The Perfect Match

The Perfect Match
Hasrat yang menggebu



Valerie menatap keluar jendela, ia kesal dengan sikap Ken yang dominan. Ia menyuruh para supirnya untuk pulang terlebih dahulu dan membuat mereka hanya berdua didalam mobilnya. Setelah menyebutkan Apartemen yang ia tempati, Ken langsung mengetahuinya, tanpa bantuan maps ia mengendarai dengan lancar menuju Apartemen.


“Aku antar sampai depan pintu kamar mu?” Tanya Ken seraya memasukan mobilnya kedalam basement.


“Tidak perlu repot-repot. Aku sangat berterima kasih atas tumpangan yang kau berikan. Selamat malam.” Baru saja Valerie hendak membuka pintu mobil, tangannya ditarik paksa oleh Ken. Membuat Valerie kembali terduduk pada kursi mobilnya dan memandang Ken dengan raut wajah yang siap memaki.


“Kau melupakan bayaran ku.” Ujar Ken dengan sebelah tangannya yang masih memegang stir mobil. Valerie menatap wajah Ken dengan tak percaya, membuatnya mengendus seakan meremehkan pria itu.


“Hah! Aku pikir kau tidak akan membutuhkan uang recehan dari hasil jasa mengemudi mu ini.” Garis senyum Ken terlihat saat mendengar ucapan dari lidah tajam Valerie, wanita itu tengah membuka tas tangannya dan mencari hendak mencari uang cash yang ia punya. “Kau ingin aku bayar berapa dolar?”.


“Bayaran ku berbeda sayang.” Gumaman itu lebih terdengar seperti bisikan yang menakutkan. Membuat Valerie berbalik menatap Ken yang kini sudah memajukan wajahnya dengan begitu dekat. Wajah tampan itu hanya beberapa centi dari pandangan Valerie, wajah yang begitu sayang jika terlewatkan begitu saja. Rahang tegas dan hidung mancung itu membuat Valerie meneguk air liurnya gugup. “Aku menginginkan ini.” Jari Kenrich terulur dengan lembut pada bibir bawah Valerie, membuat desiran halus pada pembulu darah Valerie terasa. Jantung berdegup kencang saat tatapan mata yang seolah pusaran air membuat pandangan Valerie tak dapat teralihkan dari sana.


“Ken.” Cicit Valerie yang memundurkan kepalanya pada bantalan kepala di sandaran kursinya. Tangan Kenrich mulai menjalar halus pada tangan Valerie, tubuh pria itu semakin beranjak pada kursi Valerie.


“Tenanglah. Aku akan melakukannya dengan lembut.” Seakan hilang akal kedua bibir mereka mulau bertemu, mengecap pelan beberapa kali dan gerakan ahli Ken membuat semuanya larut dalam gairah yang memuncak. Valerie membiarkan lidah itu masuk dan menjelajahi semua yang ada didalam, melilit lidah mereka dan memperdalam. Kenrich menekan tombol disamping kursi yang diduduki Valerie, membuat sandaran kursi itu turun dan membiarkan Valerie menjadi terbaring. Ken kini dengan leluasa memindahkan tubuhnya diatas Valerie. Menggoda sejauh mana gairah wanita ini untuknya.


Valerie yang baru merasakan hal ini begitu terlena, ia hanya bisa merespon dan tubuhnya meminta lebih. Sengatan yang seakan memberikan percikan api membuat Valerie tanpa sadar membusungkan dadanya. Ia melihat wajah Ken terangkat, wajahnya begitu merah dengan deru nafas yang terdengar berat.


Ken berusaha mengontrol hasratnya yang melambung, nafasnya terengah dan wajah Valerie begitu panas dan menggoda. Tidak bisa secepat ini, Carl belum ada disini, ia hanya bermain sedikit dengan Valerie. Namun dorongan yang diberikan wanita ini begitu besar, rasanya berbeda, begitu memabukan dan membuat jantungnya terasa aneh. “Kita tidak bisa melakukan ini didalam mobil.” Jemari Ken merapikan beberapa helaian rambut yang ada diwajah Valerie, mereka berantakan dan hampir saja tak terkendali.


Kenrich terlebih dahulu menyingkir dan kembali pada kursi pengemudinya. Menekan kembali tombol disamping kursi Valerie, membuat kursi itu kembali tegak sempurna seperti biasa dengan perlahan. Nafas wanita itu masih terasa berburu dengan wajah yang memerah. Ia menatap Ken tanpa ekspresi dan dengan cepat raut wajah itu terlihat marah. “Kau!” pekik Valerie hendak marah, namun rasa malu terlebih dahulu menyerangnya, ia pun merespon dan sama gilanya.


“Selamat malam Valerie, terimakasih atas bayarannya.” Ken tersenyum miring, mencoba agar ekspresi nya dapat menutupi keadaan dirinya yang sesungguhnya. Ia bergairah, bahkan sangat bergairah. Namun ini adalah hal yang memalukan, ia lepas kendali didalam mobilnya sendiri!.


___


Jangan lupa hadiah biar author makin semangat ya🥰