The Perfect Match

The Perfect Match
Berkuda



Valerie bangun dari tidurnya, ia menatap jam dinding yang baru menunjukan pukul empat dini hari. Dengan keadaan lampu yang remang, ia menggapai ponsel miliknya, melirik wajah tenang Ken yang tengah tertidur. Dengan senyum yang tiba-tiba mengembang, Valerie mengarahkan kamera ponsel pada wajah Ken, memotret wajah tampan yang sempurna itu secara diam-diam.


“Tidurlah.” Ucapan itu membuat Valerie terkejut, wajah Ken masih tenang dengan kelopak mata yang tertutup.


“Kau bangun?” Tanya Valerie pelan. Dengan perlahan kelopak mata Ken terbuka, menggeser sedikit badannya menempel pada Valerie. “M-maaf jika mengganggu tidur mu.” Bukannya menjawab, Ken memeluk tubuh Valerie hangat, dekapannya begitu nyaman dengan sentuhan halus dikulit bahu Valerie.


“Pagi nanti kita akan bermain, tidur lah yang cukup.” Dengan pasrah akhirnya Valerie menyimpan kembali ponselnya, menyelimuti tubuh mereka berdua dan memaksakan diri untuk kembali tidur.


Ken kembali terbangun saat sinar matahari menerobos masuk melalui celah tirai, pandangannya turun pada sosok mungil yang tengah meringkuk didadanya. Hari ini adalah hari ke-empat mereka berbulan madu, empat hari yang mampu merubahnya, mencairkan harinya yang mulai kembali menghangat, rasa cinta yang mulai tumbuh pada sosok wanita bagai bidadari disampingnya dan yang paling berkesan adalah saat ia bisa merasakan indahnya sebuah pernikahan.


“Morning.” Sambut Ken hangat, kedua kelopak mata Valerie bergerak pelan membuka dan memperlihatkan manik mata nya yang indah, senyuman yang selalu tampil itu membuat Ken tidak tahan untuk tidak menciumnya. “Bersiaplah. Kita akan berkuda disamping danau.” Seketika mata itu melebar, raut wajah tidak percaya dan senang terlihat begitu jelas.


“Apakah benar ada kuda disini? Aku baru tahu.”


Ken mengangguk pelan dengan senyum tipis yang selalu terlihat terpaksa. “Aku meminta mereka menyiapkannya, aku tahu kau sudah bosan disini.”


“Kau memang pengertian, terimakasih.” Valerie memajukan wajahnya perlahan, membuat Ken dengan senang hati menyambutnya. Morning kiss yang memang sudah mereka lakukan secara rutin selama disini.


Valerie turun dari atas ranjang, dengan semangatnya ia mulai memilih pakaian yang cocok. “Menurut mu yang mana?” Tanya Valerie sambil berbalik menunjukan dua pakaian yang membuatnya bimbang.


-


Setelah selesai bersiap dan sarapan, mereka berjalan bersama dengan santai keluar dari kamar. Udara sejuk dari pepohonan membuat Valerie yakin akan merindukan hal ini saat mereka kembali ke mansion Ken. “Dimana kudanya?” Tanya Valerie tak sabar.


“Didekat hutan.” Jawab Ken, mereka menuruni anak tangga yang terbuat dari kayu itu dengan perlahan, berjalan kecil sembari berbincang dan memutari penginapan mereka untuk menuju sebuah hutan yang belum pernah Valerie datangi sebelumnya.


Terlihat seseorang dijauh sana tiba-tiba berdiri saat Ken dan Valerie berjalan mendekatinya. Ia tersenyum ramah dan memberikan peralatan untuk mereka berkuda. Mata Valerie sedikit berbinar saat melihat kuda gagah berwarna hitam itu mengeluarkan suara. “Kau naik terlebih dahulu.” Ujar Ken.


“Aku tidak bisa.” Jawab Valerie cepat. Ken memberikan arahan dan membantu Valerie untuk menaiki kuda besar itu, setelah Valerie berhasil duduk dengan nyaman, Ken dalam hitungan detik sudah berhasil menaiki kuda itu dan duduk dibelakang tubuh Valerie.


“Kau bisa berkuda?” Tanya Valerie sidikit was-was.


___


Vote, like, hadiah 💞🔥