UNTITLED

UNTITLED
Bab 113 Adegan dewasa 17+



Navy mengeraskan rahangnya kuat kedua tangannya pun mengepal kuat melihat pemandangan yang ada di hadapannya.Rasa kantuk yang dari tadi ditahannya pulang dari rumah sakit pun hilang seketika.


Bee terlihat tertawa lepas bersama seorang cowok bule di depan kamar Bee.Posisi mereka saling berhadapan dengan posisi Bee yang menyandar pada pintu kamarnya.Entah apa yang mereka bicarakan tapi melihat tawa Bee yang memperlihatkan lesung pipinya membuat dada Navy bergemuruh marah.


Navy mengeluarkan suara batuk yang disengajanya dengan kuat,dan usahanya berhasil.Kedua orang itu langsung menatap Navy dengan risih.Navy membalas tatapan mereka dengan sorot mata menantang dengan memasukan kedua tangannya kedalam saku baju dokternya.


Cowok bule itu lalu pergi meninggalkan Bee dengan senyum menggodanya dan itu sangat menjijikan buat Navy.Navy langsung berjalan cepat menuju pintu kamar Bee begitu Bee akan masuk ke kamarnya dan dengan cepat juga ikut masuk.


"ngapai lu ?"


tanya Bee dengan tatapan kesalnya.


"sapa tu bule ?"


"mahasiswa gue "


jawab Bee santai lalu berjalan masuk ke kamarnya dan membiarkan Navy mengekor di belakangnya.


"mahasiswa gimana ?"


"ya mahasisawa !


gue lagi ada job jadi asdos Mr.Oscar "


"lu gak lihat matanya,lihat lu pake nafsu gitu ?"


"mata lu kali yang nafsu !"


teriak Bee sambil meminum air didalam botol yang baru diambilnya dari dalam kulkas.


"lu jadi cewek juga kegenitan,ngapa pula tu bocah sampe bisa ngantari lu kesini ?"


"bukannya lu sendiri yang bilang ke gue,gue HARUS COOBA "


Bee lalu menatap Navy dengan senyum yang terlihat mengerikan dan sengaja kalimat harus coba diberi penekanan.


"ya memang,


memang harus dicoba "


sungut Navy kesal lalu menggaruk-garuk kepalanya ,memutar badannya dan mulai menunjukan sikap salah tingkahnya.


"tapi kan Bee gak juga asal coba dong.


tu masih kelihatan bocah ,kalau mau di seriusi sepertinya.."


Navy menggantung kalimatnya karena melihat raut muka Bee yang sudah tidak bersahabat kepadanya.


"Semua bakalan gue coba,termaksud lu juga "


"Bee !!! geli gue jadinya kalau gitu.Lu kelihatan murahan banget.kayak lu ngobral diri "


Dengan kesel Navy mengucapkan itu lalu duduk diatas kursi belajar Bee.


"apa lu bilang Biru dongker ?"


tanya Bee sambil mendorong-dorong bahu Navy.


"gue dokter bukan biru dongker !"


rutuk Navy kesel sambil mencoba menepis tangan Bee yang terus mendorongnya.


"ulangi yang lu bilang tadi tentang gue,biru dongker ?"


"cuma Alby yang boleh panggil gue dongker ya !"


"lu bilang gue cewek apa tadiiiiii ?"


tanya Bee lagi geram kali ini satu tangannya memegang kuat dagu Navy dan mengarahkannya ke wajah Bee,Bee terlihat sedikit emosi karena Navy mengaitkan nama Alby.


"Bee "


Ucap Navy gugup lalu menepis tangan Bee dari dagu nya.


"Sayang aja pesona lu gak sampe ke hati gue "


Lalu Bee dengan senyum usilnya meninggalkan Navy yang terlihat gugup


"maksud lu pecahan botol itu lebih oke pesona nya dari gue ! lu lebih terpesona ma tu bule !"


"nah tu,bisa koreksi diri sendiri. Gue sarani ya,lu cari tu di market-market yang jualan pesona diri.Lu borong semuanya,biar diri lu kelihatan pesona nya "


"sadis banget lu,Bee !


gini-gini gue dokter Bee.Calon Dokter spesialis Bedah juga.Cewek-cewek yang tau profesi gue ini udah pastilah bakalan terposona ma gue ditambah tampang oke gue.Lu aja yang gak mau buka diri lu buat gue "


"lu curhat ya,biru dongker ?"


ejek Bee sambil mengambil buku yang lumayan besar di meja yang ada di hadapan Navy


"lu panggil gue biru dongker lagi ?"


sungut Navy kesal lalu mengeluarkan handphone dari saku bajunya dan melakukan panggilan.


Terdengar nada panggilan dari handphone Navy dan terdengar suara sahutan juga dari telpon itu.


"lu lagi liburan di swiss ya?"


"bukan liburan,kebetulan gue cuma ada urusan kerja dikit aja,Dongker "


Begitu mendengar suara yang sepertinya tidak asing juga panggilan Dongker untuk Navy,darah Bee seperti berdesir aneh.Gerakan membuka-buka bukunya pun terhenti.


"lu gak pengen jenguk gue"


"Wkwkwk,


lu udah gede kali.bentar lagi juga jadi dokter spesialis.ngapa juga gue jenguk lu.lagian ke tempat lu makan waktu hampir 4 jam.waktu gue sempit "


"lu bakalan nyesel kalo gak ke tempat gue.Gue bakalan kenali lu ma cewek yang pastinya lu suka.lu mau lihat ? gue tunjuki ne,gue yakin lu pasti bakalan langsung nyamperi gue "


ucap Navy dengan nada mengundangnya lalu tangan yang memegang handphone sengaja di arah kan ke Bee yang sedang memunggungi nya.


