
Ken dengan cepat menggelengkan kepalanya, “Tidak, hanya saja-“
“Apa? Kau takut jika kedatangan ku kemari akan membawa Valerie kembali?” Tanya Justin lagi-lagi membuat Ken gugup.
“Aku memperlakukan anak mu dengan sangat baik Justin, apakah kau tidak bisa memperlakukan akan ku dengan baik juga?” geram Richard.
“Anak mu seorang pria sejati, ia harus kuat menerima sikap ku. Lihat lah istri dan anak ku saja bersabar menghadapi ku.”
“Sayang.” Bisik Jessy pelan sambil melemparkan senyum kaku pada yang lainnya. “Jangan mempermalukan ku, sudah, diam saja.”
Tidak hanya Jessy, Valerie pun memerah, ia memberikan peringatan untuk diam pada Justin. “Daddy, sudah.”
Saat suasana terasa hening, dua orang masuk kedalam rumah Ken, tersenyum dengan lebar dan berjalan dengan penuh bahagia. “Semuanya, mohon maaf aku terlambar.” Carl muncul dengan Amber, keduanya bergandengan tangan saat masuk.
“Carl?” Tanya Ken dengan bingung. Semuanya berkumpul disini, apakah Ken sedang berulang tahun? Tidak!.
Carl melepaskan tangan Amber saat wanita itu sudah duduk dan bergabung dengan yang lainnya, Carl berjalan kearah Ken, memeluk Ken dengan sekilas. “Kakak! Selamat untuk mu.” Ujarnya dengan nada penuh kebahagiaan. Mereka sudah kembali dekat sejak pernikahannya dengan Amber, mulai menyesuaikan diri dan mendekati Ken kembali.
“Selamat?” Tanya Ken bingung. Carl mengerutkan keningnya melihat ekspresi kebingungan Ken, Carl menatap Mom dan Daddynya juga beberapa orang yang ada disana, mereka semua menunjukan ekspresi gemas sambil menggelengkan kepalanya pelan.
“Umm- itu.” Carl menggaruk tekuknya yang tidak gatal, tampaknya kejutan belum berlangsung. “Selamat untuk hari jadi kalian!” pekik Carl dengan kencang, mencoba menutupi gelagat kakunya. “Kalian sudah dekat dari tahun kemarin bukan? Dan kau menyatakan cinta pada Valerie ditanggal ini.”
Justin menggelengkan kepalanya pening, memijat keningnya dengan pelan. “Kedua anak itu memang seperti ayahnya. Selalu menggagalkan rencana.” Sontak gumaman itu langsung membuat Jessy menyenggol lengan Justin.
‘Tok..Tok’
Terdengar ketukan pintu dan dua orang pelayan masuk membawa kue dan sebuah box panjang yang lumayan besar. “Permisi nyonya, kuenya.”
Justin langsung berdiri dan beberapa orang lainnya ikut berdiri. Kue dan box itu diletakan diatas meja. Satu diantara dua pelayan itu membuka penutup box yang menampilkan sebuah kerangka bunga indah dengan papan ditengah, bertuliskan ‘Kita akan bertemu 34 minggu lagi.’
“Bertemu? Siapa?” Tanya Ken sambil menatap Valerie yang tengah menggulum senyum padanya. Sementara yang lainnya menunjukan ekspresi yang sama.
“Lihat kue itu sayang.” Bisik Alicia lembut. Ken dengan cepat membawa tulisan disebuah coklat diatas kue yang tidak terlalu besar. Ia terlalu fokus pada box besar itu, dan pada akhirnya ken membelalakan matanya dengan mulut sedikit terbuka, ia dengan cepat menatap Valerie dengan ekpresi wajah yang tampak terkejut bercampur bahagia. Tulisan kecil itu membuatnya berdebar ‘Hallo Daddy’.
“Hallo Daddy.” Ucap semua yang ada disana bersamaan.
“A-aku tidak percaya ini.” Ken memeluk Valerie dengan erat, rasanya terlalu bahagian mendapatkan sambutan seperti ini. Ia akan menjadi seorang ayah, mendapatkan Ken junior yang begitu cepat datang.
“Aku mencintaimu.” Bisik Valerie pelan, menjawab ucapan Ken yang sebelumnya belum ia jawab.