The Perfect Match

The Perfect Match
Bahagia



Kini acara pemberkatan pun segera tiba. Valerie berjalan menggandeng Justin diatas karpet merah yang membawa mereka menuju Ken. Terlihat jelas Ken yang sudah berdiri diujung sana, menunggu dengan gagahnya dan begitu tampan. Jas yang melekat sempurna membuat otot lengan itu tampak tercetak dari balik jas.


Beberapa tepuk tangan dan pujian membuat Valerie semakin tersenyum, tak tertinggal pula beberapa suara jepretan kamera mengarah padanya. Jangan tanyakan soal media untuk saat ini, Valerie sudah beberapa hari tidak membuka sosial medianya, ia terlalu lelah dan pening jika membaca kritikan para netizen atau lebih tepatnya Fans Carl. Lupakan sejenak masalah itu, kita kembali pada acara hari ini.


Valerie menatap gemas para anak kecil dengan gaun lucu tengah memegang masing-masing buket bunga di tangan mereka yang mengiring Valerie dan Justin didepan mereka.


Hingga sampailah mereka dihadapan Pendeta, disini Valerie dan Ken dipersilahkan oleh Pendeta untuk berpegangan tangan, melakukan beebtapa tata cara kebaktian. Lalu dimulailah janji suci yang diucapkan oleh keduanya secara bergantian.


Ken terlebih dahulu tersenyum lembut, membuat Valerie membalas senyuman itu.


"Valerie Franz, aku mengambil engkau menjadi seorang istriku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Tuhan, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus."


Valerie menganguk pelan dan mengucapkan janji sucinya. "Kenrich Alvaron, aku mengambil engkau menjadi seorang suamiku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Tuhan, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus."


Keduanya tersenyum, seorang anak kecil membukakan kotak perhiasan dan menyodorkannya pada Ken. Ken mengambil cincin yang begitu cantik dengan desain paling elegan namun terlihat mewah, ia memakaikan cincin itu pada Valerie, dan begitu pun sebaliknya, Valerie memakaikan cincin untuk Ken.


Setelah pemakaian cincin, Ken mendekatkan wajahnya, membuat Valerie menghirup nafas dalam dan menutup matanya. Bibir Ken yang terasa lembut mulai menyapu permukaan bibirnya, mereka larut dalam sesasi tersebut, lalu suara tepuk tangan membuat Ken terlebih dahulu yang menjaga jarak mereka.


"I Love You." ucapan Valerie seakan bisikan, begitu pelan dan hanya Ken yang mendengar.


"I love you too." balas Ken. Mereka sudah resmi menjadi sepasang suami istri.


Setelah selesai, mereka melakukan beberapa foto bersama keluarga, mulai dari keluarga Ken, Alex, hingga nenek kakek dan sodara Valerie yang ada di Kanada. Saat dirasa sudah cukup, mereka mulai berfoto bersama beberapa teman mereka.


"Selamat Ken, kau mendahului ku." ejek Siena yang tengah hadir bersama kedua orangtuanya. Terjadi obrolan singkat dengan ketiga orang tersebut, hingga pada akhirnya Valerie mengerutkan keningnya saat melihat Siena tampak mengedipkan sebelah matanya, dan Ken hanya tertawa kecil.


"Disana Siena, bergabunglah dengan teman-teman sekolah kita yang dulu." Ken tau kode apa yang tengah diberikan Siena, ia tengah mencari Ethan dan ingin lepas dari kedua orangtuanya.


"Wah, benar kan? Mom, Dad aku akan menyapa teman-teman ku dulu." ujarnya dengan akting yang luar biasa natural.


Setelah acara foto dan mengobrol selesai mereka mulai menikmati makanan yang telah disediakan dan berdansa bersama yang diiringi suara musik yang begitu pas.


 


Ayo kakak yang mau kirim hadiah bisa lewat online ya. Bisa bunga dan kopi, vote😚


Readers said 'Nagih hadiah mulu ni author satu-_-'


🤣💞