
Ken menutup pintu kamarnya dengan kencang. Hatinya geram dengan sikap Valerie yang seakan menantangnya. Sorot mata wanita itu benar-benar berani tanpa rasa taku sedikit pun. “Jangan harap kalian akan berakhir dengan indah!” gumam Ken dengan suara berat.
-
Keesokan harinya, Ken tersenyum melihat pesan masuk dari Carl. ‘Kak pesawat ku akan segera terbang, aku membawakan titipan sepatu dari Mr.Jilp, dia juga memberikan ku sepatu keluaran terbaru ini untuk ku. Apa aku harus ke kantor mu atau aku simpan saja dirumah?’ Ken menggerakan jarinya sesaat sebelum membalas. Rencana ini memang sudah ia susun dari jauh-jauh hari. Sepatu itu sangat diminati oleh banyak orang, karena didesain langsung oleh pemilik perusahaan fashion tersebut dan hanya dibuat 10 pasang.
‘Bisa kah kau mengantarkannya ke mansion ku? Aku tidak dikantor, aku sedang sakit dan berbaring di kamar ku.’
‘Apa sakit mu parah? Sudahkah memanggil Dr.Morgan?’
‘Sudah, aku hanya kelelahan.’
Ken menatap jam tangannya, memastikan waktu yang ia punya cukup untuk membujuk Valerie bersedia ia bawa kedalam mansionnya. “Bas, jalan.” Supir itu mengangguk.
“Baik tuan.” Tanpa banyak waktu yang terbuang, mobil itu melaju dengan cepat menuju tempat pemotretan Valerie.
-
“Kau memang menakjubkan.” Puji Ella sambil memberikan jubah untuk menutupi bahu Valerie yang sedikit terbuka. Valerie menghempaskan tubuhnya pada sebuah sofa, ia meminum air mineral kemasan botol dengan cepat, rasanya ruangan ini begitu panas dan perutnya sudah meminta jatah makan siang.
“Setelah ini apa?” Tanya Valerie. Rasa dingin AC yang baru terasa membuatnya sedikit segar.
“Sekitar 2 jam lagi kita akan mengunjungi dokter kecantikan baru mu, minggu kemarin aku sudah membuat janji.” Valerie mengangguk pelan sambil kembali minum, setidaknya ia akan memiliki waktu istirahat sampai 2 jam kedepan.
Kaki jenjang Valerie bergerak pelan, ia berdiri dan bangkit dari duduknya. “Kalau begitu kita bisa mencari makan siang dulu.” Ella terdiam sesaat, ia merasa ini bagaikan mimpi, tidak biasanya Valerie mengingat makan siangnya. Dengan semangat ia mengekori Valerie menuju ruang ganti pakaian model, mengambil pakaian Valerie yang semula ia kenakan.
Selesai mengganti pakaian, Valerie menahan rasa perih diperutnya. Hatinya kembali merutuki sikap bodohnya semalam, ia terakhir makan saat makan siang kemarin, karena acara tidak berguna semalam membuat Valerie kehilangan selera makannya dan tak menyentuh sedikit pun lobster yang menggoda itu, ia malah sibuk menangis dan menenangkan dirinya dengan menonton sebuah film romantic hingga jam 2 pagi saat kantuk mulai terasa. Dan atas tidurnya yang terlalu larut ia hampir kesiangan keacara pemotretan dan melewatkan sarapannya. “Apa yang ingin kau makan? Aku akan mencari restoran ternikmat dalam hal rasa dan pelayanan.” Ujar Ella begitu antusias.
“Apa pun Ella, kau tau apa saja yang aku suka bukan?” Ella mengangguk cepat, ia membuka ponselnya sambil berjalan dan membukakan pintu ruangan ganti dengan sebelah tangannya. Ella sedikit mematung dan berbalik membuat Valerie mengerutkan keningnya, “Ada apa?” Tanya Valerie bingung. Ia membuka pintu yang baru terbuka sedikit oleh Ella, tubuhnya sama mematungnya. “Ken?” Tanya Valerie dengan raut wajah tak percaya.
---
Dukung Author dengan cara like dan komen ya🥰