
Seorang supir mendengus pelan saat ia sedari pagi buta diperintahkan mengintai rumah besar berhalaman luas itu. Dan yang membuatnya mendengus adalah orang yang memerintahnya tengah santai terlelap tidur disandaran kursi samping. Tampak seorang wanita cantik keluar dari rumah itu, seakan berjalan kecil menuju halaman dan menikmati matahari pagi yang terasa pas untuk berjemur.
“Tuan!” panggil supir itu dengan cepat, sepertinya itu wanita itu adalah target yang dimaksud. “Tuan bangunlah, apakah wanita itu yang kau maksud?”
Dengan mimik wajah yang merasa terganggu ia membuka kedua matanya. Berdecak kesal, “Apa ada? Kau mengganggu tidur ku!” gerutunya.
“Jangan kembali tidur! Lihat, wanita yang kau maksud sudah keluar. Apa kita langsung menabrak pagar itu saja agar bisa masuk kesana?” Dengan cepat Liam –bawahan Ken yang ditugaskan secara khusus ke Kanada untuk membawakan beberapa hadian pada Valerie- melirik apa yang dimaksud oleh supir mobil pengangkut kuda.
Matanya seketika membola, pukul delapan pagi akhirnya Valerie keluar dari dalam rumah, dan apa yang tadi supir itu katakan? Menabrak pagar? Liam dengan cepat menatap tajam supir itu. “Kau gila? Jika kita menabrak pagar itu yang ada keluarga besar itu akan semakin menolak Boss ku! Kau ingin kita berdua dikirim ke Korea Utara?!”
“Tidak, hanya saja aku harus mengirim beberapa kuda lainnya untuk dibawa keperlombaan.”
“Hus! Kau tahu siapa yang membeli kuda cantik mu ini? Kenrich Alvaron! Jika kita berhasil untuk ini aku akan membayar biaya tambahan untuk waktu mu.”
“Setuju.” Jawab supir itu cepat, membuat Liam menggelengkan kepalanya sambil berdecak.
-
“Nona Valerie!” sayup-sayup Valerie merasa namanya terpanggil, hanya terdengar samar dan begitu kecil. “Disini!” lagi-lagi Valerie mengerutkan keningnya, halamannya begitu luas, apakah seorang pelayan sedang meminta tolong?. Valerie mengedarkan pandangannya, lalu keningnya semakin mengerut dan menatap bingung dua orang pria yang melambaikan tangannya melalui pagar. Terlihat pula penjaga rumah yang tengah memarahi sikap keduanya. Keributan yang terjadi sedikit lucu bagi Valerie, dimana dua orang itu tidak mengabaikan sama sekali penjaga rumahnya yang tengah bekomat kamit dengan wajah marah.
Valerie berjalan kearah pagar, membuat dua pria diluar sana seakan menghembuskan nafasnya lega. “Oh nona, kau menyelamatkan hidup kami.” Ujar salah satu dari mereka dengan raut wajah lelah.
“Ada apa?” Tanya Valerie.
“Maaf nyonya, dua orang ini membuat keributan dan memaksa untuk membawa masuk mobil besar mereka.” Sahut penjaga rumah, menyela salah satu dari kedua orang itu hendak berbicara. Namun, mendengar ucapan itu membuat Valerie langsung sadar, ada sebuah mobil pengangkut dengan box terbuka bagian atas dibelakangnya.
“Apa yang kalian bawa?” Tanya Valerie dengan nada penasaran. Tampak pria yang mengenakan jas itu tersenyum sekilas sebelum ia berdiri tegap dan merapikan ujung jasnya.
“Nona, perkenalkan aku Liam, aku diperintahkan tuan Kenrich untuk membawakan hadiah besar ini untuk anda, mengingat hadiah-hadiah sebelumnya yang ditolak, aku harap kau memberikan kesempatan untuk ku untuk memberikan hadiah paling special ini untuk mu.”
Kening Valerie lagi-lagi berkerut samar. “Hadiah sebelumnya?” Tanya Valerie bingung.