
pada jam 3 sore, Bianca merasa gelisah.
"kak, pulang yuk. Rio kayanya nungguin dirumah" ucap Reygan.
Reygan tertawa.
"kan suami kamu itu lagi di Kantor bii" ucap Reygan.
Bianca langsung menepuk Kepalanya.
"astagaa bianca lupaaa! kak Rey kok gak ngingetin sihh" ucap Bianca.
"Kaka pengen habisin waktu sama kamu" ucap Reygan.
Bianca cemberut.
"besok Bianca bakal sama kak Rey terus, tapi sekarang anterin Bianca dulu ya ke kantor" ucap Bianca memohon.
"janji dulu tapi" ucap Reygan.
Bianca mengangguk dan mengeluarkan Jari kelingkingnya.
"janji" ucap Bianca.
Reygan mengikat jari kelingkingnya dengan jari kelingking Bianca.
lalu ia langsung menggandeng tangan Bianca.
"yuk" ucap Reygan.
merekapun meninggalkan taman dan menuju kantor.
sesampainya di kantor, Bianca terburu buru keluar mobil dan berlari masuk kantor.
Ia bertemu salah satu Karyawan disana.
"permisi" ucap Bianca.
"iya Bu ada apa?" ucap karyawan itu hormat.
"apa pak Rio masih ada di ruangannya?" tanya Bianca.
"sepertinya masih ada Bu, karena saya Belum melihat pa Rio keluar ruangannya dari tadi" ucap Karyawan itu.
"oh gitu, makasih ya" ucap Bianca.
Karyawan itu tersenyum sopan dan mengangguk.
"baik bu" ucap karyawan itu.
Bianca langsung berlari menuju ruangan Rio.
ia menggunakan tangga darurat agar cepat sampai ruangan Rio.
Didepan Ruangan Rio Bianca berhenti sejenak, lalu ia langsung membuka pintu ruangan Rio.
Bianca melihat Rio sedang duduk di kursi kerjanya dan kepalanya ia simpan di meja lalu tangannya menumpu kepalanya.
Bianca berlari menghampiri Rio.
Rio mendongak menatap Bianca.
Bianca menatap Rio bersalah.
"m-maafin gw, gw lupa soal-" ucap Bianca terpotong saat Rio menariknya membuatnya terduduk di pangkuan nya.
Rio memeluknya dan menyimpan dagu nya di bahu Bianca.
Namun setelah itu Rio tak berbicara apapun.
Bianca menghela nafasnya.
"maafin gw ya. gw lupa janji gw buat nyamperin lo ke kantor" ucap Bianca.
"tadi gw di ajak jalan jalan sama Kak Rey, sampe gw lupa Kalo gw punya janji sama Lo" ucap Bianca.
"kak Rey juga gak ngingetin gw, padahal dia inget" ucap Bianca.
Rio hanya diam sedari tadi.
Bianca menghela nafasnya merasa bersalah.
"kalo Lo mau Marahin gw, marahin aja. gapapa kok. lagi pula ini salah gw, seharusnya gw gak lupa sama janji gw ke Lo. ini salah gw, bukan salah Kak Rey. maafin gw ya, tapi klo Lo mau Marahin gw juga gapap-" ucap Bianca terpotong.
"Stt" ucap Rio.
Bianca berhenti bicara.
"gw kangen sama Lo" ucap Rio.
"kenapa?" tanya Bianca.
Rio mengerutkan Dahinya.
"emangnya kangen harus ada Alesannya?!" ucap Rio.
"y-ya engga. tapi kan maksud nya kita tuh kita Gak pisah jauh jauh kan. lagi pula kita setiap hari ketemu dan bakal terus ketemu. kenapa kangen?" ucap Bianca.
"Lo tuh gak pernah ngerasain jadi gw! Lo tau gak sih, makin sini gw makin sering kangen sama Lo. pisah 1 jam aja tuh gw tersiksa" ucap Rio.
Bianca tersenyum mengejek.
"kalo gitu Lo mau apa dari gw" ucap Bianca.
"mau malem kedua" ucap Rio.
Bianca terdiam.
"gak usah Ngada Ngada! gw gak ngizinin" ucap Seseorang dari arah Pintu.
"kak Rey" ucap Bianca.
Bianca ingin berdiri, namun Rio tahan.
"kok ngelarang sih Kaka iparr! kan ade Lo udah milik gw" ucap Rio.
"gw gak mau Ade gw ingkarin janji nya sama gw karena Kecapean besok" ucap Reygan.
"janji apa?" tanya Rio.
"Bianca bakal bareng gw dan ikut gw kemanapun gw pergi selama gw ada di Jakarta" ucap Reygan.
"ga boleh! gw mau sama Bianca setiap hari" ucap Rio.
"tapi Ade gw sendiri yang janjiin itu" ucap Reygan.
