UNTITLED

UNTITLED
Turuti perintahku



Sampai saat ini, Rio belum menemukan Bianca.


Rio yang sudah menyerah untuk mencari keberadaan Bianca, kini sedang menyetir motor nya menuju rumah karena kini, jam menunjukan pukul 11 Malam.


Sesampainya dirumah.


Cklek..


Rio membuka pintu utama rumahnya dengan keadaan lesu dan kecapean.


"Dari mana aja lo?! jam segini baru pulang! habis ke bar lu? habis nyewa cewe?!" Ucap seseorang yang sedang duduk di sofa ruang santai, pandangan seseorang itu tak lepas dari tv yang ia setel sejak tadi.


Rio yang melihat Sessorang itu langsung melongo.


Rio langsung menghampiri Seseorang itu dan langsung melempar Seseorang itu dengan bantal sofa.


"jdi dari tdi lo udh disini?!" ucap Rio kesal.


"Iya lah.. Emng nya gw mau kemana lagi?! " Ucap Bianca santai.


"Astaga biancaaa! gw dari tdi nyariin lo sampe jam Segini, ternyata lo ada disini dari tdi?! , lo bikin gw khawatir tau Gak!" Ucap Rio kesal


Bianca langsung mematung saking kaget nya dengan ucapan rio.


"L-lo nyariin gw sampe jam segini?" Ucap bianca tak percaya.


"Lo tdi pergi kemana hah?!" Ucap Rio nada tinggi.


"T-Tdi gw cuman ke taman doang.. Gw tdi syok gara Gara masalah tdi siang itu" Ucap Bianca.


"CK.. Lo tau gak sih seberapa khawatir gw gara gara lo pergi tdi!" Ucap rio.


"Iya maaf.. Gw gak tau klo lo bakal khawatir sama gw.. Gw kira lo bakal diemin gw, makannya tdi gw pergi sebentar buat nenangin diri" Ucap bianca merasa bersalah.


"Lo gak ush kepedean ya! gw bukan khawatir sama lo, gw khawatir klo orang tua lo nanyain lo, sedangkan lo gak ada, gw gak mau orang tua lo nyalahin gw klo ternyata lo beneran ilang" Ucap rio.


"Iya iya gw ngerti kok.. Mana mungkin seorang rio khawatir sama gw, kan lo benci sama gw" ucap bianca.


"Itu lo tau!" Ucap Rio.


"Iya iya.. Gw minta maaf sama lo!" ucap Bianca bersalah.


Rio menarik nafas panjang, lalu membuangnya kasar.


" gw bakal maafin lo, asal lo harus nurutin apa perkataan gw!" Ucap Rio.


"Iya" Ucap Bianca singkat.


Rio akhirnya membuang mukanya, lalu dia pergi menuju kamar dan langsung merebahkan dirinya.


Bianca mengikuti langkah rio.


"Rioo.. ganti baju duluuu, jangan langsung tidur! jorok ihh" Ucap Bianca.


"Gantiin baju gw, gw cape banget" ucap Rio sambil memejamkan matanya dan kedua lengannya, ia pake tumpuan untuk kepalanya.


"Hah?! gak gak! gak lah gw gak mau!" Ucap Bianca menolak.


"Lo udh janji mau nurutin apapun mau gw kan? lagi pula, gw cape kan karena lo, jdi lo harus bayar itu dengan gantiin baju gw! udh cepetan!" Ucap Rio.


"Engga rioo.. Gw bakal ikutin apapun mau lo, asal jangan yang kaya gini!" Ucap Bianca.


Rio membuka matanya yang sudah ia pejamkan dari tdi, lalu ia menatap Bianca.


"Yaudah sekarang lo tidur, gak baik cewe tidur terlalu malem.. Itu mau gw!" Ucap Rio yang langsung berdiri dan mengganti bajunya di kamar mandi.


Bianca langsung menidurkan tubuhnya di kasur, lalu ia memejamkan mata, dan taklama setelah itu, Ia tertidur.


Rio keluar dari Kamar mandi setelah ia membersihkan diri, dan mengganti bajunya.


Rio menghampiri kasur, lalu ia menidurkan tubuhnya dan langsung memejamkan mata.


tak lama setelah itu, Rio juga ikut tertidur.


.


.


.


.


.


Pagi hari kemudian.


Rio terbangun.


dia melihat perempuan disebelahnya itu masih tertidur.


"Kayanya dia cape karena nungguin gw kemarin" Ucap Rio.


Rio bangkit dari kasur dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok giginya.


itu lah kegiatan rio biasanya.


