
“Um, itu. Sebenarnya aku tidak berani menanyakannya, tapi ini membuat ku sedikit kesal.”
“Ada apa, Siena? Katakan saja.”
Valerie mengerutkan keningnya, melihat tanggapan Ken membuat dirinya menyimpan rasa penasaran yang besar.
“Pemberitaan tentang mu dan Valerie sepertinya semakin panas dimedia, Carl yang sudah seminggu ini tidak aktif dimedia sosial membuat para netizen menyudutkan kalian. Apa tidak sebaiknya kalian membuat klarifikasi agar suasana sedikit mereda?”
Ken berdecak, ini sudah menjadi makanan sehari-harinya menjadi pemberitaan banyak orang. Hanya saja untuk kali ini fans Carl terlalu membludak, ia dan Valerie bahkan sudah menebak semua ini akan terjadi dan tidak akan menanggapinya terlebih dahulu, mereka memutuskan untuk menikmati waktu berdua mereka dan mengacuhkan segala komentar negative tentang mereka.
“Lambat laun semua berita itu akan mereda, tidak perlu kau tanggapi lagi, aku akan menyuruh orang untuk menghapus berita sampah itu.”
“Baiklah, baiklah. Kalau begitu selamat menikmati libur kalian, maaf sudah mengganggu waktu romantic kalian.” Ucapan Siena terdengar begitu mengejek dan kembali tenang.
“Ya, jangan mengganggu ku lagi.”
“Ya, ya, ya. Pengantin baru.” Ken terlebih dahulu memutuskan panggilan mereka sebelum wanita itu menambah daftar pertanyaanya dan tidak akan berakhir dengan cepat.
Ken menaruh ponselnya disudut meja, menarik nafasnya panjang dan mulai menyadari pandangan berbeda dari Valerie. “Ada sesuatu?” Tanya Valerie terlebih dahulu.
“Para fans Carl mulai berulah, kau tidak membuka sosial media mu kan?” Valerie menggelengkan kepalanya. Membuat Ken kembali tersenyum kecil. “Aku hanya tidak ingin kau terbebani dengan beberapa perkataan sampah mereka.”
“Hanya beberapa. Mereka terlalu berlebihan dengan apa yang mereka cintai tanpa melihat kenyataannya.” Gumam Ken malas.
“Sudahlah, lebih baik kita membahas sesuatu yang menyenangkan. Aku pun cemburu melihat pemberitaan yang melebih-lebihkan kedekatan mu dengan Siena.” Jujur Valerie.
Ken mengambil ponselnya, rasa penasaran seketika menyelusup kedalam pikirannya. Carl menghilang dari sosial media? Beberapa pertanyaan berkumpul menjadi satu. Apa yang dilakukannya?.
“Bas, urus semua pemberitaan yang menyangkut nama ku dan istri ku, aku tidak ingin ada satu pun berita yang berhubungan dengan Carl.” Setelah memberikan perintah pada asistennya, ia mulai mengetikan pesan pada pilot yang mengantarkan Carl.
Tak menunggu lama, balasan pesan ia terima. Carl ternyata belum kembali ke Los Angeles dan beberapa berita kecil menyebutkan Carl tengah bersama seorang wanita. Ponselnya pun tidak aktif beberapa hari ini karena maps yang ia lacak tidak terdeteksi.
“Sayang, jangan memikirkan berita itu, aku tidak masalah dengan semua ini.” Suara Valerie yang menyadarkan Ken, membuatnya dengan cepat mematikan layar ponsel, pikiran tentang Carl yang tengah menyusun rencana busuk untuk memisahkan dirinya dan Valerie melintas, namun seketika pula pikiran tentang Carl yang tengah dilanda masalah lebih dominan dikepalanya. Apakah ada sesuatu yang tengah adiknya itu alami? Mengingat upayanya yang menghentikan pernikahannya dan Valerie saat itu, namun tiba-tiba saja menghilang dan pergi tanpa kabar sedikitpun.
“Selamat siang.” Sapa seorang pramusaji yang menyapa mereka ramah, menyimpan makan mereka dengan rapi dan pamit dengan sopan.
“Ayo kita makan dan kembali bermain.” Ujar Valerie girang. Mencoba menenangkan Ken yang terlalu mengurusi pemberitaan tentang mereka. “Mau aku suapi?” Tanya Valerie sambil menyodorkan garpu yang berisi potongan daging. Ken dengan senyum kecil menanggapi Valerie, membuka mulutnya dan menerima suapan yang diberikan Valerie.
___
Ayo Giveaway sebentar lagi ditutup. Jangan lupa kasih hadiah ya🥰