
Ken berpakaian formal, rambut yang tertata rapi dan harum tubuh yang seperti biasa menjadi ciri khasnya. Acara makan malam ini begitu tenang, hanya saja kurang satu anggota keluarga, yaitu Carl.
Valerie tampak tak menikmati acara, ia begitu acuh dengan berbincangan kecil dari keluarga, wanita itu hanya memainkan garpu diatas lobster yang tampak lezat itu. Ken tersenyum miring, pikirannya seakan mengejek jika Valerie tengah bosan karena tidak menemukan Carl disini. Ken pun sedikit bingung dengan acara makan malam ini, acara yang begitu mendadak.
“Seina tidak kau bawa kemari?” suara Richard membuat Valerie mengangkat wajahnya. Hal yang membuatnya tidak senang telah tiba. Raut wajah Ken seakan bingung dan menatap ayahnya dengan pandangan yang seolah bertanya.
“Ada apa dengan Siena, Dad? Aku memang tidak pernah membawanya bukan?” jawab Ken. Alicia dan Richard tampak tersenyum lembut.
“Aku dapat kabar dari ayahnya Siena jika Siena menyusul mu ke London.” Kerutan diwajah Ken semakin terlihat.
“Memang Siena menyusul ku, apakah ada masalah?”
Kini Alicia yang tampaknya akan berbicara, ia berdehem dan menatap Kenrich lembut. “Sayang, kami berharap kalian memiliki hubungan special, karena kedua orangtua Siena pun begitu berharap bisa memiliki menantu seperti mu. Kita pun sudah memikirkan acara perjodohan mu dengan Siena, umur kalian begitu sudah cukup matang untuk menikah.”
Ken tampak tertawa kecil mendengar lelucon baru ini. Namun dengan sopannya ia membalas senyuman Alicia. “Mom, Siena akan menolak ku, lagi pula siapa yang ingin bersama pria seperti ku.”
Alex yang tak tahan mendengar itu langsung tertawa pelan. “Kau sungguh merendah Ken. Banyak sekali wanita yang mengantri untuk bersama mu.” Ujar Alex. Ken tersenyum mendengar itu, matanya tak dapat ia cegah untuk menatap reaksi Valerie, wanita itu tampak… entahlah, seakan menahan sesuatu yang menyulut amarahnya. Membuat Ken berfikir jika ini begitu mempengaruhi wanita itu, apakah Valerie marah atau hanya masih kesal karena kelakuannya yang sudah mempermainkan wanita itu.
Ken ingin tahu sejauh mana Valerie masih menginginkannya, memberi sedikit bukti pada dirinya sendiri atas reaksi alami dari Valerie. “Mom, Dad, aku tidak mungkin menolak wanita seperti Siena. Jika Siena menerima perjodohan ini, aku dengan senang hari akan menyetui ini.” Ken sedikit terkejut dengan reaksi Valerie, wanita itu tampak biasa dan membuang wajahnya saat menyadari tatapan Ken.
Semua tampak senang dan puas dengan jawaban yang diberikan Ken. Lalu Justin dan Richard seakan tertemu pandang dan menganggukan kepala mereka bersamaan. “Valerie, sayang. Ada yang Dad ingin katakana juga pada mu.”
“Sayang, sejauh ini hubungan mu dengan Carl sudah sangat dekat. Aku juga ingin keluarga kita dan keluarga Alvaron lebih dekat.” Valerie memejamkan matanya sesaat, tebakannya begitu benar dan tidak meleset.
“Apa Dad akan menjodohkan aku juga dengan Carl?” Tanya Valerie tanpa basa-basi. Ia malas dan benar-benar dibuat sesak hari ini. Para kedua orangtua itu tampak menghembuskan nafas lega atas ucapan Valerie yang sudah mengerti.
Valerie melirik Ken, sorot mata itu seakan terkejut dan… Valerie bingung menjelaskannya. Entah kilatan marah atau hanya syok yang ada dimata Ken. Membuat Valerie sedikit berharap jika pria itu menaruh sedikit saja rasa pada dirinya. “Ken, bagaimana menurut mu? Apa kau siap menerima ku sebagai adik ipar mu?” Kerutan dan sorot mata itu tampak menajam, Valerie seolah memberi tantangan pada Ken.
Dengan perasaan kesal yang entah mengapa hinggap, Ken berdehem dan mengangguk, mencoba biasa dan acuh. “Aku tidak pernah mempermasalahkan itu. Lagi pula kalian begitu cocok.” Sahut Ken. Valerie tersenyum miring seperti yang biasanya Ken tunjukan.
“Baiklah Dad, jika begitu aku setuju.” Jawab Valerie tenang. Tidak masalah, ini bukan masalah besar, semua akan sama lagi pula Carl seorang pria yang baik, hatinya butuh tempat untuk berpindah dari sosok arogan yang ada diruangan ini.
“Akhirnya, astaga aku senang sekali bisa memiliki menantu seperti Valerie.” Sahut Alicia girang.
“Baiklah jika begitu kita akan melanjutkan rencana kita. Pulang Carl besok, malam nya kita akan memberitahu, ini akan menjadi kejutan yang paling membuat Carl senang.” Ujar Agatha. Ken mengepalkan tangannya bersamaan dengan genggaman pisau makan yang ada ditangannya. Ia menaruh alat makan dan sedikit melonggarkan dasi yang seakan menyekiknya.
“Bukankah perjodohan ku saja belum dimulai? Bagaimana bisa ada perjodohan lain disaat yang bersamaan?” Ken mengeraskan wajahnya, menghentikan ekspresi senang semua orang yang kini menatap Ken dengan waswas. Membuat mererka berfikir jika ini sungguh tidak sopan dan tidak menghargai Kenrich yang lebih tua dari Carl.