
Tangan Valerie memeluk lengan Ken dengan senyum yang mengembang, mereka- Ken, Valerie dan Ethan- memasuki restoran bintang lima milik keluarga Siena. Sambutan yang begitu ramah dan tulus membuat mereka nyaman, hingga tiba di sebuah ruangan VIP, sebuah meja berbentuk oval itu sudah berisikan banyak makanan. “Selamat malam semuanya.” Ujar Ken, Siena dan kedua orangtuanya sudah duduk dan sedang berbincang hangat.
Sapaan yang dijawab akrab itu pun membuat mereka langsung bergabung dimeja makan, berbincang mengenai kabar dan bisnis, mata Valerie melirik sekilas saat tingkah Siena yang menurutnya sangat mengganggu terlihat. Ia mengangkat alisnya pada Ken seakan menggodanya, memberikan sebuah kode yang entah apa maksudnya. Seketika Ken berdehem, dan membuat Valerie mengalihkan pandangannya.
“Ah, sebelumnya aku melupakan sesuatu.” Semuanya tampak menanti dengan wajah cerianya, Ken menatap Ethan yang sedang sibuk bersikap tenang, ia salah tingkah karena untuk pertama kalinya ia bisa duduk satu meja dengan keluarga Siena, hal ini benar-benar mendebarkan dan membuatnya duduk tak tenang. “Aku akan memperkenalkan GM ku yang baru, kinerjanya cukup bagus beberapa waktu ini. Ethan.” Pria itu tersenyum lebar yang kaku dan tak terbiasa, dan untuk pertama kalinya pula ia mendapatkan senyum dan dilihat oleh pria nomor satu diperusahaannya dulu.
“Perkenalkan, aku Ethan, GM Alvaron Group.” Ia berusaha sekuat mungkin bersuara tenang, mengubur segala rasa gugupnya. Beberapa hari sudah ia lewati untuk berlatih seperti ini.
--
Sementara di lain tempat, Carl meneguk air liurnya. Memperhatikan setiap wajah yang tengah memandangnya dengan berbagai ekspresi. Jessy, Justin dan Alex tampak biasa, mereka sepertinya tidak terlalu mengingat mantan kekasih Ken yang satu ini karena beberapa tahun belakangan ini banyak berita yang menggosipkan kedekatan Ken dengan beberapa wanita berbeda. Sedangkan Richard dan Alicia menunjukan wajah bingung yang lebih dominan kea rah terkejut. Agatha bertingkah dengan tak menentu, rasanya ia terlalu bingung mencairkan suasana ini. “Hallo Carl, ternyata acara makan ini untuk memperkenalkan kekasih mu?” Tanya Justin dengan kencang dan nada menggoda tengah ia keluarkan ketika melihat pasangan muda itu diambang pintu ruangan.
Mereka duduk dengan rasa tidak nyaman disebuah kursi yang masih tersisa banyak. Sedikit menghelakan nafas saat Amber tidak bertemu Ken, dan Carl tidak bertemu Valerie. “Oh, sepertinya kau akan menyusul Valerie dan Ken.” Sahut Alex dengan tertawa khasnya, membuat Jessy menggelengkan kepalanya, pemilik acara makan malam saja belum bersuara sedangkan suami dan mertuanya sudah melontarkan kata-kata menggoda Carl layaknya akan kecil yang baru berpacaran.
“Sebentar Carl, apa aku tidak salah lihat? Amber?”Tanya Alicia dengan nada serius.
“Amber, bagaimana kabar mu? Tiga tahun ini kita tidak pernah bertemu.” Kini Richard berkata dengan tenang, rasa nya terlalu tidak sopan menunjukan keterkejutannya diawal pertemuan mereka kembali. Richard masih berteman baik dengan papa Amber di Brazil, namun tidak pernah ia mendapatkan kabar sedikitpun mengenai Amber.
“Selamat malam semuanya, kabar ku baik.” Jawab Amber dengan tenang. Yang ia pentingkan saat ini adalan Earl, tidak perduli dengan yang lainnya.
“Sebenarnya malam ini aku akan mengumumkan sesuatu.” Ujar Carl memecahkan kesunyian yang mendadak tercipta.