
Pada malam hari, Rio dan Bianca masih berada dikantor.
padahal Semua karyawan sudah pulang dan kantor sudah sepi.
"Rio, pulang yuk" ucap Bianca.
"kenapa emangnya?" tanya Rio.
"gapapa, gw cape aja" ucap Bianca.
"cape karena tadi sore?" tanya Rio.
"bukan.. gw cape liatin Lo sibuk sendiri" ucap Bianca.
memang sejak tadi Rio sedang sibuk sendiri dengan Handphone nya.
ia sedang bermain game.
"ya ampun maaf, gw lupa Ada Lo disini" ucap Rio mematikan Handphone nya.
"yaudah sekarang Lo mau apa?" tanya Rio.
"mau pulang" ucap bianca.
"gak bosen dirumah terus?" tanya Rio.
"bosen sih, tapi kan Ini udah malem" ucap Bianca.
"yaudah, Kita malem ini nginep di sini aja ya" ucap Rio.
"hah? emang bisa?" tanya Bianca.
"bisa dong.. Gw punya kamar pribadi di ruangan ini" ucap Rio menunjuk pada salah satu pintu yang berada di ruangan ini.
"kok Lo gak pernah ngasih tau gw" ucap Bianca.
"gw kelupaan, karena gw gak pernah pake kamar itu" ucap Rio.
"yaudah kalo gitu, gw ke kamar pribadi Lo ya?" izin Bianca.
"boleh sayang, langsung tidur aja gak usah nungguin gw" ucap Rio.
Bianca mengangguk.
Bianca berjalan menghampiri Pintu itu.
ia membukanya dan Menatap Kamar itu sambil tercengang.
ia tak menyangka Karena kamar pribadi Rio di ruangan itu sangat besar dan bagus.
Bianca masuk dan menutup pintu kamar itu.
Terdapat kaca besar yang langsung mengarah pada Pemandangan Luar.
Bianca menghampirinya dan terkagum pada Pemandangan luar Jakarta saat malam.
"waww, gw gak nyangka kamarnya Sebagus ini" ucap Bianca.
Bianca iseng membuka Lemari Yang berada di kamar itu.
Saat ia membukanya, ia heran karena ada Pakaian wanita didalam sana.
"ini punya siapa?" ucap bianca heran.
Bianca membawa pakaian itu keluar kamar dan Menunjukannya pada Rio.
"Rio ini punya siapa?" tanya Bianca.
Rio menoleh.
Rio menatap heran.
"hah? baju siapa? gak tau tuh, gw aja gak pernah masuk masuk ke kamar itu" ucap Rio.
Bianca terdiam sejenak.
"Lo pernah Bawa cewe ke sana?" tanya Bianca.
"engga bii, gw gak pernah masuk masuk kesana.. mungkin baju buat Lo yang udah disiapin sama mamah atau papah biar Lo gak Susah kalo harus nginep disini" ucap Rio.
"tapi kalo ini emang baju buat gw, kenapa Baju buat Lo gak ada? logikanya kan Lo yang punya Ruangan ini" ucap Bianca.
Rio terdiam sejenak berfikir.
"iya juga yaa.. mungkin mamah sama papah lupa kalo mereka punya anak" ucap Rio.
Bianca tertawa kecil sambil menggelengkan Kepalanya.
"yaudah gw ganti baju pake ini aja ya?" ucap Bianca.
"iya, pake aja.. baju buat besok, ntar biar gw suruh Tamara beli buat Lo" ucap Rio.
"yaudah.. gw istirahat duluan yaa" ucap Bianca.
Rio mengangguk.
Bianca kembali ke kamar pribadi Rio itu.
Ia mengganti pakaiannya dengan pakaian yang tadi ia temukan.
setelah itu, ia duduk di sofa Samping kaca Besar yang langsung menampakkan Pemandangan indah Jakarta malam ini.
"gw gak nyangka Bisa liat pemandangan Jakarta Malem kaya gini" ucap Bianca.
Bianca terus memandangi pemandangan Jakarta hingga ia mengantuk.
akhirnya ia Tertidur di Sofa.
tak lama kemudian, Rio masuk kedalam Kamar itu.
Ia melihat Bianca tertidur dengan posisi duduk disofa sambil melipat lengannya di perut.
Rio menghampiri Bianca.
"kok tidurnya disini sihh" ucap Rio.
Rio pun menggendong Bianca ala bridal style menuju kasur.
lalu ia menidurkan Tubuh Bianca dikasur.
ia menyelimuti tubuh Bianca dengan selimut di kasur itu.
Setelah itu Rio memutuskan untuk membuka kemeja yang ia pakai, dan sekarang ia hanya memakai celana yang ia pakai sejak tadi.
