
Dua belas minggu sudah berlalu, Ken memeluk tubuh Valerie yang tengah terlelap tidur, perut wanita itu mulai membuncit kecil dan menurut Ken itu membuat Valerie tampak lebih cantik dan menggemaskan.
Tubuh wanita itu menggeliat pelan. Tampaknya jam tidur Valerie sudah habis. “Morning,” sapa Ken dengan senyuman indah, Valerie yang baru membuka matanya ikut tersenyum kecil melihat suaminya yang tampan tengah tersenyum.
Ken mendekatkan wajahnya dan hendak mencium Valerie, namun wanita itu langsung beringsut menutup mulut dan hidungnya. ‘Huekkk’ Valerie berlari kearah kamar mandi dengan cepat, rasa mual yang mulai terasa kembali semenjak awal kehamilannya. Ken bergegas masuk kedalam kamar mandi, mengurut pelan tekuk Valerie, namun lagi-lagi Valerie bersuara menahan muntahnya. Tangan Valerie dengan cepat menahan tubuh ken, sebelah tangannya menutup hidungnya sambil menjauhi Ken. “Ada apa sayang? Kau memerlukan dokter? Aku akan memanggilnya.”
Valerie menggelengkan kepalanya cepat. “Keluarlah, aku tidak suka wangi tubuh mu.” Pekik Valerie, ia berlari keluar kamar mandi, menghirup udara segar selain wangi Ken.
“Sayang ada apa?” Tanya Ken bingung. Ia tidak percaya Valerie menolaknya, Ken bahkan merentangkan kedua tangannya dengan bingung, tidak ada yang aneh dengan wangi yang seperti biasanya.
“Tidak, aku tidak bisa mencium wangi perfum ini. Kau membuat ku mual.”
Setelah berdebatan yang lumayan alot dan memakan waktu cukup panjang, akhirnya Ken memutuskan untuk mandi, mencoba menghilangkan wangi khas yang sudah melekat ditubuhnya dengan sabun milik Valerie yang memiliki aroma bunga, sangat lembut, elegant dan tentunya sangat wanita. Ken hanya pasrah dan menghembuskan nafasnya, hal ini memang sudah diperingatkan oleh Alicia, keinginan wanita yang pastinya tidak masuk akal harus mereka turuti, namun yang membuatnya tidak menyangka adalah Valerie, tidak menyukai wangi aroma black musk yang begitu maskulin. Aroma yang biasanya akan membuat wanita nyaman malah membuat istrinya mual!. “Tidak apa-apa Ken, demi anak dan istri mu.” Gumamnya pelan dengan wajah terpaksa. Menggosokan sabun yang baru ia gunakan dengan sangat kencang.
Ken menggorokkan handuk kecil pada rambut basahnya sambil keluar dari kamar. Matanya membola saat Valerie menggantungkan jas, kemeja, dan celana yang sudah Valerie siapkan untuk Ken dan menyemprotkan parfum milik Valerie dengan beberapa kali semprotan. “Sayang! Itu… kau tahu bukan hari ini ada rapat?” Tanya Ken sedikit memelan, mencoba untuk sabar.
“Wangi apa ini? Mengapa sangat… feminism?” Tanya Ken cepat. Tampak Valerie tersenyum indah dan berjalan mendekati Ken.
“Violet.” Ken memejamkan matanya sesaat, wangi ini sangat feminim, memang tidak terlalu menyengat, tapi tidak soft juga. Bagaimana nantinya jika ada karyawan yang mencium wangi khas wanita saat ia lewat? Ken lagi-lagi menahan amarahnya, ia bisa mampir ketoko pakaian dan membeli yang baru, Ken yakin semua pakaian didalam lemarinya bernasib sama seperti ini.
Ken mencoba tersenyum dengan sedikit paksaan dalam hatinya, “Jika sudah begini apa aku bisa mendapat morning kiss – ku?” Tanya Ken. Valerie mengangguk senang, dan segera mendekatkan wajahnya. “Terimakasih sayang.” Ujar Ken dengan senyum yang lebih ringan namun hatinya tetap meraung.
Guys sambil nunggu aku up lagi, jangan lupa baca Cinta Dikala Senja ya, udah lumayan banyak bab nya, komen juga unek-unek kalian tentang sosok Reyhan yang selingkuh dibelakan istrinya sendiri. Bacanya di W A T T P A D yaaa. Gratis ko baca disana😘.
Ditunggu mampirnya😆😘