The Perfect Match

The Perfect Match
Menjadikan Valerie Model?



Ken menggelengkan kepalanya samar, “Bas ada di Los Angeles, dan aku tidak ingin terlalu mempercayai bisnis ku pada banyak orang.” Noah tampak menggelengkan kepalanya, Ken masih saja seperti dulu, saat pertama mereka bertemu dalam sebuah acara pertemuan penting beberapa pengusaha sukses. Ken tidak banyak bicara, dingin dan hanya berbicara pada asisten pribadi laki-lakinya itu.


“Kau belum berubah ternyata, tanamkan lah sikap percaya pada karyawan mu agar kau tidak terlalu lelah berfikir dan bekerja.”


“Aku percaya pada mereka, hanya saja untuk beberapa urusan aku ingin turun tangan sendiri. Lagi pula tidak terlalu baik menurut ku terlalu mempercayai seseorang, aku takut mereka menyalahgunakan kepercayaan yang aku berikan.” Ujar Ken, ia belajar dari kasus besar Franz Group milik Alex. Perusahaan sebesar itu saja hampir gulung tikar akibat seorang pengkhiatan yang selama ini mereka pelihara didalam perusahaan. Tampak patuh, bersahabat, cerdas dan bertanggung jawab, namun semua topeng itu terbuka saat beberapa orang memiliki kecugiaan, dan seakan tak terima orang tidak tahu diri seperti itu akan lebih menghabis kan asset perusahaan sebelum mereka kabur. Benar-benar tidak ada yang dapat dipercaya dalam urusan bisnis, batin Ken.


“Ya sudah kita akhiri saja masalah sekertaris. Aku ingin mendengar ide mu untuk kerja sama kita.” Noah menuangkan sedikit wine pada gelas Ken. “Minum lah, diluar begitu dingin, kau tak mengenakan mantel?’ Tanya Noah kagum.


“Tidak, jas tebal ini cukup hangat untuk keluar sebentar sebelum masuk kedalam mobil.” Kata Ken. Ia meraih gelas itu, meminumnya dengan perlahan dan sedikit menikmati cara wine melewati tenggorokannya. Cukup menghangatkan dan membuatnya relax jika meminumnya beberapa gelas lagi. “Aku ingin bekerja sama untuk membuat sebuah pakian hangat namun tidak besar dan membuat beberapa wanita ataupun pria tetap bisa keluar dengan fashion mereka.” Ken mengeluarkan ponselnya, memperlihatkan beberapa pakaian berlengan panjang yang cukup modern. “Seperti ini, hanya saja kita menggunakan beberapa produk ku yang akan dimasukkan kedalam pakaian ini agar tetap menjaga suhu hangat untuk siapapun yang menggunakan, dan jika ini berhasil, ia akan mengembangkannya membuat sepatu yang mampu tetap menjaga hangat tubuh tanpa merasa kedinginan.”


“Ya, lalu-“ Ken menjelaskan semua ide yang sudah ia beserta beberapa orang penting perusahaan yang ikut berdiskusi mengenai karjasama ini. Tampak Noah begitu antusias dan banyak berdialog dengan Ken.


“Aku setuju. Aku dan beberapa orang ku akan merancang pakaian yang tengah ramai diperbincangkan, setelah itu aku rasa model yang cocok untuk memperagakannya adalah Valerie, istri mu.” Mendengar nama Valerie kembali membuat Ken langsung menggelengkan kepalanya. Ini akan sulit, bertemu dengan Valerie saja sulit untuk Ken, bagaimana bisa ia meminta Valerie kembali menjadi model! Apalagi Justin sudah menegaskan diawal pernikahan mereka jika ia tidak menginkan Valerie menjadi model.


“Tidak, istri ku sudah tidak menjadi model, aku tidak mengijinkannya.” Tegas Ken.


“Oh ayolah Ken, istri mu pernah menjadi model tiga pakaian ku, semuanya laku keras!. Apalagi ini sebuah inovasi baru, dan supermodel seperti Valerie akan membuat semuanya semakin lancar.” Bujuk Noah bersemangat.