The Perfect Match

The Perfect Match
Kacau



Valerie menatap dress dihadapan cermin besar, kini ia sedang berada disebuah butik ternama bersama Ken. Malam ini adalah acara makan malam Ken dengan keluarga Siena, membicarakan tentang promosi seorang GM jika Valerie tak salah ingat. “Aku akan memberikan nya secara gratis jika kau mau menandai akun butik ini di Instagram mu, apalagi jika kau bersedia mempromosikannya.” Ujar pemilik butik, kali ini bukan Donna.Inc. Valerie tersenyum ramah, padahal ia sudah resmi meninggalkan dunia permodelan, namun beberapa orang masih memintanya mengiklankan produk-produk mereka melalui sosial medianya.


“Tidak perlu gratis, suami ku akan marah jika mengetahui ini. Aku akan menandai butik ini pada feed ku.” Jawab Valerie ramah. Dress kali ini berwarna rosy brown yang terlihat elegant, tidak berberlebihan dan cantik.


Setelah berbincang sedikit akhirnya Valerie memilih dress itu tanpa mencoba dress lain, Ken membayarnya dan mereka keluar dari butik dengan beberapa sapaan ramah dari para pelayan bahkan pemilik toko.


Selama diperjalanan mereka berbincang dengan hangat, beberapa candaan dan sikap sombong Ken dalam menanggapi cerita Valerie, membuat Valerie gemas dan cemberut. “Sebentar. Mommy menelfon.” Ujar Valerie menghentikan kegiatan mereka. “Hallo Mom?”


‘Hallo Valerie, Mom dan Daddy akan pulang ke Kanada besok siang, jangan lupa mengantar Mom ya.’ Suara Jessy terdengar sangat halus dengan tawa renyah diakhir kalimat.


“Besok? Mengapa mendadak sekali mom?”


‘Daddy mu terlalu banyak tugas yang menumpuk, lagipula mom harus menemani grandma dan grandfa diKanada. Malam ini mom akan ke rumah aunty Alicia, mereka mengundang mom untuk acara makan malam pulangnya Carl, kau dan Ken ada disana juga bukan?’


“Tidak mom, aku dan Ken sudah meminta ijin untuk tidak hadir. Malam ini aku akan menemani Ken keacara makan malam.” Jessy mengerti dengan Valerie, CEO memang selalu memiliki banyak acara dan beberapa pertemuan. Hingga beberapa percakapan ringan dan mereka mengakhiri telepon.


Ken melirik Valerie, menaikan sebelah alisnya. “Mom dan Daddy besok kembali ke Kanada, kita diwajibkan untuk mengantar mereka, kau ikut?”


“Aku pasti itu dan mengirim beberapa pengawal untuk keamanan.” Valerie tertawa kecil mendengar itu.


“Ha? Bagaimana kau tahu?” Tanya Ken sedikit terkejut.


“Aku pernah melihatnya, dan Daddy malah menyuruh ku untuk pura-pura tidak melihat mereka.”


Kerutan kening samar terlihat di kening Ken, raut wajahnya seakan menunjukan ekspresi kagum. “Waw, menakjubkan.”


Malam pun tiba, Carl turun dari mobilnya yang berhenti didepan rumahnya, sedikit memutari badan mobil dan berdiri disamping Amber yang baru keluar dari dalam mobil. “Tenang saja, grandma sudah mengetahui ini, aku hanya perlu menjelaskan kembali pada Mom dan Daddy.” Amber melirik Carl dengan wajah gugup, sedikit menggenggam kuat dress mahalnya yang baru Carl berikan, setelah tiga tahun yang lalu, semua merubahnya, sehingga ini adalah dress mahal yang baru ia kenakan kembali.


“Bagaimana jika mereka marah atau tidak menyetujui ku?” Tanya Amber. Mereka semua orang-orang baik selama Amber bersama Ken, ia tidak siap melihat reaksi kecewa dengan membongkar semua rahasia ini, membayangkan mereka semua terkejut mendengar kabar Earl, cucu mereka yang kini sudah berada dirumah sakit terbaik di kota ini tengah memulai pengobatan baru yang tentunya lebih mahal dan terjamin.


“Tidak, mereka akan menyetuinya karena Earl sudah ada. Aku akan mengatakan sejujur-jujurnya dengan keadaan kita malam itu.” Setelah cukup yakin dengan Carl, ia memberanikan diri untuk berjalan masuk berdampingan dengan Carl.


Langkah Carl yang awalnya sudah berani dan percaya diri harus terhenti saat memasuki ruang makan, matanya seakan langsung membola dan rasa tak karuan terasa. Tubuhnya menegang seketika, dimeja makan itu terdapat Jessy, Justin dan Alex. Semua diluar kendalinya, ia menjadi bingung dengan apa yang harus ia katakana. Ken melirik Agatha, ia memejamkan matanya pelan sambil menggelengkan kepalanya lemah. Carl tahu, pasti Mommy nya yang sudah mengundang mereka. ‘Tenang Carl, tidak ada yang perlu ditutupi agar semuanya clear dan tidak ada kebohongan apapun.’


--


Hari senin nih. Jangan lupa Vote🥳