The Perfect Match

The Perfect Match
Meragukan?



Sesampainya di apartemen yang baru ia tempati, Carl melambaikan tangannya. Valerie tersenyum dan membalas lambaian itu.


"Semangat untuk besok."


"Ya. Hati-hati dijalan." Balas Valerie. Tak lama kemudian, mobil Carl pergi.


Valerie segera masuk kedalam Apartemen nya. Membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan kain tipis yang selalu ia gunakan saat tidur. Valerie menghempaskan dirinya pada ranjang, matanya menatap langit-langit kamar dengan tenang, hawa sunyi sangat terasa. Pikirannya berkelana mengingat Kenrich. Pria itu kembali, dan dalam sekejap mampu membuat Valerie salah tingkah.


Sedikit tak menyangka atas perlakuan Ken yang begitu berani. Valerie memejamkan matanya, ia langsung merutuki kebodohannya, dulu, saat ia baru berumur belasan tahun, hendak manginjak umur 20. Saat teman-temannya menceritakan kehidupan asmara mereka, bodohnya Valerie merasa ingin tahu, ia diberitahu bagaimana cara menggoda kekasih mereka. Dan kau tahu? Valerie mencobanya pada Ken! Menggoda pria itu melalui Vidio call, menggoda Ken dengan begitu lembut dan malu-malu, hingga akhirnya ia mendengar Ken memakinya kecil lalu mematikan panggilan itu.


Valerie mengepalkan tangannya, memasukkan diri kedalam selimut tebalnya. Ia harus tidur dan melupakan semuanya. Mungkin itu hanya gertakan kecil atas tindakannya dulu, usia Ken dan dirinya terpaut 3 tahun, saat itu Ken berusia sekitar 22-23 tahun, mungkin saja saat itu Ken tergoda dan hari ini pria itu memberikan sedikit pelajaran bagi Valerie. Tapi demi apapun! Ia pun menyesal melakukan itu, mendapatkan makian kecil dari pria itu membuatnya berhina, ia mencoba menjauhi Ken dengan cara menyibukkan diri dengan dunia nya. Pikiran itu benar-benar bodoh dan ia sesali, seorang pria dingin tidak akan luluh dengan cara seperti itu.


---


Pagi harinya, supir yang di perintahkan kakeknya sudah menjemput, ia segera bergegas dan menemui asistennya sudah berada dikursi depan, sebelah supir.


"Selamat pagi, Valerie!" Sapanya dengan semangat, Valerie hanya tersenyum kecil dan fokus pada ponselnya. Mencari berita utama pagi ini, ia tidak boleh tertinggal berita mana pun.


"Kau marah?" Tanya Ella. Melihat Valerie yang tampak tak semangat.


Valerie mengangkat sebelah alisnya, menatap bingung pada Ella.


"Tidak."


Terdengar helaan nafas lega dari mulut wanita itu.


"Aku kira kau marah karena aku tidak bisa menemani mu tadi malam." Ucapnya seperti menyesal.


"Ah iya, aku baru ingat. Pihak Donna.inc mangatakan jika investor terbesar mereka akan berkunjung dan melihat secara langsung proses pemotretan. Ia berharap kau sangat profesional nanti. Jika investor nya ini tidak menyukai kinerja mu, ia tidak akan memperpanjang kontrak dengan mu nanti." Donna.inc adalah rumah mode Amerika Serikat yang didirikan oleh perancang busana Donna Margaretha pada tahun 1995. Perusahaan ini bergerak dibidang fashion, dari mulai pakaian formal, santai, pesta hingga pakaian dalam. Dan hebatnya, Valerie sudah mendapatkan kontrak beberapa kali dari pakaian bermerek ini.


"Apa? Dia tidak tau aku siapa? Berani sekali meragukan kinerja ku." Protes Valerie. Moodnya semakin hancur. Dari pagi tadi, entah mengapa Valerie tak semangat, semuanya terasa membosankan, ia butuh berlibur dan tidak ingin memikirkan pekerjaan nya yang padat. Semalaman ia kurang tidur karena pria dingin itu, berharap agar Ken tak mengganggu nya lagi. Namun, untuk pertama kalinya Valerie merasa tersinggung, seseorang meragukan kinerjanya. Sial!.