The Perfect Match

The Perfect Match
Jika Cinta Pasti Memperjuangkan



Ken menghentikan mobilnya dengan cepat, bahkan suara decitannya terdengar begitu keras. Ken keluar dari dalam mobil, melangkah dengan penuh amarah yang siap ia keluarkan. “Dimana Carl?” Tanya Ken dingin pada seorang pelayan dirumah mereka.


“Masih diruang makan tuan.”


Tanpa menundanya, Ken masuk kedalam ruangan itu, makanan yang masih utuh membuat Ken ingin tersenyum sinis, tampaknya acara ini sudah berantakan sejak awal. “Apa yang kau katakan pada keluarga Valerie!” Ken benar-benar mengeluarkan suara beratnya. Langkah yang sudah tertuju pada Carl yang tengah terduduk lemah.


“Ken!” Jerit Agatha saat tiba-tiba saja Ken menarik kerah Carl, membuat Carl sontak berdiri. ‘Bhuk’ Ken melayangkan pukulannya dengan keras, tepat disudut bibirnya, menggantikan pukulan Justin yang tadi mengenai wajahnya. ‘Bhuk’ dan kini, pukulan dari Ken untuk Carl, kepalan tangannya menghantam keras perut Carl.


“Astaga, Ken!” Amber yang tampak syok langsung berdiri, menghentikan Ken dan berdiri diantara mereka. Dengan rasa muak, Ken menepis tangan Amber yang menyentuh lengannya dikerah Ken, pasangan memuakan ini benar-benar sudah merusak hidupnya.


“Ken, cukup sayang, tenangkan lah diri mu.” Bujuk Agatha, nafas Ken masih memburu saat melihat Carl yang tidak berniat membalas pukulannya, wajah Carl hanya menahan sakit dan tampak kacau seperti dirinya.


“Jadi ini mengapa kau pergi dihari pernikahan ku? Kau merencanakan sesuatu untuk menghancurkan pernikahan ku dan Valerie bukan?” bentak Ken muak. Carl seketika mengangkat wajah, menggeleng kan kepalanya keras. Ia tidak pernah berpikir seperti itu, semua ini murni karena Earl. Carl pun tidak ingin Amber salah paham dan terpengaruh dengan asumsi Ken.


“Tidak kak. Aku benar-benar akan bertanggung jawab pada anak ku. Semua ini murni. Tidak ada rencana seperti yang kau pikirkan. A-aku minta maaf, aku tidak menyangkan semuanya akan rumit seperti ini.”


“Munafik!” decak Ken.


Agatha tidak kuat, semua ini terlalu menguras emosi dan air mata. “Ken, aku mohon tenanglah. Melihat pertengkaran orangtua kalian saja sudah membuat aku lemas.” Lirih Agatha.


“Tapi pernikahan ku dengan Valerie hancur karena dia!” bentak Ken sambil menarik kembali kerah Carl.


“Ken! Cukup!” bentak Amber. Ia tidak ingin ada perkelahian.


Valerie bersandar lemas pada kepala ranjang, pikirannya melayang entah kemana, semua kenangan indah bersama Ken membuatnya bahagia. Suara pintu terbuka membuat Valerie menengok, menatap Jessy yang masuk dengan senyuman tipis yang kecut.


“Mom.” Panggil Valerie pelan. Jessy duduk disampingnya, meraih tangan Valerie dan mengelusnya lembut.


“Mom mengerti dengan perasaan mu.”


“Tapi aku mencintainya mom.” Lagi-lagi Jessy mengangguk.


“Ya. Mom tahu itu. Tapi kita ingin yang terbaik untuk mu, kita akan melihat sejauh mana perjuangan Ken untuk mu.”


Valerie memajukan bibirnya dengan cemberut, manik matanya seperti seorang anak kecil yang tengah dibacakan cerita sebelum tidur. “Tapi Daddy sudah melarang Ken.”


“Percayalah sayang, Mom pun pernah mengorbankan cinta mom untuk Daddy. Mom berani mengambil keputusan untuk meninggalkannya saat dulu, saat dimana hati ragu dan merasa ada yang tidak beres sedang terjadi.” Jessy mengambil nafasnya sesaat. “Tapi Daddy mu terus berjuang, memakai segala cara untuk meyakinkan mom dan menjelaskan semuanya. Membuat Daddy mu juga sedikit berubah dan lebih menghargai kehadiran ku untuk kedepannya.”


“Tapi karakter Ken dan Daddy berbeda mom.” Valerie menghembuskan nafasnya, Ken tidak akan sulit mengdapatkan penggantinya, bahkan mempermudah hubungannya dengan Siena kembali membaik.


“Kau benar, jika Daddy mu tidak memiliki malu dan mendekati siapa saja untuk membujuk ku kembal saat itui. Tapi mom yakin, Ken akan berkorban jika ia benar-benar mencintaimu.”


___


Kita bikin mereka pisah dulu ya agak lamaan😆 biar babang Ken tau kalo cinta butuh perjuangan