UNTITLED

UNTITLED
Suasana romatis



tanpa mereka sadari, hari ini sudah larut malam.


namun mereka belum beranjak ke kamar.


setelah ungkapannya tentang 'belum bisa Memberi lebih' pada Rio tadi, Bianca menjadi canggung pada Rio.


sedangkan Rio tak mempermasalahkan tentang ungkapan Bianca barusan.


ia sadar, ia yang salah.


Padahal ia pernah berjanji, untuk menunggu Bianca hingga siap.


Rio terus menatap Bianca yang sedang duduk canggung.


tapi Rio tak mau menanyakan nya.


"kekamar yu, udh malem.. kita bobo" ucap Rio.


Kata "bobo" yang Rio ucapkan membuat Bianca menjadi gemas.


bianca tak kuasa menahan Tawa gemasnya, tetapi ia masih sedikit canggung.


Bianca akhirnya hanya tersenyum tipis dan mengangguk menerima Ajakan Rio.


Sebelum Menuju ke kamar, mereka mematikan Lampu disemua ruangan lantai satu, lalu mengunci pintu utama.


dan mereka pun langsung pergi ke Kamar.


dikamar.


Rio menutup dan mengunci pintu kamar seperti biasa, namun yang tak biasa, Rio mematikan Lampu Kamar dan menyalakan 2 lampu duduk yang terletak di atas laci yang bertempat di kedua sisi Kasur.


Rio yang Bianca kenal, sangat tak bisa tidur jika Dalam keadaan gelap.


namun anehnya hari ini Rio malah membuat Keadaan Kamar menjadi gelap.


keadaan kamar juga menjadi harum saat Rio menyalakan Lilin aromaterapi di meja laci dekat Kasur.


Rio tiba tiba memeluk Bianca dari belakang.


Bianca menoleh kebelakang.


"k-kenapa?" tanya Bianca gugup.


"mulai sekarang, suasana kamar bakal jadi kaya gini" ucap Rio.


"tpi, bukannya Lo gak bisa tidur kalo Gelap?" ucap Bianca.


"tapi gw juga pernah bilang, gw bakal bisa tidur nyenyak kalo meluk Lo" ucap Rio.


"o-oh yaudah kalo gitu, sekarang kita tidur" ucap Bianca melepaskan pelukan Rio sebelum Rio menariknya dan Menyenderkan nya pada dinding kamar.


Bianca semakin gugup dan tak tau harus berbuat apa saat Rio mengunci kedua tangannya.


"Lo cantik banget sihh" ucap Rio yang setelah itu melepas Kan Bianca.


Jantung Bianca tiba tiba terdiam, Bianca sangat syok.


Rio sudah berkali kali berkata bahwa Bianca itu cantik, tetapi kali ini suasananya berbeda.


sangat romantis dan Membuatnya Semakin gugup.


"udah yu bobo" ucap Rio menggandeng Bianca Menuju kasur.


Rio dan Bianca merebahkan dirinya.


Bianca Yang masih gugup itu menghadapkan Tubuhnya membelakangi Rio.


Rio menarik Tubuh Bianca Mendekat padanya lalu memeluknya dari belakang.


Bianca lagi lagi merasakan Kegugupan itu.


Rio sering memperlakukan nya seperti ini, namun kali ini suasananya sangat sangat jauh berbeda.


ruangan yang gelap dan harum lilin aromaterapi itu membuat suasana seperti keadaan malam pertama.


suasana hening hingga Rio mulai membuka percakapan.


"suasananya romantis ya, gw suka.. coba aja Waktu malam pertama kita suasananya kaya gini, pasti-" ucap Rio terpotong.


"gak ush mikir macem macem.. toh kalau pun suasana malem pertama kita kaya gini, Kita gak bakal ngelakuin itu" ucap Bianca.


"gw bisa aja ngelakuin itu kalo Gw udh cinta sama Lo kaya sekarang" ucap Rio.


"kalau pun Lo mau lakuin itu, gw gak bakal mau karena gw Sama Lo baru kenal" ucap Bianca.


"Iya bii, iya. Gw udah tau prinsip Lo itu.. prinsip gw, gw bakal nunggu Lo sampe Lo siap" ucap Rio.


" Rio, kenapa Lo harus bersikap manis gini sih ke gw?! gw jadi makin gak sanggup Buat jalanin tugas mamah Lo " batin Bianca.


Bianca menanggapi omongan Rio barusan dengan senyuman tipisnya.


"bii, gw boleh ngelakuin sesuatu gak?" bisik Rio pada telinga Bianca.


Bianca menjadi merinding.


