
“Apakah aku mengganggu pekerjaan mu?” Tanya Ken. Terlihat wanita didekat Valerie menggelengkan kepalanya.
“Tidak tuan. Kami sudah selesai dan akan mencari makan siang,” jawabnya dengan jujur. Terlihat Valerie seakan menggeram dan sedikit memberikan peringatan kecil pada wanita itu, membuat Ken tersenyum dengan menawan.
“Ah, kebetulan sekali, aku ingin mengajak mu makan siang, apa kau…” belum sempat Ken meneruskan ucapannya, Valerie sudah menolaknya.
“Terimakasih, tapi tidak perlu repot-repot mengajak ku.” Sahut Valerie cepat.
Ken tersenyum miring dan seperti biasa, mengeluarkan aura yang begitu mengintimidasi. “Apakah begini sikap seorang calon adik ipar?” ujar Ken sambil menaikkan sebelah alisnya. “Aku hanya ingin mengobrol dengan mu, tidak mungkin bukan jika kita selalu berjauhan seperti ini?”
Valerie menelan ludahnya dan menatap Ella yang tampak kebingungan, rencana perjodohan antara dirinya dan Carl tidak boleh tercium oleh siapa pun. “Baiklah aku mau, tapi aku tidak ingin hanya berdua, Ella kau harus ikut.”
Sedikit perdebatan akhirnya membuat Ken setuju, Ella akan ikut makan siang bersama mereka, namun Ken berharap Valerie dan dirinya dapat satu meja berdua, ia ingin melancarkan rencananya.
Didalam mobil, lagi-lagi Ken harus menarik nafasnya panjang, setelah membujuk agar mereka satu mobil untuk memastikan Valerie tidak kabur, Ken dengan menahan amarahnya membuka pintu depan mobilnya, Valerie menolak satu kursi dengan Ken, wanita sulit itu hanya menginginkan asistennya yang berada disebelahnya.
“Tuan, apakah tidak apa-apa?” Tanya Bas pelan, ia begitu kaku saat melihat Ken disampingnya, wajah tuannya itu terlihat kesal dengan rahang yang mengeras.
“Jalan saja.” Jawab Ken singkat.
Mobil berjalan dengan cepat, sesuai pesan Ken saat mereka awal pergi, waktu yang mereka miliki hanya sedikit, walau tak mengerti dengan apa yang dimaksud, Bas hanya mengikuti perintahnya.
“Apa maksud mu untuk kita berdua?” raut wajah Valerie seakan waspada.
“Apa otak mu begitu kecil hingga tidak mengerti ucapan ku? Ella sudah aku pesankan juga meja untuknya sendiri.” mendengar itu Ella dan Bas terdiam, rasa waswas dan takut saat keduanya seakan tengah bertengkar.
“Aku ingin makan siang satu meja bersama Ella, bukan hanya kita berdua.” Ken terlihat menutup matanya sesaat.
“Bas, kau juga ikut. Kita makan siang saja bersama.” Ketus Ken sambil membuka mobilnya, Valerie benar-benar membuat emosinya.
“Tapi tuan.” Ujar Bas tertahan saat Ken sudah menutup pintu mobil dengan kencang. Valerie menarik nafasnya panjang ia sepertinya sudah banyak berulah, namun inilah kondisi hatinya saat ini. Begitu sesak dan ingin melampiaskan semuanya pada Ken.
Valerie pun sama halnya, ia keluar dan menutup pintu dengan kencang. Membuat Ella dan Bas saling merikir ragu dengan wajah kebingungan mereka. “Sebaiknya kita pun ikut turun sebelum bos kita mengamuk.” Ujar Ella dengan kikuk. Bas tampak ragu saat hendak keluar, ini pertama kalinya ia keluar dari mobil bersamaan dengan Ken, apalagi ia akan makan siang bersama, apakah sopan jika ia satu meja dengan tuannya?.
Saat keempat orang itu sudah masuk kedalam restoran, mereka diarahkan pada meja dengan empat sofa yang nyaman. Tanpa menunggu lama, Ken langsung memesan menu paling direkomendasikan sebanyak 4 porsi. “Apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya Valerie saat tak ada satupun diantara mereka yang bersuara, Ken yang tampak tak bersahabat hanya menatap Valerie dengan wajah dinginnya.
“Kau yakin dengan ucapan mu? Aku ingin mengobrol secara pribadi dengan mu. Bukan rapat seperti ini.” Ucapan Ken benar-benar menyindir. Dingin.
---
Lagi? vote dulu dong😘