The Perfect Match

The Perfect Match
Menggoda



Valerie terpaku. Ia tak bisa berkata apapun. Jantungnya berdebar seperti kemarin.


Kenrich, ia tersenyum miring melihat wajah panik Valerie, ditengah ruangan dengan beberapa sorotan lampu, ia memperhatikan Valerie yang ada disofa, tengah berpose kaku dengan pakaian malam wanita. Kenrich begitu antusias saat mengetahui Valerie akan mengadakan pemotretan pakaian seksi itu.


Ya. Orang itu adalah Kenrich. Ia menjadi investor terbesar di Donna.inc, Kenrich juga menjadi orang berpengaruh dalam perusahaan ini, tak banyak yang tahu soal itu, karena investasi besarnya itu ada beberapa model yang ia dapatkan untuk teman bergulat nya diatas ranjang. Dan kali ini, bagaikan kesempatan emas, Ken dapat melihat secara langsung tubuh yang pernah ia lihat beberapa tahun lalu, dulu hanyalah virtual dan tidak sesempurna sekarang, namun hebatnya wanita ini, saat ia masih remaja pun Ken tergoda, membuatnya memaki kasar Valerie yang begitu berani. Sekarang pun sama, wanita itu berani memakai pakaian terbuka seperti itu dihadapan sang fotografer.


Senyum Kenrich semakin terlihat saat  pemikirannya melintas. Wanita ini sudah terbiasa dengan pekerjaannya, mungkin juga sudah terbiasa dengan para lelaki yang pernah tidur dengannya.


"Ayolah Valerie! Kau tidak terlihat natural." Nada dari Jack menandakan bahka ia geram, pria itu kembali mengarahkan kamera pada Valerie.


"Biasa kah tubuh mu itu tidak kaku seperti baru pertama kali berfoto? Fokus kan mata mu pada kamera."


Terlihat raut wajah Valerie yang mulai terlihat marah. Ia berdiri dan menghentakkan kaki indah itu. Pemandangan ini begitu menarik, membuat Kenrich melipat kedu tangannya dan semakin bersandar nyaman disofa.


"Bisa kah kau tidak membentak ku! Kau ingin kehilangan pekerjaan mu hah!" Balas Valerie. Ken membasahi bibir bawahnya, ternyata wanita itu masih memiliki sifat sombong dan pemarah seperti dulu.


"Tapi kau sangat kacau hari ini Val! Bisa kah tidak membawa kekuasaan mu dan bekerja dengan benar?" Valerie geram. Bagaimana ia bisa fokus jika Kenrich menatapnya setajam itu! Mata Valerie menatap tajam Jack. Pria itu berani mempermalukannya dihadapan Ken. Jack memang berbeda, ia fotografer terburuk yang pernah Valerie temui, tak sabaran, dan begitu tegas pada model wanita saat di Kanada. Valerie yakin jika Jack seorang gay! Ia seperti tak tertarik pada wanita!. Jack pernah memotretnya saat di Kanada dan New York, betapa sialnya Valerie kini harus mendapatkan fotografer Jack lagi!


Ella dan beberapa kru mendekati Valerie, menenangkan Valerie, membenarkan tataletak rambutnya, ada pula yang merapikan riasan wajahnya. Lampu-lampu terang ini terasa panas dikulit Valerie.


"Kau istirahatlah dulu. Suruh model pria masuk kemari. Aku tidak ingin lembur untuk ini." Dengan wajah kesal Valerie mulai berjalan keluar dari sorotan lampu, Ella memakaikan jubah untuk menutupi tubuh terbuka Valerie. Sialnya, mata Valerie menatap Ken, pria itu tersenyum seakan mengejek. Ketampanan nya memang meningkat beberapa kali lipat, namun Valerie tak ingin ada pria itu disini! Ia mengganggu konsentrasi Valerie. Merasa diawasi dan tatapan yang mengintimidasi.


"Ya. Itu bagus Jim. Pertajam lagi mata mu."


Valerie menatap model itu dengan malas, pria itu akan menjadi pasangan modelnya, tidak terlalu buruk, ia tampan. Mendadak Valerie tertawa mengejek pada dua pria disana.


"Dia benar-benar gay." Ejeknya halus.


Terlihat Ken berjalan kearah Jack. Membisikan sesuatu dan Jack pun mengangguk. Jack seakan menyuruh model pria itu untuk berdiri memperhatikan contoh yang akan diperagakan. Bola mata Valerie membola seketika, Ken berjalan kearah sofa, membuka kemejanya dan memperlihatkan ototnya yang menggoda, terasa liat, warna kulit yang begitu pas, benar-benar membuat wanita ingin menyentuhnya.


'Astaga, apa yang di lakukan!' teriak Valerie dalam hati.


---