"e-emang apa?" tanya Bianca.


Rio tak menjawab dan langsung mengganti posisinya.


ia membuat dirinya berada di atas Bianca, dan Bianca menghadap pada dirinya.


"r-rio, Lo mau ngapain" ucap Bianca takut.


Rio mencium kening Bianca lalu mengubah posisinya menjadi disamping Bianca.


ia memeluk Bianca.


"selamat tidur sayang" ucap Rio sambil mengelus kepala Bianca, membuat Jantung Bianca berdetak tak karuan.


Rio terus mengelus Kepala Bianca hingga akhirnya Bianca tertidur.


Rio yang melihat Bianca sudah tertidur, akhirnya memutuskan untuk tidur juga.


..


Pagi hari ini, cuaca diluar hujan.


Rencana Rio yang akan membawa Bianca berjalan jalan ditaman gagal.


"gak jadi deh jalan jalan ditaman" ucap Rio.


"yaudah gapapa, gw seneng kok dirumah aja" ucap Bianca.


"kenapa hari ini harus hujan, padahal gw mau ngajak Bianca ke taman " batin Rio.


"gimana kalo kita main nya dalem rumah aja? rumah ini kan lumayan besar" ucap Rio.


"emang mau main apa sih?" tanya Bianca penasaran.


"kalo cuaca kaya gini, enaknya main kuda kudaan" ucap Rio.


Bianca mengerti apa yang dimaksud Rio itu.


Bianca menghela nafas.


"Lo mau nunggu gw sampe gw siap kan? yaudah gak ush ngomongin tentang itu, gw gak suka" ucap Bianca.


"iya maaf" ucap Rio.


Tak ada Percakapan lagi diantara mereka.


Rio dan Bianca sama sama Diam saja dan tak ada yang mau memulai obrolan.


Mungkin saja karena Bianca masih marah, dan Rio tak ingin menambah kemarahan Bianca.


Namun saat suasana sedang hening.


Suara keras Petir membuat Bianca kaget dan loncat kepelukan Rio.


Ia menangis karena saking kerasnya suara petir itu.


sejak kecil, Bianca memang takut dengan Petir.


"R-Rioo, gw takut" ucap Bianca dengan suara sesegukan sedang menangis.


"iya sayang, makannya jangan ngambek.. udh gini aja biar kalo ada petir lagi, Lo gak Takut" ucap Rio mengelus Kepala Bianca.


Bianca mengangguk ketakutan.


"kalo kaya gini, gw mau setiap hari hujan " batin Rio tersenyum.


Bianca Menoleh ke atas Menghadap Rio.


"kenapa hm?" tanya Rio.


"Lo modus ya!" ucap Bianca melepas pelukannya dan duduk pada posisi semula.


"siapa yang modus.. kan Lo yang tiba tiba loncat ke pelukan gw" ucap Rio.


Belum bianca berkata apapun, tiba tiba lagi lagi suara keras Petir mengkagetkannya dan membuatnya lagi lagi loncat kepelukan Rio.


Rio hanya tertawa kecil melihat ketakutan Bianca.


"udah gw bilang, gini aja.. gak ush ngambek Mulu" ucap Rio kembali mengelus kepala Bianca untuk menenangkan Bianca.


Suara petir kembali menggelegar.


Bianca memeluk Rio dengan erat,, ia sangat ketakutan.


"udah ya, jangan takut.. ada gw disamping Lo, Lo bakal baik baik aja" ucap Rio.


"yang sebenernya, gw nyaman di pelukan Lo Rio " batin Bianca mempererat pelukannya.


"makasih udh selalu ada buat gw, udah selalu mau jadi pelindung gw, dan udh mau terluka Buat gw.. Lo harus tau, gw sayang banget sama Lo lebih dari apapun.. gw bingung harus gimana sekarang..apa gw harus berhenti disini dan ngelanjutin kehidupan cinta gw sama Lo? atau gw harus tuntasin tugas dari mamah Lo dulu? " batin Bianca tiba tiba saja menangis.


"kok nangis?" tanya Rio.


"gw sayang sama Lo Rio!! " batin Bianca.


"iya gw juga sayang sama Lo" ucap Rio.


Bianca kaget saat Rio berkata Itu.


Bianca menatap Rio dengan heran.


"gw bisa baca pikiran Lo Bii, gak ush heran kaya gitu.. kata orang, cinta itu bisa bikin Ikatan batin kita erat" ucap Rio.


Bianca memeluk makin erat Rio.


Rio pun membalas Pelukannya itu.


Cuaca hujan diwarnai pelukan hangat, membuat suasana Rumah menjadi romantis.


...----------------...