
Mobil hitam yang begitu mewah terparkir rapi dihalaman luas mansion milik Ken. Jessy dan Alicia keluar dari mobil, tangan Alicia yang membawa paper bag berukuran sedang membuat seorang pelayan sedikit berlari kearah mereka. “Permisi nyonya, biar aku bawakan barang belanjaan mu.” Ujarnya ramah dan sigap mengambil paper bag Alicia.
“Terimakasih Olive, bagaimana keadaan Ken? Apakah ia sedang tidur?” Pelayan bernama Olive itu tampak tersenyum.
“Kabar tuan baik-baik saja nyonya, tuan sedang didalam bersama teman wanitanya.” Jawab Olive ramah.
Alicia tampak lega mendengar keadaan Ken yang sudah membaik. “Apakah Siena?” Tanya Alicia sambil berjalan menuju pintu utama.
“Bukan nyonya, aku baru melihat, wanita ini sangat cantik dan tampaknya model, aku tidak asing dengan wajahnya.” Jawab Olive, karena semua kenalan Ken tidak ada yang orang biasa, apalagi wanita cantik tadi.
Alicia tiba-tiba menghentikan langkahnya, menghirup nafas panjang dan menatap Jessy. “Astaga Jessy, mengapa anak ini begitu menurun pada ayahnya. Sudah jelas jika ia akan dijodohkan, dan sekarang membawa wanita lain masuk kedalam rumah.” Jessy tersenyum kaku.
“Para pria memang seperti itu Alicia. Itu sebabnya aku selalu menjaga Valerie dan memperingatinya agar tidak terbawa oleh pergaulan yang terlalu bebas.” Jawab Jessy polos. Lalu ia menggigit bibir bawahnya saat menyadari ucapannya yang terlalu memojokan anak Alicia. “Jangan berfikir yang tidak-tidak dulu Alicia, siapa tahu Ken hanya sedang membicarakan masalah pekerjaannya. Ayo kita masuk dan lihat dulu Alicia.” Bujuk Jessy. Alicia menahan amaranya yang tersisa, bagaimana ia tidak berfikir yang tidak-tidak, Ken selalu diberitakan sebagai Casanova dengan banyak wanita.
Alicia masuk kedalam mansion, tidak ada seorangpun disana. “Mungkin diruang kerjanya Alicia.” Ujar Jessy. Alicia menggangguk pelan dan berjalan dengan gesit bersama Jessy menuju ruangan kerja.
Kosong, tidak ada siapapun. “Astaga kecurigaan ku sepertinya benar Jess.” Jessy yang ikut merasakan ketegangan ikut melangkah menuju kamar utama.
Ken membuka kancing kemeja Valerie dengan cepat, menyusuri tulang bahu Valerie yang begitu mulus dan harum. Deru nafas mereka semakin tak menentu, Ken bukan lagi terfokus pada niat awalnya untuk membuat Carl sakit, kini ia terbawa suasana dengan hebatnya Valerie yang mampu membangkitkan gai rahnya. Rasa yang sudah lama padam karena bosan kini kembali lagi, membuat Ken merasa candu dengan tubuh sempurna dibawahnya.
Ken membuka kemejanya, membuat kulit itu tak sabar bertemu dengan kulit Valerie yang terbuka. Wajahnya mendekat pada pakaian dalam yang menutupi dada Valerie, menghirup dalam hingga terdengar suara Valerie yang begitu menambah rasa bergejola Ken. “Ken.” Lihir Valerie, ia membusungkan tubuhnya dan dengan cepat Ken mengambil kesempatan itu untuk membuka pengait yang bisa membebaskan Valerie.
‘BRAK’
“KENRICH!” Keduanya menegang, Valerie terlebih dahulu mendorong Ken dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang terbuka.
Ken dengan perasaan yang benar-benar kesal dan terkejut bercampur jadi satu. Ia kesal dengan terganggunya aktivitas meresa, begitu pula rasa terkejut yang menemukan ibunya yang masuk kedalam kamar. Ken semakin menegang saat melihat bukan hanya ada Alicia disana, namun Jessy pun ada!. Ingin rasanya ia terteriak dan marah, rencananya gagal dan malah menimbulkan masalah besar. Rencana ini malah menjadi boomerang untuk dirinya sendiri. “Mom.” Kenrich terdiam, lidahnya kelu dan ia tidak berfikir jernih dan sialnya, sebuah kata melintas dikepalanya ‘seperti ini lah reaksi Carl saat ia pergoki’.
Yang kemarin minta jangan gituan dulu sebelum nikah aku acc🤪