Rio menidurkan dirinya di kasur, samping Bianca.
ia menyelimuti Tubuhnya Dengan selimut yang Bianca kenakan juga.
Rio menutup matanya Untuk menidurkan dirinya.
namun Rio Tiba tiba membuka matanya Karena sesuatu.
Bianca tiba tiba saja memeluk Rio.
Rio tak masalah dengan itu, namun Dirinya Merasa Tak tenang Jika Bianca Memeluknya dengan keadaannya yang tidak Memakai Baju.
Rio berusaha melepaskan pelukan Bianca, tetapi Bianca malah makin mempererat nya dalam keadaan tidak sadar.
"aduhh, Bianca kenapa meluk gw sihh! gw kan jadi... arghh " batin Rio.
Rio akhirnya mendiamkannya saja.
Namun lama kelamaan, ia tak lagi merasa gugup dan tak tenang.
Ia malah Nyaman dengan pelukan Bianca itu.
Rio pun akhirnya tertidur.
..
pagi hari kemudian.
Bianca terbangun.
pandangan pertamanya adalah Wajah Tampan Rio yang sedang memandangi nya dengan senyuman.
"pagii bii" ucap Rio.
Bianca terdiam Sejenak.
ia memandangi posisinya Dan dada Rio yang tak memakai baju.
Bianca refleks Melepaskan Pelukannya dan sedikit Menjauh.
"k-kok Gw bisa meluk Lo sih" ucap Bianca gugup.
"kan tadi malem Lo emang tiba tiba meluk gw" ucap Rio tersenyum.
"masasih, boong Lo" ucap Bianca.
"dih gak percaya" ucap Rio.
"terus Lo Ngapain gak pake baju gitu?! Lo tadi malem apain gw?!" ucap Bianca lagi lagi sedikit menjauh.
"gw gak apa apain Lo.. Gw gak punya Baju Buat tidur, makannya gw telanjang dada" ucap Rio.
"o-ohh, gw kira Lo ngapain" ucap Bianca.
"iya gak bakal kok.. udah sana Mandi, gw udah telfon Tamara suruh beliin baju buat Lo" ucap Rio.
"yaudah gw mandi duluan" ucap Bianca berdiri dari kasur dan berjalan Ke kamar mandi Yang berada di kamar pribadi itu.
Bianca mandi Selama 15 menit.
setelah itu ia keluar dari Kamar mandi Dengan menggunakan pakaian Yang ia pakai tidur sebelum Tamara datang membawa pakaian untuk nya.
Setelah Bianca keluar kamar mandi, giliran Rio untuk Mandi.
Rio mandi sekitar 10 menit saja.
Ia keluar menggunakan Kemeja nya yang ia pakai kemarin, dan celana Nya yang ia Pakai tidur itu.
Rio dan Bianca menunggu Tamara selama 20 menit.
Tamara pun datang dan mengetuk Pintu Kamar pribadi Rio.
Bianca membuka Pintunya.
"selamat pagi Bu Bianca, ini pakaian Untuk ibu" ucap Tamara memberi 1 kantong berisi Pakaian.
"makasih ya" ucap Bianca.
Tamara terdia sejenak saat ia melihat saksama Pakaian Yang Bianca pakai.
"Bu, kok ibu pakai pakaian saya?!" ucap Tamara membuat Bianca Bingung dengan perkataannya dan Rio pun menghampiri mereka.
"ada apa?" tanya Rio.
"pa, Ini kenapa Bu Bianca pakai pakaian saya ya?!" ucap Tamara.
"tapi Bianca dapet dari lemari dikamar ini" ucap Rio.
"tunggu.. ini pakaian Kamu? berarti kamu pernah masuk ke sini? kamu pernah nyipen baju disini?" ucap Bianca.
"iya.. saya pernah kesini waktu saya dan pa Rio Masih berhubungan" ucap Tamara.
Bianca menatap Rio.
"katanya gak pernah bawa cewe.. gw kecewa banget sama Lo" ucap Bianca.
Bianca pergi ke kamar mandi dan mengganti pakaiannya dengan pakaian Yang Tamara bawakan Tadi.
lalu ia mengembalikan pakaian Tamara.
"Gw pergi duluan" ucap Bianca datar dan langsung pergi.
"bii" panggil Rio.
Tamara tersenyum kemenangan.
Rio menghela nafasnya.
"gw tau ini bukan baju Lo?! Lo tuh maunya apa sih?!" ucap Rio.
"maunya Kita balikan kaya dulu" ucap Rio.
"apaan ih lo!!" ucap Rio yang langsung berlari pergi menyusul Bianca.
Tamara tertawa jahat kemenangan.
"gw gak bakal biarin kalian berdua bahagia" ucap Tamara.
...----------------...