
Hamparan indah itu ternyata semakin indah saat gelapnya malam yang mulai menyelimuti, beberapa api unggun dinyalakan ditepi penginapan, sepasang kekasih berlalu lalang dengan pakaian rapi mereka, perempuan mengenakan dress yang begitu cantik dan para pria dengan setelan jas rapi.
"Apakah akan ada acara?" tanya Valerie saat mereka pulang dari danau, pakaian mereka terlalu santai dibandingkan para pasangan lainnya, membuat Valerie sedikit bingung.
"Pihak penginapan mengadakan acara makan malam, akan ada dansa, acara minum juga, kau mau mengikuti acara ini?" jam sudah menunjukkan hampir pukul tujuh malam. Valerie mengangguk pelan.
"Apa kita tidak akan telat?" Ken menggelengkan kepalanya. Tiba-tiba ia menarik tangan Valerie dan berjalan kearah kamar mereka.
"Kita bersiap dari sekarang dan tidak akan telat." bisik Ken yang terlebih dahulu masuk kedalam kamar mandi, Valerie membuka lemari dan pilihannya jatuh pada gaun pesta berwarna merah maroon, terdapat belahan di pinggir kaki yang membuat Valerie leluasa memamerkan kaki jenjangnya, sedangkan bagian atas, memamerkan bahu telanjang nya dengan model kain yang menutupi setengah lengan atasnya. Setelah Ken selesai, kini Valerie mandi dengan cepat, bersiap dengan baju pilihannya dan memberikan sedikit make up pada wajah cantiknya.
Saat mereka sudah selesai, dengan perlahan mereka bergabung kedalam pesta, memilih meja yang paling dekat dengan jendela dan Ken menuangkan sedikit wine untuk Valerie dan dirinya.
"Terimakasih." ujar Valerie sambil meminum perlahan cairan merah itu. Suara musik yang lembut membuat mereka menjadi nyaman dan pemandangan lampu diluar benar-benar begitu indah.
"Selamat malam." Sapa seorang pelayan dengan ramah, ia menyimpan makan malam diatas meja mereka, menjelaskan sedikit susunan acara yang akan diadakan.
"Kau... mengapa malam itu mabuk?" tanya Valerie pelan, rasanya masih mengganjal dan belum tenang. Cara minum Ken tampak biasa, bahkan tidak banyak, itu membuat beberapa pertanyaan menghantui Valerie dalam seketika.
"Aku memang selalu banyak minum jika bersama teman-teman." jawab Ken santai. Tiba-tiba ia menarun alat makannya dengan pelan. "Kurasa sudah waktunya kita berdansa." Valerie menatap arah yang dipandang Ken, beberapa pasangan sudah berdiri menuju lantai dansa.
Ken mengulurkan tangannya dan membantu Valerie berdiri dari duduknya, memeluk pinggang Valerie dan menuntun nya ketengah lantai dansa. Mereka mulai berjalan kecil dibawah temaram lampu yang menggoda. Suara yang begitu lembut nyaris Valerie abaikan saat Ken melepaskan pelukannya, memutarkan tubuh Valerie lembut dan kembali memeluknya.
Sepasang masa biru turun menatap wajah Valerie yang damai, gerakannya mampu menyeimbangi dansa Ken. Baru Ken sadari kulit bahu yang terbuka sedikit membuatnya tergoda. Sedangkan Valerie, ia begitu dekat dengan Ken, menggerakan kakinya seirama dengan musik, indra penciuman nya diam-diam menghirup aroma maskulin yang dikeluarkan oleh Ken.
Tatapan Ken kembali turun dan sedikit mendengus saat melihat kain atas itu sedikit memperlihatkan kulit dada Valerie yang begitu putih, gerakan yang semakin dekat dan sensual membuat nafas Ken memburu, Valerie tampak tenang dan memberikan godaan kecil terhadap dirinya. Perlahan Ken mendekatkan bibirnya pada telinga Valerie. "Ayo kita pergi." bisiknya parau. Persetanan dengan segala ego yang menyadarkannya bahwa wanita dihadapannya ini ada wanita bekas adiknya sendiri. Kini hasrat yang begitu tinggi dan mendesar membuatnya kehilangan akal, mengabaikan segala perdebatan yang selalu ia rasakan beberapa hari ini.
____