The Perfect Match

The Perfect Match
Mencari Perhatian



Seakan sudah disetting oleh Kenrich. Tepat saat mereka keluar dari rumah, sebuah mobil classic datang. Mata Valerie menatap tajam, memutar otaknya untuk mengingat jelas. Ini benar-benar mobil yang ada diacara lelang lusa kemarin!.


"Kau Mr.X?" Tanya Valerie yang sudah tak tahan dengan pertanyaan itu.


Ken hanya mengangkat bahunya dengan santai dan gerakan mata yang indah menatap Valerie. Membuat Valerie terpaku dan menyadari jantungnya kembali berdebar.


"Maybe." Tangan Ken kini berada dibahu Alex sambil tersenyum lembut.


"Ini hadiah ulangtahun untuk mu mr.Alvaron. Terimakasih sudah memperlakukan ku sebagai cucu mu." Apa ini? Valerie memandang sebuah kejadian langka. Ken berucap seakan tulus, dan Alex yang tersenyum girang dengan mata sedikit berkaca memeluk Kenrich. Ia merasa terasingkan, ia adalah cucu kandungnya, Ken terlalu berlebihan dalam mencari perhatian Valerie.


"Terimakasih Ken. Kau memang terbaik, astaga aku mendapatkan kado di umur yang tua ini. Bagaimana bisa kau mendapatkan mobil ini?"


Valerie membuntuti keduanya yang sudah berjalan turun, mendekati mobil berharga $1.000.000 itu.


"Maaf besok aku tak bisa mengunjungi mu, jadi aku memberikan kado diawal. Bagaimana jika kau mencobanya hari ini? Mobil ini kuat untuk kita menempuh perjalanan menuju kastil."


"Kastil?" Tanya Valerie. Alex berbalik dan menyentuh tangan Valerie lembut.


"Kastil saat aku dan nenek mu menikah. Aku dengan kastil itu masih terawat." Jawab Alex. Valerie akhirnya mengangguk. Tidak ada salahnya masuk kedalam kastil, asalnya tidak sampai malam dan melihat beberapa vampir bangun.


"Tidak apa-apa jika kakek ditemani oleh supir ku? Aku dan Valerie akan menggunakan mobil ku." Mendengar itu Valerie langsung menatap Kenrich ngeri. Ini jelas-jelas mencuri kesempatan dalam kesempitan!.


"Tidak Grandfa, aku akan menyetir untuk mu." Tolak Valerie langsung. Ia tidak bisa berdekatan dengan Ken, dinding yang sudah ia bangun akan runtuh jika bersama pria ini.


"Kau bersama Kenrich saja Val. Kalian sudah lama tidak bertemu, aku rasa akan banyak cerita akan kalian bagikan saat berpisah 10 tahun lamanya." Mobil tua itu memang dirancang untuk balap, sehingga kursi yang disediakan hanya dua, hanya bagian depan saja.


Setelah Alex masuk, ia menatap Kenrich dengan pandangan yang tajam. "Aku tidak ingin dengan mu."


Seakan sulit bernafas, ia mencari posisi duduk yang nyaman, tidak mendekat ketengah melainkan mendekatkan diri dengan pintu. Supir yang membawa mereka mulai menyalakan mesin.


"Aku tidak percaya, bagaimana bisa seseorang yang dulu mengejar ku menjadi jual mahal seperti ini." Valerie tak menjawabnya ia mengeluarkan ponselnya dan fokus pada sosial media. Menenangkan diri yang merasa gelisah disebelah pria ini.


Tiba-tiba saja Valerie memekik keras saat ponsel yang sedang ia pegang ditarik oleh Ken.


"Bisa kah kau sopan?!" Teriak Valerie marah.


"Apakah kau sendiri sopan? Mengabaikan pertanyaan seseorang?" Valerie mendecak. Ia berusaha mengambil ponselnya, namun dengan cepat Ken memasukannya pada saku dalam jas.


"Apa mau mu?"


"Kau cemburu dengan kabar aku memiliki kekasih?" Pertanyaan yang tak pernah terlintas dipikiran Valerie, ia ingin berteriak diwajah pria itu. 'Jika kau memang memiliki kekasih enyah lah dari hadapan ku bodoh!'.


"Aku tidak peduli dan berhentilah mencari perhatian ku!" Senyum Ken terlihat, ia sedikit tertawa dan merubah posisi duduknya menghadap pada Valerie.


"Seperti apa 'mencari perhatian' yang kau maksud Valerie?" Tanya Ken pelan, nyaris berbisik dan menggoda Valerie dengan suara berat itu.


___


Guys sekarang komen tentang Valerie ya. Gimana cara biar jual mahal yang baik tanpa membuat di cowo pergi wkwk


#Author sedang dirumahkan, jadi mau up lagi🤧