
“Bagaimana Dr.Marvel?” Tanya Alicia tak sabar. Dokter itu tersenyum bahagia.
“Selama Mrs.Alvaron, anda akan menjadi seorang nenek.” Ujarnya dengan begitu ramah dan bersahabat. Tidak hanya Alicia, Valerie yang mendengar itupun menutup mulutnya tidak percaya. Rasa bahagia Alicia ia sambut dengan hangat, keduanya berpelukan dengan begitu erat dengan sedikit jeritan khas wanita tengah bahagia.
Dokter itu pun pamit dengan rasa puas yang ia dapatkan melihat kedua wanita yang tengah berbahagia. “Aku akan mengirim seseorang untuk membawakan beberapa vitamin kandungan, dan aku juga akan merekomendasikan dokter kandungan terbaik yang aku kenal. Tetap jaga kesehatan dan jangan terlalu melakukan hal yang berat. Akhir-akhir ini aku banyak melihat wanita mengangkat besi untuk memperoleh otot mereka.” Ujarnya dengan nada sedikit tertawa di ujung kalimat.
“Terimakasih Dr. Marvel, Ken pasti akan menjaga baik-baik istri kesayangannya ini.” Jawab Alicia. Seperginya Dr.Marvel, Alicia menyuruh salah satu pelayan mereka untuk menyiapkan buah-buahan yang sudah ia bawa tadi, dengan gerakan cepat pula ia mengeluarkan ponselnya dan mencari kontak Jessy. “Aku akan mengabari Mom dan Dad mu sayang.” Ucap Alicia yang langsung beranjak pada dekat jendela, menjauhkan diri agar Valerie tidak terlalu merasa terganggu. “Hallo, aku membawakan kabar yang akan menggemparkan seisi rumah mu.” Ujar Alicia dengan suara yang kencang.
‘Ada apa Alicia? Sepertinya kau sedang bahagia, tidak biasanya.’ Terdengah tawa kecil dari Jessy disebrang sana.
“Kita akan memiliki cucu! Astaga, aku tidak menyangka akan mendapat dua cucuk ditahun ini. My Earl dan my little baby. Aaaaaaaaa.” Pekiknya gemas. Valerie tersenyum geli melihat tingkah mertuanya yang sangat baik itu, bahkan Valerie masih ingat, Alicia langsung menerima Earl dan menyayangi Earl dirumah sakit. Alicia sosok yang begitu penyayang, pemaaf dan sabar.
‘A-apa kau bilang? Cucu? OMG! Apa ini serius? Valerie hamil?!” semua pertanyaan seakan ingin Jessy tanyakan, ia pun sama histerisnya mendapatkan berita ini. “Oke, oke. Aku akan memperitahu suami ku dan kami sekeluarga akan langsung kesana.”
“Ya! Aku akan menunggu kalian, aku pun akan memberitahu suami ku jika dia akan menambah cucu pada tahun ini.” Alicia mengakhiri panggilan telepon dengan cepat, mencari kontak Richard dan langsung meneleponnya. Beberapa panggilan tidak diangkat oleh Richard membuatnya gemas.
Alicia sedikit cemberut dan akhirnya mengirimkan sebuah pesan pada Richard. Alicia berjalan mendekati Valerie, nampan perak berisikan buah-buahan yang sudah dipotong tersusun rapi diatas piring. “Makan buah ini sayang.” Alicia menyodorkan garpunya yang sudah terdapat buah, Valerie menerima itu dengan senang hati.
Sebuah deringan ponsel membuat Alicia melirik nama yang ada dilayar ponselnya. ‘Jessy’.
“Hallo Jess? Aku sedang menyuapi menantu ku dengan buah-buah segar.”
‘Alicia, suami bertanya apakah Ken sudah mengetahuinya?’
“Belum, bahkan suami ku pun belum mengetahuinya. Mereka sedang sibuk dengan rapat.”
‘Baguslah, Justin sedang dalam perjalanan pulang, dan kami semua disini sedang berkemas. Bagaimana jika Ken tidak perlu diberitahu terlebih dahulu? Kita akan membuat sedikit supprise untuknya. Karena dulu saat aku hamil Valerie, Juatin sangat senang diberi supprise seperti itu.’
“Baiklah, aku akan mengabari Daddy-nya dulu agar bisa diajak kerja sama.” Keduanya terdengar tertawa kecil dengan rencana mereka sendiri.