
Ken duduk dikursi santainya. Pagi ini ia meminum kopinya dengan santai, kabar kaburnya Carl membuatnya ingin tertawa. Memakai cara kekanakan untuk membujuk keluarga agar menghentikan pernikahan nya yang bisa dihitung hari.
Dengan santai Ken melihat semua judul berita gosip mengenai dirinya dan Valerie. Begitu ramai hingga menjadi tranding topik. "Aku begitu tersentuh dengan beberapa orang yang masih mendukung ku." ejek Ken. Tak lama berselang, panggilan telepon dari Valerie menyadarkan nya, membuat Ken langsung mengangkat nya dan ingin mengetahui apakah Valerie juga ditawarkan untuk membatalkan pernikahan mereka atau tidak.
___
Cahaya matahari masuk dari celah kamar apartemen nya. Ditempat yang sama dengan orang yang sama. Sial!.
Carl melirik wanita yang tanpa sehelai benang tampak terlelap bergulung dengan selimut tebal yang kini mereka gunakan. Tanpa bisa berlama-lama, Carl memejamkan matanya, rasanya ia bermimpi. Ia fikir ia berhalusinasi, membayangkan Amber tiba-tiba ada di tengah panggung.
Namun semuanya bukan hanya halusinasi, wanita itu benar-benar Amber. Wanita itu masih cantik seperti dulu, namun tubuhnya lebih berisi dari yang terakhir ia ingat. Amber yang ia tahu selalu menjaga pola makan dan berolah raga, kini tak terasa kembali otot kecil diarea tangan dan perut wanita itu. Ia benar-benar berisi namun pas dan itu lebih menggoda bagi Carl.
*Flashback
Setelah menunggu setengah jam, Carl mulai melihat seorang pria yang sebagai pemandu acara mulai berteriak. Memberitahu siapa saja wanita yang akan mereka tawari. Tak lama seorang wanita keluar dengan gerakan tubuh yang begitu menggoda, tampak berpengalaman dan pastinya cantik. Namun Carl tidak tertarik, ia tidak suka dengan wanita yang tampak liar, ia ingin mencari yang seperti Valerie, tampak santai, natural tentunya mahal.
wanita itu pun terjual dengan harga $20.000, penawaran nya begitu panas dan diminati banyak orang.
Lalu beberapa wanita dikeluarkan satu persatu kembali, hingga satu yang membuat Carl tertarik, wanita itu belum tersentuh. "Sial!" pekik Carl saat ia kalah cepat dalam hal penawaran. Carl sudah bersumpah ia tidak akan mengeluarkan lebih dari $40.000 hanya untuk membeli seorang wanita. Carl kadang tak mengerti dengan kursi disebrangnya, ia membeli dua wanita dengan harga fantastis.
"Baiklah, tenang para tuan-tuan. Kami masih menyediakan dua wanita terakhir. Kali ini ada si cantik Amanda."
Carl mempertajam matanya, kaki wanita itu begitu jenjang, lekukan yang pas dan tonjolan yang membuatnya tidak sabar melihat tubuh itu dibalik pakaiannya.
Carl menggelengkan kepalanya. Wanita itu adalah Amber! Tidak mungkin. Keluarga Amber cukup kaya raya dan tidak mungkin pula seorang Amber menjual dirinya pada klub mewah ini.
Carl meyakinkan dirinya bahwa ia tengah terpengaruh minuman keras, ini hanyalah halusinasi. Sudah jelas nama wanita itu adalah Amanda. Terlihat raut wajah wanita itu tampak angkuh atau lebih tepatnya cuek, tak ada senyum diwajahnya.
"Bagaimana jika kita membuka harga dengan $15.000?"
Tanpa menunggu lama, kursi disebrangnya menekan tombol. "$30.000." Carl berdecak, apakah pria itu sudah gila? pria itu akan membeli tiga wanita dalam semalam?! tidak waras.
Carl menekan tombolnya. "$40.000." ujar Carl, membuat sang pembawa acara kegirangan. Carl mengerang saat seorang pria disebelahnya menekan tombol. "$45.000." Tak sampai disitu, beberapa kursi pun menawar dengan harga yang semakin meninggi hingga $60.000.
"$75.000." ujar Carl frustasi, ia mengeluarkan hampir dua kali lipat dari apa yang sudah ia fikirkan.
"Apakah ada yang ingin menawar lebih?" tanya sang pemandu. Tampak tak ada yang menawar lagi, mereka pun akan berfikir dua kali jika membeli seorang wanita hanya untuk satu malam. "Kalau begitu, selamat Amanda, terjual $75.000."
Kita selingin dulu sama cerita Carl dan Amber ya biar ga terlalu bingung author ngejelasin di mendekati endingnya.
Jangan lupa like, komen, hadiah💞 2 bab lagi pernikahan, sediain hadiah ya buat mereka ya🤪