UNTITLED

UNTITLED
gombal



di kamar.


Rio menahan Bianca.


"Maafin gw ya" ucap Rio membujuk Bianca agar dia tak marah lagi.


Bianca tak menjawabnya.


"maafin gw bii" ucap Rio lagi.


Bianca masih tak menjawab.


Rio kesal karena ucapannya tak ditanggapi apapun oleh Bianca.


Rio dengan jail nya langsung menggendong Bianca ala bridal style dan berjalan menuju balkon kamar.


"eh Lo mau ngapain rioo!" ucap Bianca memukul dada bidang Rio.


Rio tak menjawabnya.


Ia berhenti di depan pagar Pembatas balkon itu.


"Lo mau ngapain rioo!!" ucap Bianca takut, karena bawahnya tepat Lantai teras lantai 1.


Bianca mengalungkan Tangannya pada leher Rio karena takut.


"gw bisa Lo jatohin Lo dari sini" ucap Rio.


"hah? Lo gila!! apaan sih Lo kok kaya gini!!" ucap Bianca kesal bercampur takut jika Rio nekat.


"gw gak bakal jatohin Lo, asalkan Lo maafin gw" ucap Rio.


Bianca mengangguk cepat.


"jawab!!" ucap Rio menyentak.


"i-iya.. gw maafin" ucap Bianca.


Rio tersenyum.


"ada satu syarat lagi!" ucap Rio.


"apa?" tanya Bianca.


Rio menatap Bianca, lalu ia Mendekatkan wajahnya Pada Bianca.


cup.


Rio mencium dan mel*mat bibir manis Bianca.


Bianca yang masih mengalungkan Tangannya di leher Rio, mempererat pelukan nya itu karena ia sudah terbawa suasana.


Rio mel*mat nya lama.


ia menikmati bibir manis sang istri.


Lama lama Bianca Menjadi tak bisa nafas, karena Rio yang terlalu Rakus pada bibirnya.


Bianca memukul² dada Bidang Rio karena ia sudah kehabisan nafas.


Rio melepas Ci*mannya itu.


Bianca ngos ngosan Karena ulah Rio itu.


Rio tertawa kecil melihat Bianca ngos ngosan.


"Lo ya!! gw gak bisa nafas tau gak?!!" ucap Bianca kesal.


Rio hanya tersenyum Meledek Menanggapi Ucapan Bianca.


"Itu syarat dari gw.. klo seandainya Lo buat gw marah lagi, Lo harus kasih gw ini lagi" ucap Rio menunjuk bibir Bianca.


"ya ya ya terserah Lo! tpi klo Lo yang bikin gw marah, gw juga ada syarat" ucap Bianca.


"apa sayang?" ucap Rio lembut.


"Lo harus layanin Gw" ucap Bianca.


Rio menatap Kaget sambil tersenyum tipis.


"gw bakal bikin Lo marah setiap detik biar gw bisa layanin Lo di kasur" ucap Rio.


"hah? m-maksud gw Bukan gitu!! maksud gw Layanin gw, ikutin apapun yang gw mau" ucap Bianca.


Senyuman Rio memudar.


"gw kira di kasur" ucap Rio.


"cih! kaga ush mesum pikiran Lo!!" ucap Bianca.


"iya maaf sayangg" ucap Rio sambil berjalan kembali kekamar mereka.


di kamar.


"yaudah sekarang turunin gw!" ucap Bianca.


"nanti deh, Gw mau gendong Lo dulu kaya gini" ucap Rio tersenyum merayu.


"cih! turunin gw Rioo!" ucap Bianca.


"Engga sayang" ucap Rio.


"oke! besok Lo Yang nyelesain Pekerjaan rumah ya!" ucap Bianca.


"dih, kok gitu!" ucap Rio.


"kalo Lo gak turunin gw, gw marah dan Lo harus nurutin syarat gw!!" ucap Bianca


"yaudah gw turunin!" ucap Rio menurunkan Bianca dari pangkuannya.


"makasih Rio" ucap Bianca tersenyum manis pada Rio.


"sama sama sayang" ucap Rio mengelus kepala Bianca gemas.


"ish! geli, jangan sayang sayangan!!" ucap Bianca.


"kenapa sih, gw emng sayang kok sama Lo!" ucap Rio.


"cih, gombal" ucap Bianca menahan senyumannya.


"cie baper" ucap Rio mencubit gemas pipi Bianca.


"gak! gw gak baper!" ucap Bianca mengelak.


