The Perfect Match

The Perfect Match
Kebersamaan Terakhir?



Carl menganggukan kepalanya perlahan, “Sepertinya, dan itu yang aku takuti. Aku takut kakak hanya melakukan balas dendam dan akan menyakiti hati Valerie, aku takut Valerie tidak bahagia dengan pernikahannya. A-aku benar-benar minta maaf pada kalian semua. Ini semua berawal dari kesalahan ku, aku-“


“Aku tidak terima jika cucu ku mendapatkan perlakuan seperti ini!” kini Alex yang bersuara, keadaan yang semakin rumit membuat Amber gelisah.


“Anak-anak yang tidak berguna.” Desis Ken. Sedangkan Justin sudah mengepalkan tangannya, ia membuang wajahnya. Rasa amarah pun mulai menyala. Anak yang sudah ia besarkan dengan kasih sayang diperlakukan seperti ini, rasanya seperti penghinaan yang sangat merendahkan keluarga besar mereka.


“Tenanglah sebentar, aku akan menelpon Ken agar segera kembali dari acara makan malam keluarga Siena.” Ujar Alicia.


Jessy menajamkan ingatannya, sedetik kemudian ia memiringkan senyumannya. ‘Wanita dikantor wantu itu.’ Pikirnya cepat. “Tidak Alicia, biarkan mereka menikmati waktu mereka. Sayang, Dad lebih baik kita pulang sekarang, terimakasih untuk acara yang sangat penting ini.” Ujar Jessy tanpa dengan nada sindiran yang tajam.


“Tidak. Jessy, kita belum mendengar bagaimana tanggapan Ken dan Valerie. Aku tidak ingin ada salah paham.” Bujuk Alicia, ia panik dan semakin histeris.


“Semuanya sudah jelas, tidak perlu tanggapan. Ini tampak masuk akal sekarang.” Jawab Jessy sambil berlalu, keluarga Valerie tampak murka dan kecewa, mereka ingin marah dan berteriak, namun tidak bisa, hubungan mereka terlalu dekat.


“Oh, Jessy.” Alicia tampak sedikit mengejar, namun ketiganya tampak tak memerlukan penahanan apa-apa, semuanya tampak kacau, tidak terkendali.


Wajah Richard memerah, tangannya mengepal erat. “Bagaimana kau mendidik mereka bisa menjadi seperti itu?” bentak Richard keras pada Alicia, membuat Alicia mematung seketika.


“Apa maksud mu? Kau menyalahkan ku?!” bentak Alicia balik.


“Ya! Aku bekerja sedangkan kau dirumah, waktu mu lebih banyak bersama kedua anak itu!. Kau yang mendidik mereka! Benar-benar memalukan ku dan tidak berguna!”


“Aku mendidik mereka dengan benar, bagaimana jika mereka menurun dari sikap mu?! Berkacalah bagaimana sikap mu dulu!.” Teriak Alicia.


Agatha dengan cepat berdiri ditengah mereka, mencoba untuk meleraikan mereka. “Astaga, kalian tenanglah. Kita berbicara dengan kepala dingin.” Richard membuang wajahnya, ia berjalan keluar dari ruangan makan. “Richard!” panggil Agatha. Alicia yang masih bergejolak amarah tampak begitu menahan emosinya, mata yang berkaca tengah berusaha menahan air mata untuk tidak jatuh.


Carl duduk dengan lemas, pandangannya seakan kosong dan semua tenaganya seakan menghilang.


__


“Ini sudah ketiga kalinya kau berkata itu malam ini.” Ujar Valerie dengan bahagia.


“Dan aku akan mengatakan itu sekali lagi saat kau mengenakan ini.” Ken mengeluarkan sebuah kotak dari sakunya. Membuat Valerie menggulum senyumnya dan mengambil kotak kecil itu.


Valerie membukanya pelan. Sebuah cincin. “Oh, sayang, ini sangat cantik. Terimakasih, kau benar-benar romantis.”


“Cantik seperti dirimu.” Bisik Ken, mendekatkan wajah mereka dan bibir yang berlahan bertemu, gerakan yang semula lembut berubah menjadi kasar dan berburu, keingin lebih seakan semakin mendesak.


Ken terlebih dahulu memisahkan mereka, tersenyum dan mengelap bibir Valerie dengan ibu jarinya. “Kita akan melanjutkannya dirumah sayang.” Bisik Ken.


__


Mobil Justin sudah didepan gerbang mansion Ken, seorang penjaga menghampiri mereka dan langsung membuka pagar saat Justin menurunkan kaca mobilnya. “Apakah Valerie sudah pulang?” Tanya Justin dengan wajah datar.


“Tuan dan nyonya belum kembali, Sir.” Jawabnya dengan suara berat khas seorang berbadan besar yang tegap. Tanpa berbasa basi, Justin langsung melewati pagar itu, kedua mobil itu terparkir dengan rapi. Jessy dan Justin keluar terlebih dahulu, lalu Alex yang berbeda mobil juga ikut keluar.


__


Barang kali kalian berkenan membaca karya ku yang lain😁 Jangan lupa baca Cinta Dikala Senja ya. Kisahnya tentang sebuah perjodohan yang awalnya baik, tapi saat keduanya membuka hati, mantan dari laki-laki bernama Reyhan datang. Perselingkuhan pun terjadi, dan rumah tangga mereka yang semula tentram menjadi kacau.


Yang mau baca kelanjutannya bisa Cek di aplikasi W a t t p a d ya. Nama pena aku disana Dheaanita7.