"ya pokok nya gak boleh!! istri tuh harus nurut sama suami kan?!!" ucap Rio menatap Bianca.
"kak. Bianca bakal Nepatin janji Bianca kok sama kakak. tapi gimana pun Bianca harus nurut sama suami, apa lagi Bianca harus Nebus kesalahan Bianca yang udah lupa sama janji Bianca sendiri" ucap Bianca.
"tapi Kaka ini Kaka kamu" ucap Reygan.
"iya Bianca tau, tapi Bianca harus duluin suami Bianca dulu" ucap Bianca.
Reygan menghela nafasnya.
"yaudah terserah" ucap Reygan keluar dari ruangan Rio.
Rio menutup pintu Ruangannya dan Menarik Bianca menuju kamar Pribadinya.
ia menguncinya lalu membuka jas nya.
"sekarang?" tanya Bianca polos.
Rio tertawa.
Ia mendekat dan mengelus kepala Bianca.
"gw cuman bercanda" ucap Rio.
"hah?" ucap Bianca bingung.
"gw gak bakal minta malam kedua kok" ucap Rio.
"tapi tdi Lo minta tebusan janji yang gak gw tepatin itu sama malem kedua" ucap Bianca.
"iya, gw cuman bercanda. lagi pula besok Lo ada janji sama Kaka ipar kan? gw gak mau Lo ingkarin janji Lo sama Kaka ipar karena kecapean. soalnya kalo gw udah mulai, gw gak bisa berhenti" ucap Rio.
"tumben Lo mikirin kak Rey. biasanya Lo egois soal gw. Lo udah gak sayang ya sama gw" ucap Bianca.
Rio tersenyum.
"Lo suka gw kekang? kalo suka yaudah" ucap Rio.
"engga bukan gitu. Tapi Lo beda" ucap Bianca.
"beda apa nya sih sayangg" ucap Rio.
"Lo jadi lebih ngalah ke kak Rey" ucap Bianca.
"gw kaya gitu biar dapet restu Kaka Lo" bisik Rio.
"restu? bukannya kak Rey emang udah Restuin?" ucap Bianca.
"rencananya gw mau ngajak Lo bulan madu ke Bali" bisik Rio.
Bianca menatap Rio.
"Bali?! buat apa?" tanya Bianca.
"bulan madu sayang" ucap Rio.
"Bulan madu?! buat apa sih?!" ucap Bianca.
"pengen aja jalan jalan berdua sama istri" ucap Rio.
"emangnya kak Rey bakal bolehin?" tanya Bianca.
"ya makannya itu, Gw mau Minta restu dan izin sama dia" ucap Rio.
Bianca diam berfikir.
"Mau pergi kapan?" tanya Bianca.
"secepatnya" ucap Rio.
"tapi rencananya gw mau Ngajak Lo ke Bandung buat ngelurusin dan bicara baik baik sama mamah, papah, bunda dan ayah soal masalah kita yang kemarin" ucap Bianca.
Rio mengangguk mengerti.
"yaudah kita ke bali setelah pulang dari bandung, gimana?" tanya Rio.
Bianca tersenyum dan mengangguk menyetujui.
"oke, gw setuju" ucap Bianca.
"yaudah, jadi kapan ke Bandung nya?" tanya Rio.
"bareng kak Rey aja. nanti gw yang bilang" ucap Bianca.
Rio mengangguk.
"yaudah" ucap Rio.
"oh iya, tapi gw harus tetep tebus janji gw ke Lo yang gw lupain itu. Lo mau apa?" Tanya Bianca.
"gak ada" ucap Rio.
"boong" ucap Bianca.
"ada banyak, tapi Lo gak mungkin bisa menuhin sekarang" ucap Rio.
"sebutin satu aja" ucap Bianca.
Rio terdiam sejenak.
"gw mau Lo percaya semua perkataan gw" ucap Rio.
Bianca mengangguk.
"gw bakal percaya semua perkataan Lo" ucap Bianca.
Rio tersenyum.
"yaudah, gw tau Lo banyak kerjaan dari tadi. mendingan Lo istirahat aja disini" ucap Bianca.
"Lo mau kemana?" tanya Rio.
"mau nyamperin Kak Rey, sekalian mau bilang soal kita yang bakal ikut ke Bandung buat ngelurusin masalah ini" ucap Bianca.
"yaudah sana, hati hati" ucap Rio.
"gw cuman mau ke lantai bawah Rio, gak kemana mana" ucap Bianca.
Rio tersenyum.
"yaudah sana, nanti Kaka ipar nya malah pergi" ucap Rio.
Bianca mengangguk.
ia pun langsung pergi meninggalkan Rio di kamar pribadi Rio, dan Menuju lantai Bawah Untuk menghampiri Reygan.
...----------------...