Setelah itu, rio pergi ke lantai bawah.


dia pergi menuju arah dapur.


Setelah di depan dapur, dia menatap sekitar dapur dan langsung memulai mengambil barang pertama Untuk dia pakai memasak.


Sebenarnya dia tidak bisa memasak, tpi sepertinya dia tak tega jika harus membangunkan Bianca.


Suara berisik Pun terdengar dari dapur itu.


.


.


.


"Ck.. itu apaan sih! Berisik bnget!" Ucap Bianca risih dengan suara yang mengganggu tidurnya.


Bianca pun bangkit dari kasur, lalu ia berjalan menuju dapur dengan keadaan matanya yang masih berat untuk dibuka.


Bianca yang tdinya sangat berat membuka matanya, kini langsung melotot kaget karena melihat Rio Memasak.


"Rioo.. Lo ngapain!" ucap Bianca.


Rio yang mendengar suara yang tidak asing dari belakangnya itu langsung menoleh.


Terlihat Bianca di belakangnya sedang memperhatikan Setiap titik Dapur yng sangat berantakan karena ulahnya.


"Lo udh bangun? gw kira lo mati" Ucap Rio bercanda.


"Sembarangan lo klo ngomong" ucap Bianca sambil menghampiri Rio.


Bianca mengambil alih teflon yang sedang Rio pegang.


"Udh biar gw aja, lo duduk!" ucap Bianca.


"Gak! biar gw aja yang masak! mending lo yang duduk" ucap Rio.


" gw gak yakin lo bisa, buktinya ni dapur jdi kaya kapal pecah.. Mending sekarang lo duduk" ucap Bianca.


"lo ngeremehin gw? cih, awas aja ya lo! gw bikin lo bunting, baru tau rasa lo!" ucap Rio.


"Rio! duduk!" Ucap Bianca nada tinggi sangking kesalnya dengan Rio yang sejak tdi masih berdiri di pinggirnya.


Rio akhirnya mengalah.


bianca pun mulai memasak, sambil membereskan Dapur.


Rio melihat Bianca yang sibuk, ingin sekali membantunya, tetapi Dia tak mau kena amuk Bianca lagi.


akhirnya Rio hanya duduk.


.


.


.


Selesai memasak, Bianca menyajikan makanan itu di meja makan.


"Tuh makan!" ucap Bianca menyodorkan piring yang sudah ia isi dengan masakannya.


Rio menerima piringnya.


"Lo gak makan?" tanya Rio.


"Engga, nanti aja" Ucap Bianca.


"Gak gak! lo harus makan sekarang!" ucap Rio.


Rio menyendok Makanan yng dimasak oleh bianca, lalu ia menyodorkan Sendok yang berisi masakan bianca itu pada bianca.


"Buka mulut lo!" ucap Rio.


"Gak, gw gak mau!" ucap Bianca.


"Makan cepetan!!" ucap Rio.


"Engga engga! gw gak mau riooo!" ucap Bianca.


Rio masih tetap memaksa.


"Biii.." ucap Rio nada lembut.


Entah mengapa bianca langsung merinding mendengar ucapan halus Rio itu.


Bianca langsung memakan Makanan yang sudah disodorkan oleh Rio.


"Gitu kek dari tdi!" ucap Rio.


"gw kenapa deg degan ya.. Aduhh mampus, gw gak boleh baper! gw harus keliatan biasa aja" batin bianca.


"Udh udh, lo abisin aja tu makanan, gw mau ke kamar, mau lanjut tidur" Ucap Bianca yang langsung pergi menuju kamar.


"Cih.. Tidur lagi!" Ucap Rio meledek.


.


.


.


.


Selesai makan, Rio langsung pergi kekamar untuk mandi dan bersiap siap ke kantor.


di kamar.


Rio melihat bianca sedang duduk menyender di kasur.


"Katanya mau tidur lagi, klo mau tidur lgi ya tidur aja.. Gw mau kekantor" ucap Rio.


"ke kantor? ngapain.. Hari ini kan hari Libur" ucap Bianca.


"gw Ceo.. Gw harus ngurus apapun masalah yang ada di kantor, walaupun itu hari libur sekalipun" ucap Rio.


"Yaudah Terserah, gw mau langsung tidur aja" Ucap Bianca yang langsung merebahkan tubuhnya.


Rio langsung mandi dan bersiap siap, setelah itu dia langsung pergi ke kantor, meninggalkan Bianca Yang sedang tidur itu.


...----------------...


(Like, komen, vote yaa.. Biar author makin semangat upnya)