
Semua perjalanan hidupnya mulai rumit semenjak mengenal Carl, sudah dua kali ia membuka hati untuk Carl, dan dua kali pula ia gagal. Amber sudah cukup merasakan keperihan ini, membuatnya memilih untuk menutup hati dan tidak mengenal cinta, apalagi untuk Carl, orang yang paling tidak bisa ia lupakan, meninggalkan rasa sakit yang bagitu membekas.
“Jika Earl sudah sembuh, kita akan berkeliling ke bergabai Negara, menunjukan padanya betapa luas dan indahnya dunia ini.” Ucapan Carl menyadarkan Amber dari lamunan, kembali pada sebuah gereja yang tengah ramai dan akan menyaksikan sebuah pemberkatan yang sakral.
Amber tersenyum, mengelus kembali kepala Carl yang masih nyaman dibahunya. “Semoga saja Earl cepat sembuh, aku ingin untuk pertama kalinya membawa Earl kesebuah taman, Earl akan berjalan dengan bebas tanpa alat bantu dan menikmati pemandangan banyak orang itu seperti apa.”
“Earl kuat seperti mu sayang, dia akan cepat sembuh.” Carl bangun dari bersandarnya, menatap Amber dengan tulus.
Suara yang mulai berisik membuat mereka berdua melihat kearah pintu, Siena tampak begitu cantik, keceriaannya benar-benar terlihat. Ayahnya tampak ceria menuntun Siena berjalan diatas karpet merah. Bertemu dengan Ethan yang tidak melepaskan pandangannya dari Siena. Pasangan yang terlihat begitu saling mencintai membawa suasana haru yang bahagia.
Pemberkatan pun dimulai, mereka melakukannya dengan begitu lancar. Lalu saling menukarkan cincin dan berciuman yang langsung ditepu tangani oleh semuanya.
-
“Satu, dua, tigaaa.” Siena melemparkan bunga itu kearah belakang, membuat beberapa wanita lajang berburu mendapatkan bunga itu.
Valerie menatap Ken dengan senyuman yang begitu lebar, membuat Ken bergidik dan hatinya tidak menentu. Ia tahu, jika Valerie mulai bersikap aneh maka permintaan aneh pun akan terjadi. “Kali ini apa sayang?” tanya Ken to the point.
Valerie memeluk tangan Ken dengan manja, jarinya memainkan kerah baju Ken. “Itu.” Valerie menunjuk sebuah panggung kecil yang sedang digunakan oleh para pemain musik bernyanyi.
“Disini banyak orang-orang penting sayang, jangan meminta ku untuk memalukan hal aneh ya.” Ken berkata dengan lembut, berharap Valerie tidak tersinggung dan memilih pria lain untuk mengikuti permintaanya.
“Tidak aneh, aku hanya ingin kau bernyanyi yang romantis untuk kami.” Valerie mengelus perutnya sambil tersenyum memohon. “Aku ingin mendengar mu bernyanyi.”
“Aku tidak bisa bernyanyi sayang.” Tegas Ken dengan lembut.
“Tapi kau bisa memainkan piano.” Jawab Valerie mulai cemberut.
Ken menarik nafasnya lumayan panjang, “Bisa memainkan piano bukan berarti aku bisa bernyanyi sayang. Bukankah kau bisa bernyanyi? Bagaimana jika kau bernyanyi disana.” Usul Ken dengan cepat.
“Tidak, aku ingin kau yang di sana, aku dan anak kita akan bersedih jika kau tidak melakukannya.” Ya, lagi-lagi bujukan maut seperti ini yang membuat Ken tidak tega. Semoga saja suaranya tidak seburuk itu saat bernyanyi nanti.
“Baiklah, kau ingin aku bernyanyi apa?” tanya Ken dengan pasrah.
“Beautiful in white, cocok untuk Siena juga.”
Ken akhirnya berdiri, merapikan jasnya dan berjalan menuju pemain music itu. Setelah beberapa percakapan, akhirnya Ken diperbolehkan untuk menggantikan vokalis. Beberapa orang tampak menyadari Ken diatas panggung kecil itu, menanti seorang pria tampak bernyanyi dihadapan mereka. “Lagu ini untuk istri dan calon bayi ku yang tercinta. Sekaligus untuk pasangan yang sedang berbahagia, Siena dan Ethan.” Tepuk tangan tampak menghiasi acara itu, Siena dengan cepat meminjam ponsel milik Ethan dan merekamnya, sebuah kejadian langka dan akan bersejarah.
...Not sure if you know this...
...Aku tak yakin kau tahu ini...
...But when we first met...
...Namun sejak pertama kita bertemu...
...I got so nervous I couldn't speak...
...Aku merasa begitu gugup, aku tak bisa berucap...
...In that very moment...
...Pada saat itu juga...
...I found the one and...
...Aku menemukan seseorang dan...
...My life had found its missing piece...
...Hidupku menjadi lengkap...
...So as long as I live I love you...
...Jadi selama aku hidup, aku mencintaimu...
...Will have and hold you...
...Aku akan memiliki dan memelukmu...
...You look so beautiful in white...
...Kau terlihat begitu cantik dengan gaun putih...
...And from now 'til my very last breath...
...Dan mulai sekarang sampai nafas terakhirku...
...Hari ini akan selalu kuingat...
...You look so beautiful in white...
...Kau terlihat begitu cantik dengan gaun putih...
...Tonight...
...Malam ini...
...What we have is timeless...
...Apa yang kita miliki abadi...
...My love is endless...
...Cintaku tak ada habisnya...
...And with this ring I...
...Dan dengan cincin ini aku...
...Say to the world...
...Katakan pada dunia...
...You're my every reason...
...Kau adalah alasanku...
...You're all that I believe in...
...Hanya kau yang aku percaya...
...With all my heart I mean every word...
...Dengan sepenuh hati aku bersungguh-sungguh...
...So as long as I live I love you...
...Jadi selama aku hidup, aku mencintaimu...
...Will have and hold you...
...Aku akan memiliki dan memelukmu...
...You look so beautiful in white...
...Kau terlihat begitu cantik dengan gaun putih...
...And from now 'til my very last breath...
...Dan mulai sekarang sampai nafas terakhirku...
...Hari ini akan selalu kuingat...
...You look so beautiful in white...
...Kau terlihat begitu cantik dengan gaun putih...
...Tonight...
...Malam ini...