Bee yang sempat kepalanya menoleh dengan cepat mengembalikan kepalanya lalu menunduk dalam.Deru jantungnya pun seperti lari maraton sudah.


"pacar lu,Dongker ?


"pengen nya gue se !


tapi gue di tolak,katanya pesona lu lebih oke.dia gak bisa lihat pesona gue "


"kok gue ?"


"Mana gue tau !


Ne cewek yang bilang begitu.Pesona lu belum bisa terlupakan dan masih yang...


Awwwwwwww


Ahhhhhhh


Sakit


Sakiiiiit


Ampuuuun..


Saakiiiiit,sumpah .."


teriak Navy penuh dengan nada permohonan karena merasakan adanya tarikan yang kuat di rambutnya.


Bee yang gak mau rahasia keberadaannya di ketahui oleh Alby dengan spontan langsung menjabak rambut Navy kuat dengan geram dan emosi.Handphone yang ada di tangan Navy pun menampilkan gambar yang berubah-rubah.


Alby awalnya bingung dengan apa yang terjadi pada Navy,tapi begitu melihat layar handphone nya yang berubah-rubah fokusnya dan mendengar suara Navy yang meminta tolong seperti teraniyaya,Alby bisa membaca keadaan Navy sekarang.


Alby pun tidak dapat menahan tawanya,di keluarkan semua tawa itu.


"pacar lu bule,dongker ?


sadis banget sepertinya !"


tanya Alby penuh iba


"pacar lu ne !


gue ogah jadi pacarnya kalau ngamuknya seliar ini"


balas Navy susah payah sambil tetap mengerang kesakiatan.


"Bee..,Bee.


Bee tolong lepasi. sakiiit !"


teriak Navy tinggi.


Bee makin menguatkan tarikan tangannya di rambut Navy,bahkan sasarannya sekarang adalah pundak Navy.Bee menggigit kuat pundak Navy lalu beralih ke tangan Navy penuh emosi karena Navy sempat memohon dengan menyebut namanya.Alby sendiri tidak menyadari nama itu,Alby hanya menganggap Bee ada nama panggilan belakangnya yang disebutkan Navy.


"gue jauh,Dongker. Gak bisa nolongi lu.Kasian amat hidup lu.


Mbak,Mbak..,


mbak nya jangan sadis gitu ma peliharaan saya.peliharaan saya udah jinak,mbak.Kasian tu peliharaan saya.Mbak nya nyiksa fisik gitu, bentar lagi sakitnya ilang mbak.Mending mbak tinggali aja peliharaan saya,kalau gitu sakitnya gak akan pernah ilang mbak.


Percaya ma saya,mbak.Karena saya udah ngalaminya sendiri "


ucap Alby dengan lirih.


Bee yang sayup-sayup mendengar ucapan Alby pun mulai mengurangi tenaga dari aksi jambak juga menggigitnya.Bahkan Bee melepaskan aksi brutalnya sekarang.


"pundak gue..


Huaaaa


tangan gue.....


Huaaaaaaaa"


"kenapa "


tanya Alby geli


"DIGiGIT !"


jawab Navy kuat,tawa yang sempat tergambar di bibir Alby pun menghilang.Alby teringat dengan kebiasaan Bee yang juga suka menggigit tangannya apabila merasa kesel atau pada kondisi yang membuatnya terancam.


"Bee"


sebut Alby pelan.


Bee yang mendengar gumaman Panggilan namanya menatap layar handphone yang sudah terletak diatas lantai.Bee dapat melihat wajah lelaki yang sangat dirindukannya itu.Tidak banyak perubahan di wajah itu,wajah yang terlihat lebih dewasa dan mata itu terlihat lebih dingin.Bee melihatnya wajah itu lagi tanpa sanggup untuk mengedipkan matanya.Terasa air matanya juga mengalir di pipinya.


Alby lalu memutus telponnya.Karena seperti ada luka yang dirasakan hatinya.Alby juga merasa dirinya akan mengganggu moment bahagia Navy juga pasangannya.


Navy berlahan dengan susah payah melangkahkan kakinya menuju arah cermin dengan tangan yang masih memegang,memijit dan menepuk nepuk kulit rambutnya.Rasa sakit yang luar biasa itu bahkan membuatnya mengeluarkan air mata.


Navy menarik-narik pelan rambutnya.Navy menatap tidak percaya karena masih mendapatkan rambut yang tidak tertanam lagi dikepala rambutnya.


Navy melihat tangannya yang dipenuhi oleh rambut nya juga melihat lantai yang juga banyak terdapat helaian rambutnya.


Navy hampir tidak percaya mendapatkan perlakuan penganiyayaan yang cukup memalukan baginya bila di ketahui orang lain.


Melihat lagi di tangannya terdapat banyak sisa bekas gigi Bee yang tadi menggigitnya.


Kepala,pundak dan tangannya merasakan sakit yang luar biasa.Cewek apa yang sekarang ada dihadapannya ?tanya hati Navy bingung.


"Beeee ?"


teriak Navy frustasi


"apa lu ?


mau gue jambak atau gigit lagi "


jawab Bee dengan mata yang siap menerkam


"Gue dokter,Bee"


"So whatttt ?"


jawab Bee lalu berlalu dari hadapan Alby menuju kamar mandi dengan langkah lemahnya sambil mengusap sisa air mata yang hampir mengering di pipinya.