keningnya.


Dia langsung menghampiri Sofa yang tersedia di Kamar.


lalu Ia Tiduran disofa dengan kedua Kaki naik ke Tangan sofa.


Ia menjadikan 1 Tangannya tumpuan untuk kepalanya.


lalu dia mengambil hpnya dari sakunya, dan memainkannya.


Bianca keluar dari kamar mandi sambil mengelap Mukanya dengan handuk.


"mandi sana.. bau!" ucap Bianca yang melihat Rio asik dengan hpnya.


"mandiin" ucap Rio.


"astaga, mau gw tendang punya Lo hah! Lo nyebelin banget" ucap Bianca melempar handuk Yang ada ditangannya itu.


"ck.. becanda doang! " ucap Rio yang langsung bangun dari sofa dan membawa handuk bekas Bianca itu Ke kamar mandi untuk dia pakai.


"jangan pake Anduk gw!" ucap Bianca.


"males gw ambilnya" ucap Rio yang langsung masuk kamar mandi.


"riooo.. woyy! cih Napa sih tu orang" ucap Bianca sambil menggedor² pintu Kamar mandi.


"Jangan berisik woyy!" Teriak Rio dari dalam kamar mandi.


"buka dulu pintunya!" ucap Bianca masih menggedor² pintu kamar mandi.


"Lo mau masuk?" Ucap Rio.


"gak!"


"ish.. dahlah terserah Lo" ucap Bianca yang langsung pergi dan duduk di sofa.


Rio keluar kamar mandi hanya memakai Handuk yang dililitkan di Pinggangnya.


"Cih! Pake baju kek klo mau keluar tuh!" ucap Bianca.


"gw lupa ngambil baju! ambilin kek!" ucap Rio.


Bianca menghampiri Lemari yang berisi pakaian²an Rio.


"yang mana?" tanya Bianca.


"yang mana aja" ucap Rio.


Bianca pun mengambilkan pakaian untuk Rio.


"sama sekalian Dalemannya juga.. gw belum pake Daleman nih" ucap Rio.


"cih.. Daleman Lo ambil sendiri!!" ucap Bianca yang langsung melempar pakaian yang telah ia Pilihkan untuk Rio ke kasur, dia pun langsung pergi.


Rio hanya menggelengkan kepala dan langsung mengambil pakaian nya sendiri.


setelah Memakai bajunya, Rio Pergi ke bawah.


Rio melihat Bianca yang sedang terduduk kesal di sofa ruang Depan.


Rio menghampirinya dan duduk di sampingnya.


"kesel sama gw?" tanya Rio.


"g" ucap Bianca dingin.


"udh jelas Lo Kesel sama gw, bilangnya engga" ucap Rio.


"itu Lo tau, gak ush nanya²!" ucap Bianca yang sedari tdi tak melirik Rio sedikit pun.


"cih.. Cuman Gw suruh ambilin Baju gw aja marah" ucap Rio yang langsung duduk di pinggir Bianca dan sibuk dengan hpnya.


Bianca langsung melirik Rio dengan Tatapan Tajam.


"Apa Lo bilang? cuman Ambilin baju doang? ck! Lo lupa, siapa yang masakin Makanan buat Lo, Mana Lo minta disuapin lagi!, terus lo Ngancem² gw yang gak masuk akal!, terus Lo Pake Anduk gw, terus minta ngambilin Baju!!" ucap Bianca mencubit paha Rio.


"kaga ush Cubit² ish!" ucap Rio menepis tangan Bianca.


"Udh gw bilang, itu kewajiban istri!" ucap Rio.


"Iya emang kewajiban istri, tpi klo berlebihan masuknya kaya Babu!" ucap Bianca.


"nyenyenye" ledek Rio pada Bianca


"ish suami kaga tau diri! bukannya Bilang makasih, atau apa kek, ini malah ledek gw!" ucap Bianca yang langsung berdiri Dan menimpuk muka Rio dengan bantal sofa, setelah itu ia langsung pergi.


(Like, komen, vote yaa.. biar author makin semangat upnya)