The Perfect Match

The Perfect Match
Bekerja



Valerie merapikan dasi Ken dengan teliti, merapikan jas hitam mahal itu dan tak lupa menata rambut Ken. “Apa siang nanti akan ke kantor ku?” Tanya Ken sambil menatap dirinya dipantulan cermin besar.


“Aku akan mengabari mu nanti. Mom dan Daddy menyuruh ku ke rumah grandfa, jika aku tidak terlalu sibuk aku akan ke kantor mu.” Jawab Valerie.


“Baiklah, jangan menyetir sendiri, suruh supir mengantar kemana pun kau pergi.” Ken menyentuh kepala Valerie lembut, mencium pelan kening Valerie, lalu turun ke ujung hidung wanita itu dan berakhir di bibir indah. Walau hanya sebentar, Ken merasa cukup untuk mengawali harinya. “Aku berangkat.”


“Hati-hati di jalan. Jangan sampai melewatkan makan siang mu.” Ken tersenyum lembut dan mengangguk. Valerie memeluk tangan Ken sambil berjalan mengantarnya sampai pintu utama.


“Jaga dirimu baik-baik.” Ujar Ken saat mereka sampai di teras rumah, tangan terulur sedikit mengacak rambut Valerie, pintu mobil sudah dibukakan oleh supirnya yang menunggu disamping mobil.


Wajah Valerie sedikit cemberut karena kelakuan Ken. “Kau juga jaga diri mu baik-baik ya.” Ken mengangguk dan tersenyum kecil sebelum masuk kedalam mobilnya, membuat Valerie langsung melambaikan tangannya dengan cepat.


-


Sesampainya di kantor Ken langsung meminta sekertarisnya untuk mengadakan rapat, ia ingin mendengar semua laporan dan mencocokannya dengan yang semalam ia perlajari. Semuanya harus sesuai dan tidak boleh ada hal yang mencurigakan sedikit pun.


Ketukan pintu ruangan membuat Ken mengangkat wajah dan menghentikan kegiatan mengetiknya. “Permisi Sir, rapat sudah siap.” Ken mengangguk pelan, ia berdiri dan mengenakan Jas yang berada di atas kursinya.


Layar didinding mulai menampilkan beberpa laporan, berupa gambar, teks, grafik yang dijelaskan secara rinci oleh beberapa bagian yang bertanggung jawab. “Ethan, aku ingin kau menjelaskan perkembangan proyek baru kita di London.” Sorot matanya menatap tajam pria itu, Ethan tersenyum ramah dan menatap layar laptopnya, menjelaskan yang ia mengerti dan sesekali dibantu sekertaris Ken. Ethan harus membiasakan diri untuk berbicara didalam rapat, posisi yang diberikan Ken cukup tinggi, dan Ethan pun sudah bersedia akan belajar dengan sungguh-sungguh.


Rapat berjalan cukup lambat dengan Ethan yang menjadi sasan Ken untuk menjawab, suara helaan nafas terdengar saat Ken mengumumkan rapat telah selesai. Tak terasa jam makan siang hampir tiba, Ken masuk kembali kedalam ruang kerjanya. Melepaskan jas dan menyimpannya kembali diatas kursi kerja. Kini Ken memeriksa beberapa map yang sudah menumpuk diatas meja, ia harus fokus dan tidak sembarangan memberikan tanda tangan pada tumpukan berkas didalam map.


Ketukan pintu kembali terdengar. “Permisi Sir, nona Siena ingin bertemu anda.”


“Ya, suruh saja masuk.”


“Baik Sir.” Setelah pintu ruangannya tertutup, Ken menatap jam dindingnya, tersisa lima belas menit sebelum makan siang.


-


“Kau yakin tidak akan mengabari Ken terlebih dahulu?” Tanya Jessy, jalanan cukup padat siang ini.


“Tidak mom, lagi pula sebentar lagi jam makan siang.” Jawab Valerie santai. Ini pertama kalinya ia mendatangi perusahaan Ken.