The Perfect Match

The Perfect Match
Pulang



Hari-hari berlalu dengan cepat, hari terakhir mereka di Kanada sudah tiba, waktu yang menunjukan pukul empat sore mengingatkan mereka untuk segera checkout. Valerie memakai mantel hangat besarta sarung tangannya. “Kau tidak akan menggunakan syal?” Tanya Valerie, Ken menggelengkan kepalanya cepat.


“Aku tidak terlalu membutuhkan itu, apa barang-barang kita tidak ada yang tertinggal?” Tanya Ken memastikan, melihat lemari, atas meja dan beberapa sudut ruangan yang dipastikan tidak ada barang mereka yang tertinggal. Suara ketukan pintu sebagai penanda jika mobil yang menjemput mereka sudah tiba.


“Aku akan merindukan tempat ini.” Gumam Valerie pelan. Ken tersenyum kecil dan mengelus kepala Valerie lembut.


“Dua bulan lagi aku akan mengajak mu berlibur.”


Senyum mulai mengembang di bibir Valerie, “Benarkah? Kemana?” Tanya Valerie antusias.


“Ke tempat yang kau inginkan, carilah tempat indah untuk kita berlibur nanti.” Valerie menganggukan kepalanya dengan senang, seorang pelayan masuk dengan meminta ijin terlebih dahulu dari luar kamar, ia menaikan semua barang Ken dan Valerie keatas troli.


Mereka berjalan lambat saat menyusuri lorong kamar yang masih terasa hangat, tiba dipintu keluar pelukan Ken dipinggang Valerie pun sedikit mengencang saat udara dingin melewati tubuh mereka. Seorang pria dengan badan tegap tersenyum ramah dan membukakan pintu mobil dihadapan Ken, membuat mereka segera masuk dengan cepat dan merasakan kembali udara hangat yang tercipta didalam mobil.


Perjalanan mereka masih panjang, membutuhkan dua jam lebih untuk bisa sampai di Jet pribadi mereka, membuat Valerie menyandarkan kepalanya pada bahu Ken. “Tidurlah sebentar jika kau masih mengantuk.” Ujar Ken lembut. Rasa kantuk pun mulai menyerang Valerie, kelopak matanya mulai menutup perlahan.


Ken mengeluarkan ponselnya, kabar mengenai Carl dua hari yang lalu membuat pikirannya sedikit tak mengerti, Carl sudah dikabarkan pulang ke Los Angeles, namun berita pengunduran diri Carl menjadi tokoh utama dalam sebuah novel booming itu telah menyebar, beberapa kabar yang mengiring opini bahwa akibat pernikahan Ken dan Valerie menjadi pemicu utama dalam mundur nya Carl dalam kontrak luar biasa itu. Denda yang akan ditanggung Carl pun mungkin tidak sedikit, beberapa kerugian dan perubahan rencana harus dibayar setimpal oleh Carl.


-


“A-aku melakukan kesalahan besar.” Jawab Carl gugup. Agatha, satu-satunya yang kini ia punya untuk menolongnya. Nenek yang selalu menyayangi dan pastinya akan mengerti dengan kegelisahannya.


“Kesalahan seperti apa, Carl? Apa menyangkut hukum?”


Carl menggelengkan kepalanya. “Ini lebih parah dari masalah hukum.” Kerutan diwajah Agatha seakan bertambah, raut wajah bingung tergambar jelas. “Mom dan Dad tidak boleh tahu.”


“Tenang saja Carl, kau jelaskan dulu apa yang kau maksud. Aku pastikan mom dan daddy mu tidak akan tahu.”


Carl mengaitkan kedua tanganya erat, sedikit meregangkan ototnya agar sedikit relax, “Apa grandma tidak akan membenci ku jika aku berkata jujur?” Agatha mengangguk pasti, permasalahan anak muda memang membuat kesal, namun Carl selama ini tidak pernah berbuat onar, ia berpikir masalah Carl seperti kebanyakan anak pria lainnya.


“Katakan saja.”


“Grandma, apa kau masih mengingat Amber?”


___


Sehat-sehat ya semua🥰