"alah, gak ush boong Lo.. liat, Lo nahan senyum kaya begitu, apa lagi klo bukan Baper" ucap Rio.


"udh lah, jangan bikin gw marah ya!!" ucap Bianca kesal.


"iya iya" ucap Rio.


Rio menggandeng tangan Bianca mesra.


Rio tiba tiba mencium tangan Bianca mesra.


Bianca melongo kaget dengan sikap Rio itu.


Rio menatap mesra Bianca.


Bianca tersenyum tipis karena ia merasa baper.


" baper kan Lo! haha" ucap Rio.


senyuman Bianca memudar.


"cih!!" ucap Bianca mengibas tangan Rio yang sedang menggenggam tangan nya.


Bianca berjalan Ke sofa yang ada di kamar itu.


Ia duduk dan memainkan hpnya.


Rio ikut duduk dan tiduran di paha Bianca.


Rio menatap Bianca yang sedang fokus pada Hpnya dengan tatapan yang tak bisa diartikan.


bukan tatapan bahagia, bukan tatapan cinta dan bukan tatapan sedih.


Tatapan ia hanya tatapan yang sedang memikirkan sesuatu.


Bianca memergok tatapan Rio pada dirinya.


"kenapa Lo?" tanya bianca.


Rio Tersadar dari lamunannya.


"e-engga, gapapa kok" ucap Rio.


"Lo kenapa dari tadi liatin gw kaya gitu?!" tanya Bianca lagi.


Rio tersenyum.


"Lo cantik soalnya" ucap Rio.


"cih, gombal Mulu Lo!" ucap Bianca.


"lah, Lo emng cantik bii, beneran deh" ucap Rio.


"Lo gombal lagi, gw tendang ya?!!" ucap bianca menutupi rasa Baper nya itu.


"sini tendang" ucap Rio menantang.


Bianca tersenyum saat menemukan titik sasaran nya.


Rio mengerti dengan tatapan Bianca yang sedang menatap sasarannya.


"matanya nakal ya" ucap Rio pada Bianca yang sedang menatap sasarannya.


"mau?" ucap Rio menunjuk pada miliknya.


"iya mau.. mau nendang!" ucap Bianca.


"jangan disini, nanti kita gak bisa punya anak" ucap Rio.


"cih.. sumpah ya, pengen nendang Lo tau ga!!" ucap Bianca Yang kesalnya sudah di titik tertinggi.


"jangan kasar sayangg" ucap Rio.


Bianca tak Menghiraukan Rio lagi.


Rio juga sekarang sibuk dengan kegiatannya yaitu menonton tv.


.


.


.


siang hari.


karena keasikan Dengan Keromantisan pagi tadi, Rio dan Bianca lupa untuk sarapan.


Akhirnya sekarang bianca memakan makanan yang Tamara bawa tdi pagi.


Bianca menatap Rio yang Tak makan.


"makan kek tu makanan! Lo kan dari pagi belum makan" ucap Bianca.


"tdi pagi gw udh Kenyang sama Bibir Lo, jadi gw males makan makanan yang dibawain Tamara!" ucap Rio.


"cih" ucap Bianca kesal.


selesai makan.


Bianca sedikit menyapu nyapu Halaman belakang, karena tdi pagi ia sudah menyapu rumah.


Rio menatap Bianca yang sedang sibuk menyapu halaman itu.


Rio menghampiri Bianca dan Merebut sapu itu dari tangan Bianca.


"eh apaan sih!" ucap Bianca kesal.


"biar gw aja yang ngelanjutin" ucap Rio yang langsung melanjutkan aktivitas Bianca tadi.


"udh gw aja!" ucap Bianca ingin merebut sapu Yang ada ditangan Rio, tetapi Rio langsung menghindar.


"duduk sana!" ucap Rio menunjuk pada bangku taman yang terletak tak jauh dari sana.


"gak! gw disini aja, ngawasin Lo" ucap Bianca.


Rio tak menanggapinya dan terus fokus pada aktivitas nya.


Bianca melamun menatap Rio.


Rio Tersadar dengan tatapan Bianca pada dirinya.


Rio tersenyum mengejek.


"Mau ngawasin gw atau liatin gw?!" ucap Rio.


Bianca tersadar dari lamunannya.


"a-apaan sih Lo! udh cepet kerjain jangan banyak Ngomong!!" ucap Bianca.


Rio kembali mengerjakan Aktivitas nya.


Setelah selesai, Rio dan Bianca Beristirahat to Bangku taman itu.


...----------------...


(like, komen, vote yaa.. Biar author makin semangat upnya)