
Ken menarik nafasnya dalam. “Amber pagi tadi keluar dengan Earl, dan saat memeriksa CCTV, Amber ternyata masuk kedalam sebuah mobil hitam dan mengeluarkan tas besar dari bawah kereta bayi yang ia sembunyikan, bahkan Amber meninggalkan kereta bayi itu didekat taman.”
“Astaga, mengapa bisa?”
“Entah lah, aku hanya sedang berpikir semoga saja ini tidak bukan balas dendamnya. Carl sedang mencari mobil yang ada di CCTV.”
Valerie mengerutkan keningnya. “Dendam?”
“Saat Amber hamil dulu, Carl langsung pergi tanpa berbicara kehamilan Amber.” Ken menatap Valerie lembut, haruskan ia menceritakan ini?. “Sebenarnya aku kasihan, Amber wanita yang pintar dan mandiri, ia fokus pada kuliah dan saat hari kelulusan pun keluarganya di Brazil tidak ada yang hadir, ibunya sudah meninggal dan ayahnya menikah lagi dengan ibu tirinya yang kau lihat saat acara pemberkatan mereka. Tidak ada yang memperdulikannya disini, kan Carl pergi begitu saja, kau menegrti maksud ku bukan?”
Valerie menganggukkan kepalanya, Amber tidak menemukan sosok ayah yang baik, bahkan untuk anaknya sendiri ia gagal memberikan seorang ayah yang sempurna. Dan kini, ia memberikan Carl balasan yang lebih sakit.
-
Carl kini berada di sebuah badara, mobil hitam itu berada disana, namun tidak ada pemiliknya sama sekali bahkan plat nomor yang dipasang adalah palsu, nomor rangka mobil dirusak tak menentu, membuat pihak kepolisian yang membantu pun sedikit kewalah mencari informasi, namun mereka tidak menyerah, mencari apapun yang nantinya bisa mereka gunakan sebagai petunjuk. Pihak bandarapun tidak menemukan nama Amber atau pun Amanda yang berangkat. Mengecek CCTV yang mengawasi gerak-gerik ribuan orang yang ada disini tidak lah mudah.
“Bersiaplah, aku akan ke Washington.” Ken menutup teleponnya, ia segera bergegas dan memberitahu polisi jika ia akan mencarinya dikota lain.
Carl akan manjadi Amber disana, disebuah gang kecil yang menjadi tempat lamanya bersama Amanda. Pilot yang tidak memilii hambatan apapun membuat Carl masih bisa menahan amarahnya, pikirannya kacau. Ada apa dengan Amber? Semalam mereka baik-baik saja, bahkan dengan tidak biasanya Amber menidurkan Earl ditengah-tengah mereka, mencium Carl dan Earl secara bergantian. “Kalian dua laki-laki yang aku sayang.” Kata-kata Amber masih begitu mengiang dan terasa hangat, ini semua bagai mimpi buru.
-
“Rumah ini sudah Amanda dijual kepada ku tujuh bulan yang lalu.”
“Apa kau tau Amanda pindah kemana?”
“Oh, maafkan aku tidak terlalu mengenalnya. Bahkan aku hampir melupakan namanya.” Kata-kata itu seolah melayang dikepalanya, rasa remuk dihatinya begitu sakit. Kemana lagi ia harus mencari? Menunggu para polisi yang entah kapan berhasil menemukannya?.
Carl kembali kedalam mobil, pandangannya kosong. Seketika ia meninju stir dengan kencang. “F*ck this ****!” pekik Carl keras. Sekarang ia harus kemana? Kembali ke Los Angeles atau keberbagai kota lainnya?.
Deringan diponselnya membuat Carl dengan cepat mengangkatnya. “Selamat sore Sir, kami menemukan rekaman CCTV yang menunjukan istri anda dengan seorang wanita, kami sedang melacak data apa yang mereka gunakan.”
“Aku tunggu kabar kalian.” Carl mematikan panggilan itu, ia harus segera ke Jet pribadinya dan kembali ke Los Angeles.
Dengan kecepatan yang penuh, Carl begitu berharap dan tidak sabar. ‘Tinnnnnnnnnnnnnn’ Carl kehilangan kendali, ia tidak sempat menginjak rem saat melewati lampu merah dan sebuah mobil besar melaju kencang menghantamnya. ‘BRUK’ mobil Carl terpental keujung jalan, bentuk mobil sudah terlihat kacau dengan asap yang mulai timbul. Pandangan Carl menghitam, semuanya seakan berputar dan hanya ada suara yang seakan menjauh sebelum semuanya menjadi hening.
Malem Endingnya ya🥳